Anak Kucing Yang Dianiaya

Anak Kucing Yang Dianiaya
Diantaranya


__ADS_3

"Yang mulia Zart, apa sebaiknya jangan sekarang ya.".


"Tapi aku ingin sekarang.".


Liya menutup mulut Zart yang menjilat pipi Liya.


"Hmm... apakah kamu mau mencoba masakkan ku?".


"Masakkan?


"H'm... sepertinya kamu sedang lapar.".


"Bbrrr~..". suara perut Zart berbunyi saking laparnya.


Zart mengangguk dan bangun, dia membimbing Liya, sampai pintu Zart dan Liya menemukan You Xi, Cal dan Lui berjongkok di depan pintu.


"Apa yang kalian lakukan?".


" Gawat, mereka pasti sedang menguping.". pikir Liya.


"Ma-maaf kak! kami sedang olahraga jongkok.". kata You Xi.


"Iya Papa, kami sedang olahraga.". kata Lui.


"Kami olahraga karena paman You Xi makan banyak jadi dia terlihat gendut.". kata Cal.


"Oh begitu, baguslah jangan sampai kalian terlihat gendut atau akan aku robek tubuh kalian.". Zart pergi membawa Liya ke dapur.

__ADS_1


" Kamu manusia kucing atau seorang psikopat sih?". pikir Liya.


Dengan banyak pelayan di dapur Liya sedikit terganggu karena keberadaan manusia di antara manusia kucing.


Tangan Liya berkeringat dingin dengan tatapan serius mereka. Karena itu Liya membuatkan makanan yang sederhana. Dengan makanan yang Liya siapkan Liya berbisik ke Zart untuk mengusir semua pelayannya dari dapur, Zart pun menuruti perintah Liya.


"Yang Mulia, kapan aku bisa pulang?".


"Bukannya kamu udah pulang.".


"Hhhmmm... maksud ku pulang ke rumah ku.".


"Ngapain?".


"Hhmm... aku adalah pemilik rumah sakit hewan yang kau selamatkan itu, kalau aku tidak ada bagaimana dengan perawat lainnya.".


Liya melipat tangannya dan duduk, sedangkan Zart masih terus mengunyah makanannya.


Sesudah makan mereka jalan ke taman yang mereka duduk sebelumnya. Liya duduk di kursi sedang Zart tidur di paha Liya dan memeluk pinggangnya.


"Liya, Usap kepalaku.".


"Apa?! untuk apa?".


"Aku bilang usap kepalaku!".


"O-oke.".

__ADS_1


Liya menjalankan perintah Zart untuk mengelus kepalanya. Dengan udara yang berangin dan sejuk suasananya sangat cocok di jadikan tempat bersantai atau refleksing.


"Seandainya di dunia kami ada cuaca seperti ini, benar-benar sangat menenangkan.".


Di sisi lain 3 orang bocah yang menguntit Liya dan Zart bersembunyi di semak-semak.


"Kenapa Papa sangat dekat dengan Mama Liya?". tanya Lui.


"Mungkin bila Papa mu marah air padamnya itu Liya.". jawab You Xi.


"Papa sangat nyaman tidur di kursi itu, padahal banyak pengawal dan pelayan di sekitar sini.". kata Cal.


"Apa kita dekati aja ya Papa sama Mama Liya? Lui mau sama Mama Liya.". tanya Lui sambil memandang You Xi.


"Maaf ya Lui, paman tidak tahu harus ngapain. Paman sangat takut dengan Papa mu, jadi tidak bisa melakukan apa-apa.". jawab You Xi.


"Lui jangan sedih nanti malam juga Mama Liya akan tidur bersama kita.". kata Cal.


"Sebaiknya kita berhenti menguntit, atau kita akan ketahuan oleh Yang Mulia dan kita akan dihukum habis-habisan.". kata You Xi.


Kedua keponakannya menganggu dengang cepat dan pergi dari semak-semak dengan cepat.


Saat itu Liya tenggelam dalam pikirannya sendiri, diantara dua dunia ada perpecahan dia antara dunia manusia dan dunia kucing, masalahnya adalah bagaimana bisa manusia kucing membenci manusia termasuk perempuan.


" Apa yang sebenarnya terjadi, sebelum aku berada di sini mereka sudah sangat membenci manusia, bahkan yang melewati dua dunia itu mereka di aniaya hingga membabi buta.".


Pikiran Liya semakin buntu untuk dipikirkan ia harus mencari sedikit penjelasan dia antara dunia kucing dan manusia.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2