Anak Kucing Yang Dianiaya

Anak Kucing Yang Dianiaya
Suka Liya


__ADS_3

Liya berjalan ditaman sambil menggendong Lui. " oh ya, Lui umur berapa?".


" 6 tahun!". Lui menjawab dengan senyum manisnya.


Lui sangat menyukai Liya, lalu Liya menurunkan Lui dekat air mancur.


" Lui, sangat senang ya sama kakak Liya?". Liya bertanya.


Lui menjawab. " iya! Lui senang banget!".


Liya mengajukan pertanyaan lagi.


" Lui? siapa nama ibumu?".


Dengan pertanyaan Liya, senyum Lui langsung memudar.


Lui menjawab. " Lui tidak memiliki ibu".


Liya kaget dengan apa yang dia dengar, tidak memiliki ibu.


" Kakak Cal juga tidak memiliki ibu, kakak dan Lui hanya miliki papa".


" apa maksudnya, Cal dan Lui sama-sama tidak memiliki ibu artinya mereka beda ibu?". pikir Liya.


"Oh maaf, aku tidak tahu!". Lalu Lui dan Liya saling menatap.


" Kakak Liya, kok bisa masuk kedunia kami?". Kaget Liya.


" Eh, apa maksudmu!, tunggu jangan-jangan kau!". Liya kaget sambil melotot.


Tiba-tiba dari belakang papa Lui datang. " Apa yang kalian lakukan disini, Lui?".


Lui menoleh kebelakang dan menatap ke Zart. Lui tampak takut sekali, lalu Zart menatap Liya dengan tatapan yang dingin.


" Eh dia ngeliatin aku ya?, tunggu aku gak boleh takut!, harus tegap Liya pasang wajah licikmu!". Liya menghembuskan nafasnya dan jalan ke arah Lui lalu menggendongnya.


" Selamat Siang Yang Mulia". Liya menundukkan kepalanya pada Zart dengan wajah datar dan polosnya.

__ADS_1


" Kembalikan Lui padaku, biar aku yang menggendongnya.". tanya Zart


Liya tersontak kaget, dan cegukan.


" Hek! ya ampun bodoh!, apaan sih cegukan ini! yang benar saja!". Liya tersipu malu, dia langsung menundukkan kepalanya.


" Pelayan! panggil Cal kesini.". teriak Zart


" Baik Yang Mulia". pelayan itu pergi memanggil Cal.


" Aku bilang kembalikan Lui! Kau tuli ya?!". Zart merampas Lui dari gendongan Liya.


" Aduh! kasar sekali sih". pikir Liya


" Yang Mulia, biar saya saja yang menggendong Lui.". kata Liya.


" Dia adalah putriku.". tanya Zart


Jawab Liya. " Ya, saya tahu, tapi saya sangat menyukai Lui hehehe.".


Zart menatap Liya dengan sinis.


" Papa memanggilku ya?". Cal datang bersama pelayan itu dengan wajah kekhawatiran.


" iya.". Zart menjawab dengan sinis.


" Sungguh kejam, pada anaknya sendiri sebenci itu! Seandainya aku ibunya aku pasti akan menjitak kepala Raja ini!".


Liya mengepalkan tangannya seakan ingin meninju wajah Zart.


" Apa kakak Liya mau jadi mamanya kakak Cal!". Liya kaget dengan perkataan Lui.


" Eh, apa maksudmu Lui?!". Liya, Zart dan Cal kaget apa yang dikatakan Lui sampai para prajurit mendengarnya.


" Iya, kakak Liya tadi berpikir begitu, kakak mau jadi mama untuk Lui sama kakak Cal?.". dengan senang dan polos Lui mengatakannya.


Zart bertanya. " Jadi mama untuk kalian?".

__ADS_1


" Iya! papa.


maaf, Lui hanya suka dengan kakak Liya".


" Eh nih anak ngomong apa? dia tahu apa yang aku pikirkan?".


Lui menjawab. " iya Lui tahu".


Dalam pikiran Liya. "astaga! . hebat sekali Lui, kalau begitu papanya harus bangga tapi sikapnya terlihat lebih, sungguh raja gila.!".


Lui menjawab pertanyaan dalam otak Liya.


" Kakak gak boleh seperti itu, nanti papa marah.".


Zart melirik Lui. "apa yang dia katakan?".


Liya tersontak rasa takut. " astaga Lui tolong jangan katakan, kamu masih kecil dan terlalu polos!".


Lui diam tidak menjawab pertanyaan Zart.


" katakan!?".


" Hahaha! kakak Liya bilang, papa sangat tampan, hebat, kakak Liya suka sama papa!".


Wajah Liya memerah karena perkataan Lui ke papanya. Liya merasa sangat tidak enak dengan suasananya.


" Ah, Cal ayo ikut dengan kami, dan yang mulia, bukankah yang mulia tadi mau ajak jalan-jalan ya?". Liya mengalihkan percakapan.


" Ayo, jangan jauh-jauh. berdekatlah dengan ku.". Zart menarik pinggang Liya.


Lalu Liya memegang tangan Cal. " ayo Cal.".


Cal menjawab. " iya.".


Mereka berjalan menuju telaga, telaga itu berada di hutan, dimana Liya jatuh sebelumnya.


" ini tempatnya ya?"....

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2