
" Aku mau tidur dulu deh.". Liya pun tidur dengan nyenyak.
Beberapa jam kemudian, Liya mendengar suara tangisan dari beberapa kamar di depan.
" hiks!hiks!". ...
" Ya ampun, suara siapa itu, malam-malam gini siapa yang nangis.". Liya beranjak keluar dari ruangannya, dan pergi menuju ke tempat suara itu.
" Wah! entah mengapa aku tidak terlalu takut untuk jalan sendiri seperti ini. Apa karena bukan di dunia manusia?". Liya akhirnya sampai dengan suara tersebut. Liya mengintip dari luar ruangan.
" Hiks! kakak aku sakit!, badanku tidak enak. Kakak! hiks!". Liya melihat dua anak yang berada di dalam ruangan itu, kelihatan anak perempuan itu sedang meringis kesakitan, sedangkan yang pria hanya mengelus-elua rambut adiknya.
Liya yang tadinya hanya mengintip menerobos masuk ruang anak itu. " Adik kecil, kamu kenapa? Kenapa kamu menangis?". Liya menanyakan kepada mereka.
Kedua anak itu terteguh dengan mata melotot. " Kakak. Kakak datang?". kata anak lelaki itu. " ah! iya aku datang karena mendengar suara tangisan, apa aku bisa membantu mu?".
Anak lelaki itu hanya diam menatap Liya sedangkan yang perempuan meminta sesuatu pada Liya. " Kakak. Kakak aku sakit badan ku tidak enak.".
__ADS_1
Anak perempuan itu sangat begitu manja, Liya menatap dengan senyuman. Liya memegang dahi anak perempuan itu! Ternyata anak perempuan itu sedang demam. ada bekas memar di lehernya bahkan yang pria juga.
" Ya ampun, kamu demam. Aku akan bawakan air.". Liya pergi ke dapur untuk membawa air dingin.
Saat Liya kembali dari dapur dan mengompres kepala si anak perempuan itu.
" Nah, kalau beginikan cepat sembuh. Hmmm.. nama adik ini siapa?". tanya Liya
" Namanya Lui, kalau aku Cal". Cal perkenalkan diri dan adiknya.
"Anu.. aku permisi keluar ya, adik ini harus banyak istirahat supaya sembuh.". Liya beranjak keluar, tiba-tiba Lui menarik baju Liya.
" Eh, ada apa? kamu perlu sesuatu?". Liya bertanya pada Lui, Lui pun menggelengkan kepalanya.
" Lui, ini sudah malam, kamu tidur ya! Besok kakak ini datang lagi kok!". Cal mempercayakan adiknya yang memegang baju Liya.
Lalu Lui melepaskan tarikkanya dan pergi dari kamar Lui dan Cal. " Selamat Malam, Mimpi yang indah ya.".
__ADS_1
Liya menutup pintu dan pergi. " Lui, aku merasakan apa yang kau rasakan, kakak Liya ini adalah milik kita yang merawat kita.". Cal dan Lui saling tersenyum seakan-akan kebahagiaan mereka akan datang.
Keesokan paginya, setelah Liya selesai mandi, Liya pergi mencari jalan pintas keluar dari kerjaan itu.
" Dimana ya? Kalau lewat ruang tamu banyak pelayan, kalau lewat taman ada penjaga. Enaknya dari mana ya?".
Tiba-tiba seorang anak kecil memeluk Liya dari belakang, ternyata itu adalah Lui.
" Eh... kamu ngapain? kok datang kemari?". Liya bertanya sambil mengelus kepala Lui, Lui hanya tersenyum lebar melihat Liya.
Tanpa berkata apapun Lui mengulurkan tangannya yang mengisyaratkan ingin digendong.
" Eh... Lui mau digendong?".kaget Liya, Lui menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Lalu Liya menggendong Lui. " Astaga! Rencananya mau keluar dari sini, eh malah gendong nih anak.". Liya menggendong Lui sampai taman depan istana. " Istananya luas sekali seakan-akan aku berada di dalam komik yaitu akulah pemeran utamanya hehehe!".
__ADS_1