Anak Kucing Yang Dianiaya

Anak Kucing Yang Dianiaya
Orang Baru


__ADS_3

Seharian Liya mengurung diri di kamarnya tidak ada siapapun yang datang ke kamar Liya kecuali si kecil Lui.


"Mama? Mama kenapa masih tidur?". Ucap Lui dengan wajah polosnya.


"Lui, kenapa dia ada di sini?". pikir Liya yang mulai bergerak untuk menghapus air matanya.


Lui menyadari jalan pikir Liya dan juga air matanya yang masih tersisa di pipinya.


"Mama, Mama menangis? pasti Papa memukul Mama ya.". Ucap Lui yang mengelus pipi Liya dengan lembut.


Liya yang terlihat diam saja mulai menangis kembali dan ia menarik Lui di pelukannya. Liya memeluk Lui begitu eratnya, tiba Cal masuk ke kamar Liya.


"Lui... Kau berada di sini? Papa memanggil mu.". ucap Cal yang masuk dan mendekati Liya.


"Mama. Apakah Mama baru saja di pukul oleh Papa?". ucap Cal.


Liya sama sekali tidak bisa bicara karena tamparan yang sangat kuat hingga membuat pipi Liya memar, dan jika ia berbicara pipinya akan merasakan sakit.


"Lui... datanglah pada Papa dia akan marah jika kau tidak kesana.". Ucap Cal sambil mengelus kepala adiknya.

__ADS_1


Lui hanya diam dan keluar dari kamar Liya tanpa bicara, dengan langkah kaki yang begitu cepat menuju ke ruangan Zart.


"Hhm... Mama aku akan mengikuti Lui dulu, aku merasakan akan terjadi sesuatu.". Cal berjalan keluar mengikutinya Lui diam-diam dari belakang.


"Kenapa Cal begitu? apa Lui akan melakukan sesuatu pada Zart, jika itu terjadi Lui...". Liya bergegas keluar dari kamarnya berlari menyusul Lui dan Cal.


Liya begitu panik dengan keadaan Lui ia begitu cepat berlari menuju ruangan di mana Zart berada.


"Semoga belum terjadi apa-apa pada Lui!". Sambil melihat kanan dan kiri Liya malah berjumpa dengan seorang pria berambut merah dan mata berwarna emas.


Liya tak sengaja menabrak pria itu dan jatuh di pelukannya.


"A-aduh, pipiku sakit sekali.". Liya memegang pipinya ia sama sekali tidak menatap pria itu karena pipinya terlalu sakit.


Liya baru sadar dan beralih pada pria itu dengan mata yang melotot. Pria itu melihat Liya memegang pipinya yang memar kemudian pria itu menyembuhkan luka di pipi Liya.


Liya masih terbaring di atas pria itu hingga pria itu mengatakannya.


"Hei... apa kau suka berada di atas ku?". Ucap pria itu.

__ADS_1


"M-maaf tuan aku tak sengaja.". Ucap Liya sambil menundukkan kepalanya.


Liya merasa malu hingga wajahnya memerah.


"Kenapa kau berlarian seperti itu, siapa yang kau kejar? Lalu kau ini bukan manusia kucing ya, melainkan manusia asli.". Ucap pria itu menundukkan wajahnya sambil memegang dagu.


Liya menunduk akan tatapan pria itu, tatapannya sangat tajam dan terlalu mencolok dengan rambutnya.


"Hai... apa kau baik-baik saja?". Ucap pria itu.


"Aku baik-baik saja, permisi.". Ucap Liya kembali berlari menjauhi pria itu.


Tatapan pria itu menuju Liya hingga Liya menghilang di belokan.


"Wanita yang sangat sempurna.". ucap pria itu.


Pria itu ternyata adik dari istri kedua Zart yaitu Shu Ha, Pangeran dari kerajaan Athyana dimana kerajaan itu pernah perang beberapa bulan yang lalu.


"Zart ini, apa dia tidak ada bosannya ya. Sayang sekali wanita itu dia akan mati jika di sini terus.". Pikir Shu Ha yang bengong sendirian.

__ADS_1


Tak sadar ia bertemu dengan You Xi dan saling berpandangan.


Bersambung...


__ADS_2