Anak Kucing Yang Dianiaya

Anak Kucing Yang Dianiaya
Kembali


__ADS_3

Lirikkan Liya kesemua hutan kelihatan bingung. " Telaga? terakhir kali aku disini gak ada telaga, sekarang kok bisa ada ya?".


" Kau tahu tempat ini, disini dimana kau jatuh dan mendarat. Aku pikir dengan mengubah telaga ini menjadi tanah kau akan mati, ternyata tidak ya." mata sinis Zart melihat Liya.


Liya menundukkan kepalanya. " Ya ampun, berarti jika tidak ada You Xi yang menangkap ku mungkin aku udah mati, raja ini benar-benar tidak menyukai manusia.".


Liya hanya senyum canggung di hadapan Zart dan melirik ke Lui yang senyum manis ke arah Liya.


" Lui jelas tahu apa yang aku pikirkan, ya mau apa lagi memang dasar kucing.". pikir Liya.


Liya memberanikan dirinya untuk bertanya.


" Rrr.. Yang mulia saya mau nanya, apa saya bisa kembali ke dunia manusia?".


Liya mencoba untuk mengangkat kepalanya dan melihat Zart.


Zart hanya menatap lurus kedepan dan tidak bereaksi. " Aku kesini untuk mengantarmu pulang, kalau kau berada disini terus kau bisa mati ditanganku, manusia seperti kalian sangat lemah.".


" Wah.. kalau mau menghina langsung ke dunia manusia aja, jangan aku sendiri.". emosi dikepala Liya.


Liya melihat Lui yang sedih, Liya memegang dadanya untuk menguatkan hati.

__ADS_1


" *Lui maaf, aku tidak bisa disini terus banyak pekerjaan yang harus aku lakukan di duniaku, bagaimana denganmu nanti?".


" Mama. Kak Liya udah Lui anggap seperti mama Lui kalau kak Liya gak ada papa pasti...".


" Maaf Lui kalau kamu kangen kakak kamu bisa datang di dunia manusia, Lui. Lui udah kakak anggap seperti anak sendiri".


" Iya nanti Lui akan datang, kakak tunggu ya*!".


Liya berusaha untuk untuk berkomunikasi dalam pikiran. Liya menutup matanya dan beberapa saat Liya sudah ada di teras rumahnya.


" Eh, cepat sekali, Apa yang terjadi ya saat aku sampai disini. Lui sangat kelihatan sedih dan aku juga kelihatan begitu.". Liya berusaha untuk menenangkan diri, setelah semua yang terjadi padanya.


Liya menjawab. " Eh, Raka ada apa?".


" Ah tidak apa-apa, aku hanya khawatir sama kamu, kemarin aku datang kesini tapi kamu tidak ada.". Raka berjalan mendekati Liya.


Liya mundur beberapa langkah. " Eh.. beneran! hahaha... maaf aku kemarin sangat buru-buru.".


Raka meraih pinggang Liya, melihat tatapan Liya dengan tajam. " Seburu-burunya kamu tetap harus kasih aku kabar, aku khawatir sekali, kamu tidak tahukan kalau aku nyari kamu sampai luar ibukota.".


Liya sangat canggung dengan apa yang dilakukan Raka. " Hahahaha... maaf deh, lain kali aku kabarin. Btw mana saudaramu, kamu datang sendiri?".

__ADS_1


" Dia ada tugas dari ayah, gak bisa diganggu. Hari ini kamu ada rencana?".


Liya berpikir keras, seharusnya hari ini kerja tapi ia inggin cuti sehari. " Gak ada sih, kenapa?".


Raka senyum girang." Ah itu, aku mau ajak kamu makan malam berdua, kamu mau?".


" Hmm... Boleh deh, sekalian aku mau beli Hp baru.".


" Kalau aku beli Hp dua bisa berkomunikasi dengan Lui, tapi entah aku masih bisa kesana atau tidak, Ah ada...!".


" Kenapa. Hp-mu rusak?". tanya Raka.


" Tidak kok, aku hanya ingin membeli saja?". alasan Liya ke Raka.


Raka mendekati kepalanya dan menjedutkan kepalanya ke dahi Liya. " Semenjak kau sudah lulus S2 kau sudah menjadi orang kaya ya.".


Liya meringis kesakitan dan memegang dahinya. " Aduh sakit tahu, udah dong ayo pergi sekarang.".


" Oke..!".


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2