Anak Kucing Yang Dianiaya

Anak Kucing Yang Dianiaya
Pencarian


__ADS_3

Beberapa jam berlalu Liya berjalan-jalan di sekitar istana tanpa menggunakan telinga kucing, sesuai perintah Zart.


Liya melewati berbagai tempat di dalam istana ada taman, tempat latihan, kandang kuda, dan lainnya.


"Aku harus kemana lagi, gak ada tempat yang bisa aku datangi, dan lagi aku gak kenal orang-orang di sini... Upss... bukan orang deng manusia kucing.". pikir Liya sambil menuju taman air mancur yang pernah ia datangi.


"Hah... udara disini sangat sejuk dan segar, lain dengan dunia ku.".


Karena udara yang begitu sejuk sampai-sampai Liya menyenderkan kepalanya di bangku dan memicingkan mata, Udara yang berada di dunia kucing sangat alami dan sedikit basah.


Liya mencoba menenangkan dirinya dan merasakan alam melewati wajahnya.


"Dunia kucing begitu sangat menenangkan, tapi kalau dirasakan dengan penuh ketenangan begini kenapa menjadi begitu bau. Apa perasaan ku saja ya?". pikir Liya.


Walaupun tidak merasa tenang Liya masih merasakan udara bau yang ia hirup Liya tidak bisa menahan aromanya ia pun pergi dari taman itu dan menuju ke istana, hingganya Liya memasuki kamar Cal dan Lui.


"Hai, anak-anak.". ucap Liya sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


"Mama! mama kenapa lari-lari, siapa yang mengejar Mama?". ucap Lui menghapiri Liya yang berdiri di depan pintu.


"Gak kok, bukan siapa-siapa kalian sedang apa?". ucap Liya memegang tangan Lui.


"Kakak sedang mengajariku cara menggambar!". Ucap Lui dengan kegirangan.


"Oh ya, apa aku... m-maksudnya Mama boleh lihat?". Ucap Liya.


"Tentu saja ayo kesini!". ucap Lui menarik tangan Liya menuju kasur.


Liya mengikuti arahan Lui melihat gambar yang ia gambar dan melihat Cal yang menggambar sebuah pemandangan dengan asap hitam di sebelah kiri.


Yang berambut hitam adalah kakak dan yang putih adalah adik, mereka sangat si kagumi begitu banyak pria termasuk seorang Raja. Liya tidak sadar akan gambarannya.


"Mama! mama gambar apa?". ucap Cal yang dari tadi melihat gambaran Liya.


"Oh, ini... Hm... sebuah cerita dongeng...". Ucam Liya yang asal ngomong.

__ADS_1


"Cerita dongeng! Lui mau mendengar cerita Mama.". Ucap Lui sambil menarik-narik tangan Liya.


"Eh... sebenarnya aku tidak tahu ini cerita apa, tanganku bergerak tanpa aku memikir.". Pikir Liya terheran-heran.


"Ayolah, Lui mau mendengar cerita dongeng.".


ucap Lui yang sedari tadi tidur di pangkuan Liya.


Liya terpaksa untuk bercerita dongeng masyarakat yang berjudul "Malin Kundang", hingganya Liya di pertengahan cerita Liya mulai menyadari sesuatu melihat dua anak kucing ini mirip seperti wanita yang ia gambar.


Saat cerita sudah selesai dan hari mulai sore Liya kembali kekamarnya dan memikirkan soal kedua wanita yang ia gambar.


"Masa sih ada orang yang bisanya gak nyadar kalau menggambar, asal nebak pula.". Pikir Liya sambil menatap gambar itu.


Liya mulai memikirkan keadaan Lui dan Cal apa yang akan terjadi pada mereka, pikiran negatif Liya mulai keluar, ia pun berlali keluar kamar dan berlari menuju kamar Lui dan Cal.


Saat Liya berlari dia menabrak Zart yang memegang sebuah gulungan berwarna merah dan biru.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2