
Liya lari hingga sampai di supermarket, tetapi percuma saja Zart dapat mengejarnya.
"Mau kemana?".
"Aaaaahhhh!!! Lepaskan aku, Toloooong! Ada penculikan!!!".
"Kau bilang aku penculik? Huh, kita lihat, siapa yang berani menolong mu?!".
"Tentu saja tidak ada yang berani!".
Liya di pikul seperjalanan. Saat itu Liya masih memikirkan kenapa raja itu bisa berubah sikap, Anehnya kenapa dia mengatakan kalau Liya suka dia apa tidak. Seperjalanan waktu Liya hanya memandangi semua kedai-kedai makanan.
"Itu... Yang Mulia? aku harus pulang, ini sudah sore aku juga sudah bau kringat.".
"Kau bisa mandi nanti, sekarang kau ikut denganku.".
"Kemana?".
Zart tidak menjawab. Tiba-tiba ia memanggil mobilnya. Liya kembali berpikir. Bagaimana bisa raja itu menjadi presedir, Liya ingat bahwa raja itu mengatakan kalau dia tidak menyukai manusia.
"Kita jemput Lui dan Cal dulu ya?".
"Tidak, mereka sudah bersama You Xi.".
Liya hanya memandangi Zart dengan tidak percaya.
"Apa kau sudah puas untuk melihat ku?".
__ADS_1
"Aku tidak melihat mu, tapi...".
"Apa?".
Liya bersiap dengan pertanyaannya sendiri.
"Kenapa kau sangat jahat, kepada rakyatmu, bukan hanya rakyatmu tapi juga anakku?".
Zart tidak menjawab, ia hanya memandang malas ke Liya, untuk beberapa detik Liya akhirnya menyerah dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kalau tidak mau jawab ya sudah.".
Entah apa yang salah dari kata-kata Liya Zart hanya memutar wajah Liya untuk ke mengarah padanya.
"Jika kau menyukai aku, aku tidak akan menyakiti mereka.".
"Aku tidak akan menyukai siapapun. Mau itu kau ataupun yang lain.". Liya menepis tangan Zart dan beralih pandangannya ke kaca jendela mobil.
Untuk beberapa jam sudah tiba malam hari, rasanya tempat yang mereka kunjungi sangat dingin seperti di kutub selatan. Liya mengusap-usap tangannya.
"Dingin, dia mau bawa aku kemana sih?".
Tiba-tiba Zart membuka jasnya dan memberikannya kepada Liya.
"Disini sangat dingin, pakai dan tidurlah.".
Liya tidak bisa apa-apa selain menurutinya, lalu tangan Zart meraih kepala Liya dan menaruhnya di pahanya.
__ADS_1
Beberapa perjalanan Liya, tak sadarkan diri karena kedinginan Zart terpaksa menggunakan kekuatannya untuk menghangatkan Liya. Saat itu Zart langsung menelfon You Xi.
"You Xi?".
"Iya kak? Ada apa?".
"Siapkan kamar untuk Liya, aku akan membawanya pulang.".
"Pulang, tapi aku sudah kembali ke tempat kita?".
"Mangkanya aku bilang siapkan kamar untuknya, dia akan aku bawa ke dunia kucing!".
"Oh, benarkah! Baiklah!".
You Xi menutup telfonnya dan mulai berpikir.
"Tumben sekali kakak tidak galak? Biasanya mencampakkan barang dulu.". You Xi menggaruk-garuk kepalanya, lalu pergi tapa pikir panjang.
"Liya kau sangat menarik sekali, wanita seperti mu bisa menarik semua kegelapan di dalam tubuhku. Apakah selama ini aku salah menilai wanita?".
Kini Zart hanya mengusap-usap kepala Liya. Rasa yang belum pernah Zart rasakan adalah seperti apa wanita melayani prianya dan seperti apa wanita tersenyum didepan prianya.
Zart membayangkan hal-hal yang belum terjadi, ia hanya memandang wajah Liya yg tertidur pulas.
"Liya mulai sekarang aku adalah suami mu, kau harus menuruti semua apa kata ku.".
Rasa suka yang mencapai batas kesadarnya sangat berbahaya, suka yang mencapai tahap obsesi membuat seseorang tidak pernah lepas dari orang tersebut.
__ADS_1