
Zart dan You Xi masih berkelahi layaknya seorang pendekar dan kesatria. Dua anak kucing ini serius memperhatikan gerak-gerik perkelahian itu, Liya langsung mengalihkan perhatian mereka.
"Ehmm, Lui, Cal kita pergi yuk.". kata Liya.
"Tapi bagaimana dengan Papa dan Paman?". tanya Lui.
"Biar aja, itu urusan mereka kita gak usah ikut campur.". jawab Liya
"Paman bisa aja terluka, Papa bakal ngelukai Paman.". kata Cal, yang paling merhatikan mereka.
"Benar juga, janjinya hanya tidak melukai Cal dan Lui, kalau You Xi terluka.". pikir Liya.
Tiba-tiba Cal dan Lui berlari menghalangi Zart untuk memukul You Xi, mereka berdua merentangkan tangan ke arah Zart.
"MINGGIR KALIAN!".
"Papa jangan lukai paman You Xi.".
"JANGAN MEMBANTAH, AKU BILANG MINGGIR!.".
Liya yang memperhatikan Zart apakah dia akan memukul Cal dan Lui.
"Mentalnya benar-benar buruk.". pikir Liya, ia mendatangi mereka.
"AKU HITUNG SAMPAI TIGA, AKU AKAN MEMUKUL KALIAN. SATU!".
Cal dan Lui tidak minggir sama sekali.
"DUA!". Zart mengepalkan tangannya dengan erat, siap untuk memukul.
Liya mendengar perhitungan Zart, ia secepatnya berlari.
"TIGA!". BUGH!!!.
__ADS_1
Pukullan Zart tepat pada seseorang yaitu Liya. Zart tepat mengenai pipi Liya hingga jatuh ke tanah.
"Ssstt...". Liya bangun dari tanah dan memegang pipinya, air mata Liya hampir jatuh tapi ia berusaha untuk tidak menangis dan menahan rasa sakit.
"LIYA!". Zart teriak menuju ke Liya.
"Apakah sakit?".
Zart memegang pipinya dan mengarahkan wajahnya ke Zart.
"Si Bang*at ini malah bertingkah kaya anj*ng.". pikir Liya.
"Bodoh! kenapa kau menghalngi untuk memukul mereka!".
"Ya, karena kamu dah janji gak bakal mukul Lui dan Cal.".
"Aku memukul mereka karena merek....".
"Hhm... jangan marah-marah dong, wajah mu jadi jelek bikin mau muntah.".
"Apa jika aku diam aku ganteng?".
Liya merona dengan pertanyaan Zart.
"Ya aku tahu kau ganteng, tapi jangan kepedean juga.". pikir Liya.
"Hhmm... aku mau kembali ke kamar, disini dingin sekali.". kata Liya.
"Biar aku gendong.".
Liya tidak berani menatap You Xi, Cal dan Lui yang sedang memperhatikan reaksi Zart terhadap Liya.
Zart pun pergi meninggalkan mereka bertiga dengan menggendong Liya.
__ADS_1
"Papa kalian ...". kata You Xi.
"Aneh.". di sambung oleh Cal.
"Papa pasti jatuh cinta sama Mama!". Lui mengatakanya dengan loncat-loncat gembira You Xi dan Cal hanya memandangi Lui.
Disisi lain Zart dan Liya hanya diam dengan heninggnya perjalanan mereka kekamar. Sesampai mereka di kamar Zart meletakan Liya dengan lembut.
"Ada yang aneh, sikapnya berubah total beberapa detik yang lalu.". pikir Liya
Zart mengulurkan tangan dan mendekatkan mulut Zart ke pipinya Liya.
"A...APA yang kau lakukan!". Liya mendorong tubuh Zart yang akan menimpanya. Tapi itu percuma tenaganya terlalu kuat.
Zart mengepalkan tangannya dengan tangan Liya dengan erat.
Zart berbisik ke telinga Liya, hembusan nafas Zart membuat Liya merona lalu Zart menjilat telinga Liya.
"Berani nyebut aku dengan sebutan 'kau'? mau kena hukum?".
"Apa ini, kucing ********.". pikir Liya
Lalu Zart mengarahkan mulutnya ke pipi Liya dan mengemutnya. Liya hanya diam karena tidak ingin menambah masalah.
"Kamu ngapain?". kata Liya.
"Menyembuhkan.". jawab Zart dengan nada lembut.
"Menyembuhkannya jangan kayak gini dong, gunakan kekuatan mu yang sebelumnya. Ya wajar sih diakan kucing.".
Selain itu You Xi, Cal dan Lui menguping di balik pintu.
Bersambung...
__ADS_1