Anak Kucing Yang Dianiaya

Anak Kucing Yang Dianiaya
Bukan Duniaku


__ADS_3

"Semenjak anak kucing itu aku bawa kerumah, rumahku hancur lembur kayak kapal pecah. Sampai esoknya aku pulang kerja, rumahku selalu menjadi kapal Pecah! aku sangat-sangat marah sekali karena aku pikir kedua anak kucing itu telah membuat surgaku menjadi neraka". pikir Liya.


Setiap Liya pulang dari pekerjaannya, rumahnya menjadi kapal Pecah dan kedua anak kucing itu tidak ada di rumahnya. Tetapi...


" Miaw!Miaw!". suara anak kucing itu datang.


mencakar-cakar pintu luar Liya setiap malam pukul 01.23.


"Ya ampun, kenapa selalu begini". pikir Liya.


Anak kucing itu memiliki badan memar di tubuhnya, Liya sampai hafal bekas luka itu. Liya berpikir orang yang pemilik kucing tersebut tahu bahwa kucing mereka ada di sini.


" Kalian, kenapa? kenapa seperti ini lagi. padahal aku selalu mengunci pintu rumah. Sebenarnya siapa tuan kalian?, padahalkan kalian sudah di usir, kenapa menginginkan kalian kembali, apa untuk membuat kalian mati, padahal kalian masih anak kucing yang begitu kecil." kata sedih Liya melihat dua anak kucing itu.


Liya bersabar untuk ke-3x-nya. Menjelang beberapa Minggu. Kesabaran Liya habis. Liya mencari tahu tentang tuan pemilik kucing itu. " astaga, ini udah 34x-nya, kesabaran ku habis. mereka benar-benar sudah keterlaluan. lihat saja, aku akan menunggu mereka datang. Dan paginya aku pura-pura bekerja. Aku akan membuntuti mereka! hehehehe...!!". Liya berpikir sinis karena Liya adalah manusia penyayang makhluk hidup. (Author: anggap aja iya.)

__ADS_1


Beberapa jam kemudian tiba waktunya jam 01.23 tidak ada tanda-tanda keberadaan kucing itu, Liya tetap menunggu hingga akhirnya Liya tertidur.


Pagi pun tiba, Liya masih sedih karena kucing itu tidak kunjung ke rumah Liya. Tiga hari kemudian Liya agak tenang karena Liya berpikir bahwa anak kucing itu mungkin sudah memiliki tuan yang baru, yang bisa menyayangi mereka.


"Sudah beberapa hari ini, kucing itu tidak datang juga. Ah mungkin mereka sudah memiliki tuan baru. Ya, pasti begitu. Tapi, setidaknya aku harus tahu mereka dimana. Hah, rasanya sangat sepi. Ya ampun sudahlah tidak usah di pikirkan. selesai lipat baju, pergi ke mall kayaknya seru!! setahuku baju mall dicina sangat bagus. Tapi di Indonesia sih gak kalah bagusnya!! hehehe..". Liya termenung sambil berjalan ke lemari bajunya.


Saat Liya membuka lemarinya, ia meletakkan pakainya, dan iya membawa tas yang berisi banyak uang. tetapi saat Liya menutup lemari pakaiannya, ia melihat ke arah lemari yang iya gunakan untuk pakaian musim dingin, lemari itu begitu bercahaya.


"Eh, apa itu?, ya ampun silau banget, apa sih ini?". Liya sangat keheranan.


Liya tidak merasakan sakit saat jatuh ketanah. "eh kok tidak sakit, padahal aku jatuh dari atas langit lho". pikir Liya dan pelan-pelan membuka matanya


Liya melihat sesosok pria bertelinga kucing. Liya kaget dan syok, reflek Liya langsung menampar pria itu lalu lari ke semak-semak.


"Astaga, kuping meong, cakep banget. Udah kayak oppa Korea aja. Tunggu ini dimana, kok aku bisa disini. oh aku baru sadar kalau ada yang menarik ku, untuk masuk ke dalam lemari. Dunia di dalam lemari ini seperti bukan duniaku? btw ini dunia apa?". Liya berpikir sambil lihat pria itu.

__ADS_1


"Hmm... Permisi ini dimana ya? eh.., eeehhhhh~~!!!". Liya kaget melihat tangan pria itu mengeluarkan darah.


Cepat-cepat Liya keluar dari persembunyiannya dan mendekati pria itu.


" Aduh kamu gak apa-apa, ini pasti berdarah karena kamu menangkap ku dari atas, gawat aku cari perban dulu ya!". Liya panik mencari perban sedangkan pria itu selo melihat Liya yang aneh.


Tetapi disekitarnya tidak ada apapun. Liya sadar kalau dia berada di hutan. Liya berpikir lebih jernih lagi.


"Tidak mungkin ada sesuatu di hutan.


Aha! Ada ide!". Liya kembali pada pria itu, lalu mengoyakkan bajunya dan memperban luka pria itu.


Tiba-tiba pria itu bertanya pada Liya, kepala pria itu mendekati telinga Liya yang memanas. " Kau, kau bukan dari sini?".


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2