
"*Pagi hari yang cerah menyinari alam bebas, rasanya ingin hidup dengan bahagia.".
"Sayang !".
"Eh, ka... kamu sedang apa disini?".
"Sedang apa? aku ini suamimu dan ayah dari anak-anakmu.".
"Hmm... Hah*?". ".Ternyata cuma mimpi.".
Liya memegang tangan seseorang dan berbalik ke arah orang itu. Ternyata hanya anak-anak kucing.
"Lui, Cal. Tunggu aku ini didunia kucing!".
"Mama ada apa?".
"Eh! Ma...Mama? Lui ini kakak Liya bukan mama mu!".
"Eh, tapi Papa bilang , kakak Lui udah jadi Mama Lui.".
Liya beku di tempat, apa yang di maksud Lui, Liya pun pergi keluar untuk bertemu dengan Zart. Di sekeliling istana tidak apa sosok yang mulia itu, Liya terus mencari hingga seluruh ruang istana lalu ia nekat untuk keluar gerbang istana untuk mencari kebenaran You Xi. Karena You Xi adalah satu-satunya orang yang bisa keluar istana tanpa izin.
"Seperti apa pun itu, aku akan mencarinya.".
Liya berlari ke desa, dan banyak pedagang yang mulai memperhatikannya. Para pedagang itu berbisik-bisik di hadapan Liya, lalu...
__ADS_1
"Kenapa mereka memandangi ku? apakah mereka tahu kalau aku manusia, padahal aku kan...". Tangan Liya menyentuh kepalanya.
"Astaga! Kenapa tidak ada! a-aku lupa memakainya!".
Merasa malu Liya lari secepatnya untuk bersembunyi, tapi saat ia lari Liya menabrak pedagang yang membawa jerami. Akhirnya mereka jatuh dan tumpukan jerami itu menutupi Liya, ia menyingkirkan tumpukan jerami di tubuhnya, banyak orang-orang datang dan melihat, salah satu dari mereka berteriak.
"Aaahhh!!!! Manusia!". Seorang wanita berteriak.
"Apa!". Pikir Liya
"Dia adalah penyihir! Kita harus bawa dia ke Paduka raja!".
"IYA AYO!!". Semua berseru setuju, mereka memegang tangan Liya dan menyeret dari belakang.
Para pedagang itu tidak mendengar apa kata Liya, tetapi mereka malah menjambak dan memukuli Liya supaya diam.
"Hei, diam kau penyihir! Kau wanita penyihir yang di kirim dari dunia kalian! Kalian telah membuat yang mulia marah kepada semua wanita!".
"Apa maksudmu?! itu bukan aku!".
Wanita itu menampar Liya untuk diam, tetapi Liya malah pingsan karena mereka. Entah apa yang akan dilakukan Zart, mereka semua terus menyeret Liya, sampai istana.
Tiba di istana, mereka semua menunduk kepada Zart.
"Yang mulia, lihatlah apa yang kami bawa anda pasti sangat senang.".
__ADS_1
Zart hanya menatap datar dan bingung, lalu pedagang itu menyampakan Liya di hadapan Zart.
"Yang Mulia! lihatlah, kami menemukan dia berlari-lari di desa. Seperti cacing kepanasan. Hahahaha...".
Semua pedagang itu tertawa. Liya yang sudah sadar beberapa detik yang lalu dari pingsannya mendengar mereka menertawainya,
"Bangs*t! negara apa ini yang menertawakan orang lain.". pikir Liya
"Apa yang dilakukannya, berani sekali dia keluar istana tanpa izinku! Dan juga mereka.". Pikir Zart.
"Yang Mulia, kami sudah memukulinya sampai pingsan.".
"Apa! Berani sekali.". pikir Zart.
"Ya, kami memukulinya supaya dia tidak menggeliat seperti cacing!".
Semua penduduk itu tertawa puas, tiba-tiba Lui, Cal dan You Xi datang, dan melihat Liya terpuruk di lantai tak berdaya.
"MAMA!". mereka serentak mengatakannya, dan berlari ke Liya
"Liya! gawat apa yang terjadi!". You Xi melirik ke samping, ia melihat kakaknya sedang mengatur nafas untuk bersabar.
"Oke! Selamat tinggal dunia kucing, setelah ini kakak ku yang akan menghancurkan negara ini, Miaw~Miaw!".
Bersambung...
__ADS_1