
3 hari kemudian di jendela kamar Liya memandang keluar melihat berbagai pemandangan dan kedamaian di desa kerajaan kucing ini.
Sesaat Lui memasuki kamar Liya.
"Mama, Lui lapar.". Ucap Lui berlari dan menggenggam rok Liya.
Liya menggendong Lui keluar kamar menuju dapur. Di perjalanan menuju dapur tidak sengaja Liya dan Lui bertemu dengan Cal yang berjalan sendiri.
"Cal kau mau kemana?". tanya Liya menghampiri Cal.
"Mau menemui Papa, Papa baru saja memanggil ku. Aku pergi ke Papa dulu ya nanti aku takut Papa marah.". Ucap Cal pergi sambil berlari.
Liya dan Lui saling menatap binggung dan kembali menuju dapur sesampai mereka di sana Liya menuruni Lui dan menyuruhnya untuk duduk di bangku.
Liya akan memasak untuk Lui sambil berpikir untuk membuatkan Zart sedikit makanan yang berenergi.
"Lui suka makan apa, biar Mama buatkan.". ucap Liya yang mencuci tangannya.
__ADS_1
"Lui suka ikan yang di hiasi buah dan saus tomat.". ucap Lui.
"Baiklah Mama akan membuatnya dengan cinta dan rasa spesial khusus untuk Lui.". Ucap Liya membuat Lui senang dan berloncat-loncatan.
Liya pun memasakan apa yang Lui inginkan, ia membersihkan ikan dan juga buah-buahan yanh segar. Lui memperhatikan cara Liya memasak begitu dengan perhatian dan kasih sayang di mata Lui.
"Mama yang berwarna putih seperti pasir itu apa?". Tanya Lui yang menunjuk ke arah toples yang berisi garam.
"Ini adalah garam ia membuat masakan supaya merasa lebih enak.". jawab Liya sambil merebut air.
"Kalau yang putih seperti bedak itu apa?". Tanya Lui menunjuk ke arah tepung gula.
"Apa itu Blender?". Tanya Lui menaiki meja makan.
"Kamu tidak tahu? blender adalah sebuah alat penggiling bertenaga listrik.". Jawab Liya sambil memotong buah-buahan.
"Apa Lui boleh melihatnya?". ucap Lui sambil mendekati Liya.
__ADS_1
"Di dunia mu tidak ada yang namanya blender yang ada berada di dunia ku.". ucap Liya yang sedang membuat saus tomat.
"Kalau begitu ayo kita pergi ke dunianya Mama, Lui ingin sekali melihat benda bernama blender itu.". ucap Liya sambil menarik-narik baju Liya.
Liya hanya bisa diam dan tidak ingin membuat masalah dengan membahas kembali ke dunianya.
"Lui ayo duduk makanannya sudah selesai.". ucap Liya mengalihkan permintaan Lui.
Lui pun menuruti apa kata Lia dan ia tak membahas tentang yang ia katakan tadi. Liya merasa sedih karena beberapa hari ini ia tidak kembali ke rumahnya, ia sangat rindu dengan teman-temannya, rumah sakit miliknya dan juga membalas budi pada orang yang telah membantunya.
Liya kembali membuat makanan untuk Zart
Liya berpikir apa yang akan ia buat untuk membuat makanan yang tidak bisa ia tolak dan bisa mendinginkan hatinya, tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala Liya.
"Aku ada sebuah ide, aku akan membuatkan dia es krim rasa strawberry dia tidak akan mungkin bisa menolaknya, Es krim ini harus aku update supaya lebih indah lagi.". pikir Liya sambil mempersiapkan bahan-bahan yang akan ia gunakan.
"Baiklah ayo semangat Liya tidak boleh menyerah.". pikir Liya sambil menyemangati diri sendiri.
__ADS_1
Bersambung...