
*ada rindu yang belum juga sampai.ada tangis yg tak kunjung menetes ada duka yg tak kunjung hilang*
itu lah yang dirasakan oleh gadis yang baru saja bangun dari mimpi indahnya.
sudah sebulan berlalu kondisi Warda jauh lebih baik dan dia juga mulai aktif sekolah lagi, pagi ini dia terbangun karena memimpikan keluarga nya dia menangis di kamar dan tak sengaja umi Fatimah yang hendak membangunkan anak angkatnya itu mendengar suara tangisannya lantas dia masuk dan mendapati Warda sedang menangis
"hei....anak umi kenapa menangis?"ucap nya langsung masuk dan memeluk ku
"aku merindukan mereka umi coba saja waktu itu aku ikut mereka! pasti semua ini tidak akan terjadi umi...hiks!!!"ucap ku sesenggukan
"anak umi gak boleh gitu! inget sayang masih ada kami di sini keluarga Warda juga! ada Abi! umi! kak felix! dan yang lainnya juga termasuk keluarga warda. Warda gak boleh ngomong gitu lagi ya inget sayang masih ada kami, doakan yang terbaik untuk mereka! sekarang Warda gak usah mikirin itu lagi yah"ujarnya menjelaskan panjang lebar.
"Tetap hidup, ya? Meski dunia terus memeras rasa sakitmu, meski tidak ada yang peduli padamu, meski mataharimu sudah tidak secerah dulu... tolong tetap hidup sampai akhir, ya? Setidaknya... untuk dirimu sendiri dan... untuk umi sama Abi. Itu sudah cukup."ucap nya lagi menasehati ku sambil memelukku dengan erat
"Hm...tapi umi Fatimah janji gak bakalan ninggalin Warda?"ujar Warda sambil menghapus air matanya dan mengangkat jari kelingking sebagai tanda perjanjiannya.
"iya umi janji! sudah ya kamu siap-siap sana habis itu sarapan dan berangkat sekolah! umi bantu kamu siapin seragam nya"ucap umi Fatimah langsung menuju ke ruang pakaian dan menyiapkan seragam sekolah Warda. kamar ini lumayan besar 1 kamar ada ruang ganti dan toilet.
setelah selesai Warda dan Fatimah turun ke ruang makan, sedangkan Alex dan felix dari tadi sudah menunggu cukup lama sambil mengerjakan pekerjaan kantor.
"kenapa kalian lama sekali! kami sudah lapar menunggu"ucap felix menutup laptopnya
"benar sweety, Kenapa lama sekali apakah ada masalah?"ucap Alex melanjutkan
"Tidak ada kami hanya mengobrol sebentar iya kan sayang"ucap nya mengedipkan matanya
"eem...iya"ucapku canggung akan keadaan keluarga yang harmonis ini beda sekali dengan kehidupan ku yang dulu.
"Warda kenapa mata kamu? kamu habis nangis lagi?"ucap felix yang langsung pindah ke kursi depan ku, sehingga kami saling berhadapan
aku gugup ditanya seperti itu oleh kak felix sehingga tidak sengaja menggenggam tangan umi dengan kuat lantas umi menoleh pada ku dan dia langsung menatap felix dengan tajam.
"ekhm....Abi! Fatimah nanti izin mau pergi sama Warda ke makam orang tuanya boleh kan?"tanya Fatimah mencoba Menganti topik
"boleh asal sama Abi berangkat nya!"ucap Alex dengan santai sambil memakan makanan nya.
"loh... emang pengawal saja tidak cukup apa sampai Abi pun mau ikut juga?"ucap Fatimah kesal kemana-mana harus ada pengawal saja sudah menarik perhatian banyak orang, ini malah mau ikut juga.
"tidak kalau sweety keluar harus sama Abi! pengawal saja tidak cukup!"ujar Alex mendekati Fatimah dan duduk di samping nya
"ih... dasar posesif"ucap nya cemberut dan melipat kedua tangannya
"kalau begitu felix juga ikut"timpal felix ikut angkat bicara
"hah... kalian berdua ini apa gak ada kerjaan di kantor sampai harus ikut semua?" ucap nya kesal dan langsung berdiri membawaku pergi.
__ADS_1
"ayo Warda kita ke mobil umi akan mengantar mu ke sekolah!"aku hanya mengangguk dan pasrah saja
"sweety tunggu! kamu lupa pagi ini kita ada pertemuan! Abi gak mau pergi sendiri"ucap Alex teringat kalau pagi ini mereka akan menghadiri acara pertemuan dengan para kolega bisnis nya dan mengharuskan membawa pasangan.
"oh iya Fatimah lupa! sayang kamu berangkat sama pak supir tidak apa-apa kan?"ujar Fatimah menunduk memelukku.
"nanti setelah pulang sekolah kami jemput! kita ke makam orang tua mu sama-sama yah?"
"iya"jawab ku singkat
"Alan kau antar anakku dulu baru pergi ke kantor"
"baik tuan"
"mari nona"ujar Alan membukakan pintu mobil
"Warda maaf ya Abi sama umi ada pertemuan yang sangat penting dan Abi gak mau pergi kalau gak ada umi di samping Abi! gak papa kan kalau berangkat sama Alan"ucap Alex menunduk menyamakan tinggi ku
"iya aku bisa berangkat sendiri"ucap ku singkat
"terimakasih ya! ya sudah ayo berangkat sebelum terlambat?"Alex menggandeng tangan istrinya dan pergi menuju mobil yang ada di belakang mobil ku sama hal nya dengan felix dia menuju mobil yang berada paling belakang di antara mobil pengawal nya.
di tengah perjalanan Alan melihat ku yang terdiam dan memandangi jalanan lewat jendela mobil dia mengambil nafas nya dalam dan kembali melihat kedepan
"Alan berhenti di parkiran saja"ucap ku yang sudah hampir sampai di parkiran sekolah.
"baik tuan"ucap si supir
turun dari mobil dari kejauhan aku melihat sahabat ku ades.
"ades...
"eh Warda kamu masuk?"ucapnya terkejut
"iya udah lama juga aku gak masuk! apa hari ini ada pr?"ucap ku
"gak ada sih, oh ya katanya kamu sakit sakit apa kok lama? apa kamu sudah sembuh?"ucap nya memberi ku banyak sekali pertanyaan
"ya... begitu lah. tapi sekarang sudah mendingan kok kamu gak usah khawatir"ucap ku gugup
"bener nih! kalau kamu masih sakit jangan di paksain masuk!"ujarnya menyelidik
"iya ades, sudah jangan bahas lagi! ayo nanti telat lagi!"ucapku jalan lebih dulu dan kami pergi ke kelas bareng.
sedangkan di mobil Alan masih belum pergi sebelum nona muda nya memasuki gerbang sekolah
__ADS_1
"apa kalian sudah siap di posisi"ujar Alan berbicara lewat earphone yang tersambung ke setiap anak buahnya yang di tugaskan untuk menjaga nona nya lewat penyamaran di sekeliling sekolah.
"siap tuan Alan"jawab mereka kompak
"bagus kalau begitu saya tinggal dulu karena masih banyak pekerjaan?"
"pak kita ke kantor sekarang"ucap Alan pada supir
karena ini pertama masuk sekolah banyak sekali anak-anak yang memberi ku ribuan pertanyaan dan beruntung nya buk guru masuk kelas.
"assalamualaikum anak-anak"ucapnya masuk kelas
"waalaikumsalam buk Fida"jawab yang lain kompak
"eh Warda sudah masuk gimana sudah sehat?"ucap nya yang melihat meja ku sudah di tempati pemiliknya.
"Alhamdulillah sudah sehat buk"ucap ku
setelah selesai pelajaran karena aku malas untuk keluar kelas jadi aku hanya main di kelas saja sambil cerita-cerita biasa perempuan selalu kepo xixi...
"eh Warda katanya kamu di adopsi sama orang kaya ya cerita dong ke kita udah sebulan loh kamu gak masuk mana handphone nya gak aktif lagi kita hubungi ya gak"ucap Mina melirik ke yang lain
"iya tuh Warda semenjak jadi anak angkatnya orang kaya jadi gak mau sama kita nih"timpa yang lain
"apa sih rek orang aku lagi sakit sebulan mana kepikiran mau main handphone"ucapku
"aku emang di angkat jadi anak sama beliau. namanya Abi Alex sama umi Fatimah"
"wah wah... panggilannya aja Abi! umi! udah ganti aja bukan ayah! ibu lagi nih"ucap Zida yang ada di depanku
deg... karena dia menyebut nama itu aku jadi kepikiran lagi tentang mereka tapi aku menahannya supaya tidak sedih di hadapan mereka.
wah parah mereka nih gais kan jadi sedih lagi nih Warda
"gak mereka sendiri yang menyuruh ku memanggil dengan panggilan itu! lagian aku juga suka dengan panggilan nya Abi dan umi bukannya bagus"ucap ku tersenyum menahan diri untuk tidak menangis dan mengepalkan tangan di balik meja belajarku
"iya sih! oh ya kamu tinggal di mana sama mereka?"
"aku tinggal di perumahan taman gading sumbersari"jawab ku mulai terlihat tidak bisa menahannya lagi
oh....
"ya sudah aku mau ke toilet dulu sebentar lagi mau bel masuk permisi...
aku sudah tidak bisa menahannya lagi dan langsung pergi ke toilet di dalam sambil melihat di pantulan cermin aku membasuh muka dan mengambil obat yang sudah aku kantongi sebelum pergi ke toilet tadi
__ADS_1
"sabar Warda sabar! tahan! tahan! kamu pasti bisa inget kata umi. kamu harus hidup untukmu dan keluarga barumu"ucap ku meyakinkan diri dan langsung meminum obat yang sudah di resep kan oleh dokter Sintia.