
setelah mengetahui Warda sudah sadar keadaan mansion kembali hangat tidak seperti beberapa waktu yang lalu dimana Alex dan felix mengintrogasi Breil dan beberapa pelayan atas kelalaian mereka dalam menjaga sang nona sehingga harus kembali drop.
karena hari ini adalah hari libur felix sudah berjanji akan mengajak adiknya itu jalan-jalan ke perpustakaan umum dan beberapa tempat lainnya. sedangkan Alex dia lebih memilih untuk olahraga di gym dan menemani sang istri seharian di rumah karena umi Fatimah tidak di ajak oleh felix sebab dia sudah janji akan pergi berdua tidak terkecuali para bodyguard nya.
setelah felix selesai berolahraga dengan para pengawal di gym felix mempunyai ide untuk mengerjai adiknya dia pergi ke dapur untuk membuat biskuit kesukaan Warda.
"Warda... liat nih kakak buatin kamu biskuit! Ini kakak sendiri loh yang buat" ucapnya tersenyum
"Kak...kan aku masih belum boleh makan sama kak Wili kakak gimana sih"ucapku kesal pasalnya apabila infus nya belum habis maka tidak dibolehkan makan-makanan pedas dan manis seperti biskuit itu
"Oh iya ya lupa yaudah deh kakak makan sendiri emm...enak loh"felix dengan santainya makan di depan adiknya dan itu membuatnya kesal.
"Umi....kak felix! Gangguin Warda terus nih"teriak ku mengadu pada umi karena Kak felix dan Abi paling takut kalau sampai umi marah karena berujung Omelan yang tiada henti.
"Eh jangan di aduin ke umi dong kak felix kan cuma bercanda"ucapnya kelagapan
"Biarin siapa suruh ganggu aku! week"ucapku tersenyum mengejek
"ada apa Warda umi lagi di dapur tadi! kamu kenapa?"ucap Fatimah saat berada di dapur dia mendengar teriakkan anaknya itu dan langsung bergegas ke kamar Warda
"kak felix nih umi! sudah tau aku masih belum di bolehin makan-makanan manis kak felix malah buatin aku biskuit aku kan jadi pengen"ucapku mengadu pada umi.
"apa benar itu felix"ucap umi dengan berkacak pinggang
"hanya bercanda doang kok umi"tunduk nya seperti anak kecil yang di marahi ibunya.
"sudah jangan suka Jahil sama adik kamu! hubungi Wiliam untuk mencabut infus Warda! sepertinya sudah mau habis"ucapnya melihat infus yang tinggal sedikit
__ADS_1
"yes!! akhirnya nanti sore berarti jadi ya kak kita jalan-jalannya?"ucapku kegirangan
"emang kamu gak mau nunggu besok dulu sampai benar-benar sehat Hem..."ucap kak felix
"gak aku maunya sekarang kakak sudah janji loh gak boleh ingkar"ucapku cemberut
sedangkan felix hanya melirik sang ibu untuk meminta pendapatnya dan Fatimah mengangguk sebagai jawaban di perbolehkan.
"oke tapi kamu harus janji mulai sekarang harus terus sehat tidak boleh sakit-sakit lagi"ucapnya memberikan jari kelingking nya
"janji"
sore pun telah tiba dokter Wiliam juga sudah melepas infus ku dan memperingatkan felix untuk benar-benar menjaga kesehatan ku
di tengah perjalanan felix melihat ada museum di depan dan dia sangat tertarik untuk mengunjunginya.
"Warda kita mampir ke museum dulu ya habis itu ke perpustakaan umum gimana?"ucapnya meminta izin ku
kami pun turun dan melihat-lihat koleksi di dalam museum dan kami juga menyempatkan berkeliling di sekitar karena terdapat banyak sekali tempat orang berjualan. setelah selesai kami kembali pada tujuan awal yaitu pergi ke perpustakaan umum
"Warda bagaimana dengan buku yang ini"ucap felix mengangkat salah satu buku yang lumayan cukup besar dan tebal.
"Kak itu ketebalan! Nanti aku gak sanggup baca lagi"ucap ku
"Tapi ini buku sejarah loh kamu gak mau?"ucapnya lagi
"Sejarah! Hem... boleh deh"setelah dipikir-pikir buku sejarah termasuk buku favorit ku jadi aku ambil beberapa buku sejarah kenapa aku hanya memilih buku sejarah ya! karena di mansion Abi sudah ada ruang perpustakaan dan isinya hanya buku bisnis dan pengetahuan umum lainnya.
__ADS_1
"kak kita mampir ke restoran dulu yuk aku lapar?"ucapku mengusap perut yang sudah demo dari tadi minta diisi.
"boleh! ayo!"
setelah sampai di restoran kak felix izin untuk mengangkat telepon yang tiba-tiba berbunyi dan katanya itu sangatlah penting sehingga hanya mengangkat panggilan saja harus keluar restoran. setengah jam berlalu kak felix masih belum juga kembali dan makanan yang sudah di pesan mulai dingin sedangkan Warda mulai melamun semenjak kak felix keluar bahkan makanan nya datang pun ia tak sadar hingga briel yang baru saja masuk dan berdiri di belakangku berucap.
"Nona!
Jangan terlalu lama membisu Katakan saja, tak apa Karena sudah terlalu banyak luka yang nona ajak bercanda
seorang introvert takan pernah pergi la begitu pandai berdamai dengan hati Hanya saja bila terlalu lama anda menghilang yang nona temukan ia lah orang yang berbeda saat anda pulang" ucap briel sang pengawal yang ditugaskan Alex untuk terus mengikuti kemanapun nona muda nya pergi.
"Bagaimana caranya aku menjelaskan padamu bahwa berbicara denganmu membuat ku tenang? Aku memang tidak pernah menceritakan masalah ku padamu, tapi itu bukan karena aku tidak membutuhkan dirimu. Aku hanya tidak bisa menceritakannya, karena dari dulu yang ku pelajari adalah cara memendam masalah tanpa membaginya pada siapapun.
Jadi, jika kau berpikir bahwa aku tidak membagi ceritaku karena aku tidak menganggap kau ada, maka kau salah. Aku mungkin tidak pernah membagi cerita tentang masalahku dengan mu, tapi ketika aku punya masalah lalu berbicara denganmu, itu membuatku melupakan masalahku, itu membuatku merasa lebih baik. Ini menyakitkan, tapi aku baik-baik saja. Aku sudah terbiasa dengan itu"ucap ku menarik nafas dalam-dalam
"Apa kau tidak mengerti? Selama ini jika aku tidak mengganggap mu sebagai orang penting dalam hidupku, untuk apa aku selalu mencarimu? Pikirkan baik-baik, perasaanku padamu tidak sesederhana itu. kau sudah ku anggap sebagai teman dekatku....
Saya adalah saya, sebagaimanapun kau menilai buruk tentang saya, saya akan tetap seperti ini. apapun yang kau dengar dari cerita orang lain, saya ga akan peduli karena semua orang pasti buruk di cerita orang lain. tenang, saya akan tetap diam selama itu tidak merugikan diri saya. kalau memang saya bukan orang yang baik menurutmu, yasudahlah lantas apa yang harus saya lakukan? Berubah menjadi pribadi yang kau inginkan agar terlihat baik? Saya hidup bukan untuk anda, ini diri saya, saya berteman dengan siapapun itu urusan saya,
tolong belajar menilai orang menggunakan mata dan otak bukan dari cerita orang lain"ucapku lirih dan mengepalkan tangan menahan butiran bening yang akan keluar dari pelupuk mata.
"Kalau kau tidak berguna memangnya kenapa? Kalau kau selalu gagal memangnya kenapa? Kalau kau tertinggal dari yang lain memangnya kenapa? Kalau kau tidak punya alasan lagi untuk melanjutkan hidup memangnya kenapa? Apa itu cukup untuk menjadi alasan kau mengakhiri hidup? Tidak. Persetan dengan segala macam tekanan dan cercaan dari lingkungan sekitar. kau harus tetap hidup. tetaplah hidup.tetaplah hidup"ucap kak felix datang dari belakang dan menekankan kata 'tetaplah hidup' padaku sambil menggenggam tanganku lalu memelukku dia melihat ke belakang dengan tatapan tajamnya maka detik itu juga briel tertunduk takut dengan tatapan sang tuan muda yang sangat mengintimidasinya.menyesal sudah bicara begitu kepada nona muda nya
"briel tunggu di mobil"ucap felix
"baik tuan! dan nona maafkan saya yang sudah lancang berbicara seperti itu!"ucapnya tertunduk dan Warda hanya bisa mengangguk karena masih menahan tangisnya dalam pelukan hangat kakak nya. Breil pun undur diri dan tidak akan mencampuri urusan majikannya yang sedang makan malam.
__ADS_1
"Warda sudah ya! kita makan dulu kamu belum makan kan! ini makanan nya sudah Dingin loh kamu anggurin dari tadi"ucap felix dengan lembut.
setelah acara makan malam selesai Warda tidak lupa untuk meminum obat nya seusai makan dan langsung pulang karena hari sudah mulai malam dan tak terasa jalan-jalan hari ini menghabiskan seharian hanya sekedar jalan-jalan dan beli buku.