Anak SMA Si Mafia Kejam

Anak SMA Si Mafia Kejam
terungkapnya sebuah rahasia


__ADS_3

pesawat pribadi milik Alex mendarat dengan sempurna di bandara Notohadinegoro Jember, dengan senyum sumringah saat pintu belakang pesawat terbuka keduanya berlari menghampiri mereka yang keluar dari pintu belakang tapi langkahnya terhenti saat mendapati putrinya didorong dengan Brankar, dengan sangat cepat dan terlihat dari muka mereka yang sangat tegang dan panik.


"ya Allah, Warda kenapa Abi?"tanya Fatimah saat suaminya itu berjalan di belakang felix dan Wiliam yang tengah mendorong Brankar menuju ke ambulance yang sudah di siapkan.


"maafkan Abi! Warda harus segera dioperasi karena tadi kondisinya sempat drop saat take off semuanya baik-baik saja, entah kenapa tadi di pesawat kondisinya memburuk, maafkan Abi sweety?" ucap Alex tertunduk


Fatimah sangat shock mendengar penjelasan suaminya entah kenapa dia juga ikut menyesal karena menyuruh Alex untuk pulang cepat dia tidak tau kondisi putrinya akan separah ini.


"kalau begitu kita ke rumah sakit sekarang, Fatimah tidak mau terjadi apa-apa lagi pada Warda. ayo Abi?"ajak Fatimah menarik lengan suaminya dengan terburu-buru.


setelah mereka sampai di rumah sakit Siloam hospital, Warda langsung dilarikan ke ICU tanpa menunggu keluarga pasien dokter Wiliam langsung menutup pintu ICU dan memulai operasi nya, karena dia harus segera menyelamatkan pasien yang sekarang dalam keadaan kritis.


sementara di luar sembari menunggu operasi putrinya Fatimah meminta penjelasan tentang kejadian itu, kenapa Warda sampai terluka parah? bagaimana bisa bukannya Alex seorang mafia? kenapa dia tidak bisa menyelamatkan putrinya? bahkan putranya juga seorang mafia bagaimana bisa mereka telat menolong warda?.


"maafkan kami umi, felix dan abi sudah berusaha untuk menolong Warda! tapi saat kami sudah berada di sana Warda sudah__." ucap felix terhenti dia tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit yang dialami oleh adiknya. dia sudah bertahan selama ini, untuk menunggu pertolongan darinya.


"sweety, Abi juga minta maaf. Abi juga menyesal karena telat menolong putri kita, maafkan Abi! tolong jangan marah seperti itu! anak kita sedang berjuang di dalam, dia butuh do'a mu?"bujuk Alex dengan menggenggam tangan istrinya di depannya, dia berlutut di depan Fatimah untuk menenangkan amarah Fatimah.


"umi tidak marah pada kalian, umi hanya kasihan pada putri umi, umi juga ikut bersalah sama Warda, kalau saja umi tidak memaksa kalian untuk pulang mungkin ini tidak akan terjadi?"lirih Fatimah, dia menggeser posisi duduk nya dan beralih memeluk Alex.


di ruang ICU Warda kembali menjalani operasi untuk yang sekian kalinya, entah berapa banyak dia masuk ke ruangan itu. yang pasti tidak ada orang yang menginginkan posisi seperti ini, bergabung dengan keluarga mafia harus bisa menerima kenyataan bahwa ia akan sering keluar masuk rumah sakit dan tak jarang mereka lebih sering bertemu malaikat maut dari pada bertemu jodoh.


satu jam berlalu, pintu ruang ICU terbuka dan menampakkan dokter yang tengah melepaskan maskernya untuk menghirup udara segar karena telah melalui proses yang menegangkan di dalam. ia mengedarkan pandangannya hingga berhenti kepada Alex ia menghampiri keluarga sahabat nya itu


"Wiliam bagaimana kondisi putri om? dia baik-baik saja kan?"ucap Alex yang mengetahui lebih dulu kalau Wiliam menghampiri nya karena semua orang yang berada di luar ICU tidak mengetahui bahwa dokter telah keluar karena mereka masih betah melamun dengan pandangan kosong. hingga mereka saling melirik karena mendengar Alex yang sedang berbicara.


"beruntung Warda sangat kuat dia bisa bertahan hidup dengan kondisi yang sangat parah ini om! Tante!, saat menjalankan operasi tadi dia sempat henti jantung beberapa kali tapi tenang saja, sekarang kondisinya sudah baik-baik saja"kata dokter Wiliam menjelaskan kondisi terkini Warda.


"apakah kami bisa melihat kondisi Warda Will?"ucap Fatimah, rasanya dia ingin memeluk tubuh putrinya saat ini juga. sungguh bersyukur karena memiliki anak-anak yang kuat dan hebat seperti Warda.


sungguh orang tuanya dulu, entah dibutakan oleh apa sehingga menyia-nyiakan berlian sepertinya, bukannya di perhatikan dengan penuh kasih sayang mereka malah menghancurkan mental sang anak dengan pertengkaran setiap hari yang terkadang mengakibatkan KDRT dalam rumah tangga nya hingga menyebabkan Warda menjadi anak yang pendiam bagi beberapa orang dan sangat liar di luar jangkauan siapapun. Fatimah mengetahui semua tentang Warda karena anak itu dulu sering bercerita tentang kehidupannya yang kekurangan perhatian dan sering mendapatkan bully di sekolahnya, dan juga beberapa informasi lainnya yang ia dapat dari Alex suaminya.

__ADS_1


"maaf Tante, untuk sekarang Warda masih belum bisa di jenguk, karena kondisinya yang memang harus kami pantau dan juga supaya ia bisa istirahat dengan total!"ucap Wiliam


"lakukan yang terbaik untuk putri om, Will?"ucap Alex


"sudah menjadi tugas saya om, yasudah kalau begitu Wiliam pamit dulu. nanti kalau Warda sudah membaik saya akan memindahkan nya ke ruang inap! sebaiknya om dan felix beristirahat sejenak untuk melepaskan penat"ujar Wiliam melangkah pergi meninggalkan keluarga sahabatnya untuk keruangan yang sudah di persiapkan. jujur dia juga lelah dan butuh istirahat.


...****************...


dua bulan berlalu tepatnya pada tanggal 30 April 2022. kondisi Warda sudah membaik dia juga sudah sadar beberapa jam yang lalu, kini mereka tengah bersenda gurau di ruangan Warda.


Warda tengah melamun memikirkan suatu kejadian yang sangat ia khawatirkan 'pantesan kejadian aneh terus menimpaku ternyata keluarga ini.... bukan keluarga biasa tapi...... apakah ia? apa aku tanyakan saja ya?'warda terus menerus memikirkan omongan orang-orang yang telah menculiknya beberapa bulan yang lalu entah apa yang mereka bicarakan sehingga Warda jadi sering melamun seperti ini.


Warda...Warda....


Umi Fatimah melihatku yang sedang melamun, dia menyentuh lenganku dan tidak ada respon samasekali itu membuatnya khawatir dan terus memanggilku.


"eh i-iya umi ada apa?"aku tersentak saat umi menggoyang bahuku dengan sangat keras, sedikit nyeri akibat umi menyentuh luka di bahuku.


mendengar suara Fatimah yang berbicara dengan Warda, Alex dan felix menghentikan pekerjaannya, mereka berdua menghampiriku dan duduk di sampingku sedangkan kak Felix berdiri dibelakang Alex karena hanya ada dua kursi di kanan dan kiri ku, mereka bertiga langsung menatapku untuk meminta penjelasan.


aku menghembuskan nafas ku untuk mencoba menjelaskan nya, semoga mereka tidak tersinggung dengan ucapan ku.


"apa, ap-apa Abi dan kak Felix seorang mafia?"ucapku gugup sejujurnya aku tidak ingin menanyakan ini karena sudah dipastikan kalau mereka bukan orang sembarangan, tapi aku hanya penasaran saja kenapa mereka menyembunyikan rahasia yang sangat besar ini. toh aku juga tidak keberatan mereka siapa? karena aku sudah bahagia memiliki keluarga seperti mereka tapi setidaknya mereka memberitahu ku, supaya aku bisa berlatih untuk jaga-jaga kalau keadaannya seperti kemarin.


aku juga tidak mau membebani mereka karena aku yang tidak bisa apa-apa, toh aku juga suka kehidupan yang penuh action-nya seperti ini bisa dibilang jauh lebih menantang supaya tidak bosan menjalani hidup.


mereka tersentak dengan ucapan ku dan saling melirik satu sama lain. hingga Alex angkat bicara mungkin ini sudah waktunya pikir Alex, dia menggenggam tanganku dengan lembut dan tersenyum untuk menghilangkan ketegangan putrinya itu, karena sangat jelas sekali kalau Warda sangat takut dari cara berbicaranya.


"maafin Abi karena sudah merahasiakan identitas keluarga Abi pada Warda, kami hanya tidak ingin Warda meninggalkan kami karena tau kalau kami keluarga mafia. kami sudah sangat menyayangi mu sayang. Abi, umi dan kak Felix tidak ingin Warda meninggalkan kami! tapi karena ini semua sudah terbongkar. Abi mau tanya sama Warda boleh?"Alex menjelaskan dengan sangat hati-hati. aku tidak mengeluarkan sepatah katapun dan hanya mengangguk mengiyakan. Alex yang melihatku hanya mengangguk pun hanya tersenyum, dia sebenarnya sangat khawatir dengan pertanyaan nya ini.


"apakah Warda masih mau bersama keluarga Abi? bersama umi dan kak Felix?"ucapnya tertunduk Alex menguatkan hatinya apabila tidak sesuai dengan harapannya, pun sama dengan Fatimah dan felix mereka tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa mendengar dan menunggu jawabannya.

__ADS_1


aku menghembuskan nafas dengan kasar dan menegakkan tubuhku meskipun terasa sangat sakit, aku menggenggam tangan Abi tanpa terasa cairan bening luruh begitu saja tanpa disadari.


"siapapun Abi! seperti apa keluarga Abi! Warda terima! Warda sangat berterimakasih karena hadirnya keluarga Abi bisa membuat Warda bahagia! dulu Warda hanya bisa bermimpi dalam tidur, kapan Warda bisa memiliki keluarga seperti ini? bahkan Warda mencari kebahagiaan lewat orang-orang terdekat Warda tak terkecuali para guru-guru! Warda sadar apa yang Warda lakukan itu berlebihan! banyak teman-teman Warda yang mengidolakan guru yang baik, lembut dan tidak suka marah-marah! bahkan teman perempuan sekelas Warda banyak yang mengidolakan guru muda atau artis muda! tapi Warda tidak sama seperti mereka! Warda lebih memilih guru-guru laki-laki yang sudah berkeluarga yang sangat menyayangi keluarganya dan lebih berwibawa di depan semua orang meskipun tak luput dengan tingkah mereka yang bobrok atau mereka tau waktu dan tempat, kalau sekali bergurau bisa membuat yang lainnya tertawa dan ketika serius maka benar-benar serius Warda sangat menyukai guru seperti itu! tidak penting mereka tua atau muda kalau Warda suka ya suka, bahkan hanya melihat sepatu atau sepedanya saja bisa membuat rindu Warda terobati, Warda cukup tau dan melihatnya baik-baik saja sudah cukup walaupun hati rasanya ingin bertemu. Warda sangat suka sekali memandangi kehidupan mereka bahkan, setiap Warda berada di sekolah dan melihat guru yang sangat sayang dengan anaknya tak jarang Warda membayangkan bagaimana rasanya apabila Warda berada di posisi anak mereka pasti sangat bahagia. tapi itu semua hanya masa lalu kini Warda memiliki nya, Warda bahagia bisa bergabung dengan keluarga Abi!"ucap Warda terhenti dia merasa sesak dihatinya sungguh dia tidak pernah berbicara sepanjang ini untuk mengungkapkan perasaan nya


"jadi Warda berharap Abi masih mau menerima Warda di keluarga kalian, jujur Warda takut kehilangan kalian? Warda merasa tidak berguna di keluarga ini kalau kalian Masih menyembunyikan sesuatu dariku, aku merasa hanya jadi beban buat kalian? kalian sudah banyak memberikan segalanya untuk ku sedangkan aku masih belum bisa berbuat apa-apa hiks.... hiks... jadi tolong jangan tinggalkan aku kalau suatu hari nanti membuat kalian kecewa hikss..."warda menghapus air matanya dengan tangan nya tidak peduli dengan rasa sakitnya, ia menangis sesenggukan.


Alex yang melihat putrinya menangis sesenggukan pun berdiri dan mendekap tubuh putrinya ia juga tidak percaya kalau perasaan putrinya seperti itu memandang keluarga orang lain, kalau saja ia bertemu Warda dari dulu ia tidak akan membiarkan putrinya bersedih hanya karena kekurangan kasih sayang. Fatimah dan felix yang mendengar penjelasan Warda pun ikut terkejut keduanya menghampiri ayah dan putrinya yang sedang berpelukan itu dan ikut bergabung, Fatimah menangis kencang sedang Alex dan felix menangis tanpa suara mereka bertiga memeluk Warda dengan erat untuk meluapkan rasa haru mereka. hingga kondisi sudah stabil Warda juga sudah berhenti menangis baru mereka melepas pelukannya. Alex dan Fatimah cukup bersyukur karena Warda masih mau jadi anaknya.


"Abi....


"Hem...ada apa sayang kamu butuh sesuatu?"ucap Alex lembut pada putrinya.


"boleh Warda meminta sesuatu?"ucapku ragu mungkin permintaan ini akan sulit, melihat bagaimana posesif Abi nya itu.


"kamu mau apa? Abi pasti akan mengabulkannya? apapun untuk mu sayang? kamu mau apa Hem?"ucap Alex


"aku ingin berlatih bela diri? dan ikut menjalani misi dengan kak Felix?"ucapku. semoga saja Abi mengijinkan nya ini juga untuk masa depan ku, kalau sewaktu-waktu harus menghadapi bahaya dan supaya aku bisa melindungi keluarga ini


"APAA!!!!"ucap mereka bersamaan.


mereka tidak salah dengar kan, Warda gadis SMA mau ikut misi berbahaya itu, mereka tidak habis pikir mereka kira Warda meminta sesuatu yang normal seperti mobil atau sesuatu yang gadis biasanya inginkan ini malah...


Warda tersentak dengan respon keluarga nya sudah dipastikan ini akan sulit pikirnya.


ia tertunduk karena telah bicara hal konyol tadi, ketiga nya terdiam memikirkan ucapan Warda. ruangan Warda yang tadinya ramai dan penuh haru kini berganti dengan kesunyian, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Warda jadi canggung dengan keadaan seperti ini apakah ia salah berbicara.


sedang Alex tengah bingung memikirkan permintaan putrinya itu, apakah ia harus mengabulkannya? Alex merutuki dirinya sendiri karena sudah bilang akan menyanggupi semua permintaan Warda tadi 'bagaimana ini apakah aku harus mengabulkannya tapi kalau Warda sampai kenapa-kenapa bagaimana....akhh' Alex melirik Felix dan Fatimah, keduanya menggeleng keras tanda menolak permintaan Warda itu.


sedangkan Fatimah dan felix sangat tidak menyetujuinya karena itu sangat berbahaya bagi Warda, lebih baik Warda meminta hal lain meskipun itu sulit untuk mendapatkan nya dari pada harus menempatkan nya dalam bahaya sungguh permintaan putrinya ini membuat Alex kebingungan kepalanya terasa pening keputusan ada padanya.


Alex beberapa kali menghembuskan nafasnya dan memikirkan permintaan putrinya beberapa kali hingga ia kembali menatap putrinya yang tengah menundukkan kepalanya. Alex masih menatap putrinya dengan tangannya yang bermain-main di telapak tangan putrinya hingga berkata....

__ADS_1


__ADS_2