Anak SMA Si Mafia Kejam

Anak SMA Si Mafia Kejam
kesedihan warda


__ADS_3

mengerjapkan sekeliling ruangan terdapat banyak orang dan para dokter Warda sedikit kebingungan dan tubuh nya terasa sangat berat seperti ada yang memeluk nya! dia melirik ke bawah ternyata ibu Fatimah yang sedang memeluk tubuh nya.


"hiks...hiks...Warda bangun dong sayang, kenapa kamu lama sekali hiks..."ucapnya menangis dalam pelukan nya dan sangat terasa sekali bahwa ia menangis cukup lama karena baju terasa sangat basah.


"ibu..."ucap ku lirih


Fatimah mendengar suara yang cukup pelan dari banyak nya suara berisik dari dalam ruangan karena perdebatan Alex dan para dokter! lantas dia bangun melihat keadaan ku, lantas aku tersenyum dan sedetik kemudian ia menangis dengan keras nya hingga membuat seisi ruangan terdiam.


"hei sweety ada apa?" ucap Alex panik dan langsung menghampiri Fatimah


"hkk...shk...hiks...ya ampun Warda kamu sudah sadar nak, ayah Warda sudah sadar ayah!"ucap Fatimah menangis dan langsung memanggil suaminya


"Alhamdulillah.....


ucap semua orang yang ada di dalam ruangan. tak terkecuali para dokter yang langsung bernafas lega.


"permisi Tante! saya mau periksa warda sebentar"ucap dokter Wiliam


"sweety minggir dulu ya, biar Wiliam periksa Warda dulu"Alex membangunkan Fatimah karena dari tadi menangis sambil memelukku


"iya...."ucapnya pasrah


"Will.. kenapa Warda dari tadi diam saja, kau tidak membuat kesalahan paska operasi kan"dengan tatapan mengancam.


"wow.... tenang dong om, saya yakin operasi nya berjalan lancar kok. ini saya mau periksa kenapa bisa begini om tenang dulu okey! tolong masukkan kembali pistol nya! Tante tolong tenangkan suami tercintanya Tante ini"Wiliam langsung mengambil langkah mundur karena Alex menodongkan senjata pada nya


"ayah jangan gitu simpan kembali senjata nya!"Fatimah langsung menurunkan pistol Alex yang sedari tadi mengarah tepat ke kepala dokter Wiliam.


"huff....okey sweety! cepatlah Will kenapa Warda bisa begitu"Alex menghembuskan nafasnya kasar untuk menetralisir kemarahan nya.


"permisi ya Warda kak Wili mau ngecek kondisi mu dulu"ucap dokter sambil sesekali melirik Alex

__ADS_1


"dok...mereka siapa? kenapa ruangan saya banyak orang? ibu saya mana dok?"ucap ku kebingungan


bagai di sambar petir yang menyambar seketika semua orang terkejut dengan ucapan ku tak terkecuali para dokter, keluarga Alex! termasuk Fatimah dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya sangking terkejut nya.


"Warda apa kamu tidak ingat kami ini orang tua angkat mu nak?"ucap Fatimah terisak dan memeluk tubuh gembal suaminya


"Pasien masih syok dengan keadaannya karena kehilangan keluarganya. Ini hal yang wajar nyonya. Tapi saya minta, untuk sementara jangan di tinggalkan dulu warda sampai keadaannya membaik," ujar dokter Wiliam pada Fatimah.


"Saya akan menemaninya disini Dok," jawab nya mengangguk.


"Saya juga akan panggilkan dokter psikolog untuk membantu warda agar bisa lebih tenang jika keadaannya kembali memburuk."ucap dokter Wiliam


"Terima kasih will."ucap felix berjabat tangan dengan dokter Wiliam


"Kalau begitu kami berdua permisi." Dokter dan perawat pun pergi, meninggalkan Alex dan Fatimah.


***


"Bagaimana will? Kenapa Warda sejak tadi seperti itu?" gusar Fatimah melihat dokter Wiliam dan Warda bergantian.


Dokter mengangguk dan menghela napas kasar. "Bisa kita bicara sedikit menjauh dari sini om! tante?" Fatimah dan Alex mengangguk dengan cepat.


"Ada apa will? Kenapa dengannya?"ucap Alex merangkul pinggang istrinya


"Untuk hasil pemeriksaan sementara, kondisi warda mengalami shock. Hal ini seringkali terjadi pada pasien yang baru saja kehilangan kedua orang tua mereka. Bisa dikatakan warda mengalami stres Distres akut."


"Apa itu Dok?" tanya Fatimah cepat.


"Distres akut ini, biasanya terjadi dengan cepat karena jenis peristiwa yang terjadi sekilas. Seperti apa yang Warda alami baru saja. Adalah kehilangan orang tuanya. Distres akut tidak akan berlangsung lama."


"Hanya saja, jenis stres yang satu ini bisa saja membahayakan apabila beliau mengalaminya secara berlebihan. Akan tetapi, karena ini bisa diketahui sejak dini, maka akan dengan mudah disembuhkan. Melalui interaksi positif dari orang terdekatnya, seperti keluarga atau kerabat dekat, teman dekat atau sahabat juga bisa" jelas dokter William panjang lebar.

__ADS_1


Setidaknya Fatimah bisa bernapas lega mendengar penjelasan dokter. "Hal ini tidak akan berlangsung lama 'kan Dok? Lalu apa akan ada pengaruhnya di kemudian hari Dok?"


"Tidak Nyonya. Mungkin untuk sekarang, pasien hanya diam tidak merespon seperti itu, atau bisa saja untuk sementara waktu pikirannya menolak orang yang dia kenal."


"Maksudnya Dok?" Keningnya berkerut, tak mengerti apa maksud perkataan dokter.


"Hal yang seringkali terjadi pada pasien yang mengalami hal ini adalah, si pasien membuat sugesti atau pikirannya untuk melupakan sejenak memory yang baru saja terjadi."


"Logika dalam kedokteran, pasien menghapus sementara memory yang indah atau yang buruk dalam pikirannya."Lagi, Fatimah dan Alex terkejut.


"Tapi anda yakin jika semua itu bisa disembuhkan dengan cepat 'kan Dok?" Dokter mengangguk.


"Selama belum terlambat pengobatannya, pasien hanya akan mengalami hal ini dalam waktu singkat. Hal yang sama sering terjadi pada pasien saya tidak lebih dari 2-3 bulan Nyonya."


"Apalagi Warda baru saja mengalami hal ini. Dan itu adalah dugaan sementara, karena saya harus memantau kondisi nya untuk beberapa waktu kedepan untuk memastikan benar atau tidaknya."


"Jadi untuk sekarang apa yang harus kami lakukan padanya will?"ucap Alex


"Biarkan saja semuanya mengalir dengan cara memberi sedikit demi sedikit memory bahagianya. Secara otomatis, nanti otaknya akan merespon hal itu. Tapi ingat, jangan terlalu memaksakan."


Fatimah dan Alex mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. "Baiklah Dok. Saya harap Warda akan cepat membaik." ucap Alex mengakhiri pembicaraan


"Saya doakan yang terbaik untuk Warda om Tante." balas dokter. "Kalau begitu saya permisi, besok saya akan kembali untuk memeriksa Warda! sekarang sudah sore saya harus segera pulang."


"Sekali lagi terima kasih will Tante hanya percaya sama kamu." ganti Fatimah yang mengucapkan terima ke Wiliam.


setelah selesai membicarakan detail kondisi ku dokter Wiliam pergi meninggalkan ruangan, para bodyguard dan dokter lain nya ikut pamit undur diri dan hanya tersisa Alex, Fatimah dan felix di ruangan tersebut dan juga pasien nya yang pasti.


usai makan dan minum obat Warda kembali tidur karena memang kondisinya yang belum pulih sepenuhnya.


"maafkan ayah ya Warda! karena ayah kamu jadi seperti ini dan mengakibatkan keluarga mu mengalami kecelakaan."ucap Alex mengusap kepala ku

__ADS_1


__ADS_2