Anak SMA Si Mafia Kejam

Anak SMA Si Mafia Kejam
rencana musuh


__ADS_3

"assalamualaikum umi..."teriak ku memasuki mansion karena tidak ada jawaban aku pergi ke dapur untuk mengambil minuman dan ada beberapa pelayan yang sedang bersih-bersih ada juga yang memasak untuk makan siang karena ini sudah memasuki waktu makan siang.


"bik lihat umi tidak?" ucapku memanggil kepala pelayan yang bernama bik Sri nama panjangnya Sri Astutik.


"nyonya di kebun apel non! katanya mau ikut panen buah apel"ucap bik Sri


"oh iya sudah waktunya panen aku jadi lupa, terimakasih ya bik"ucapku meninggalkan dapur untuk menuju kebun apel di belakang mansion.


"umi! Warda bantuin ya panen apel nya?"ucapku dari kejauhan


"Warda kamu dari mana saja kok lama, umi jadi panen sama Mila nih?"Mila adalah pelayan yang umurnya paling muda di mansion dan rata-rata umur pelayan di mansion ini tuh gak ada yang tua, semuanya muda kecuali kepala pelayan sendiri. itu bertujuan apa bila mansion sedang di serang atau sedang perang di luar jadi para wanita bisa membela diri masing-masing termasuk para pelayan terkecuali umi Fatimah yang memang Alex tidak mengizinkan sang istri untuk belajar bela diri.


"maaf ya umi! tadi Warda habis ketemu teman dulu Warda kan tadi sudah telfon umi"ucapku sambil memetik buah apel


"iya kirain umi cuma sebentar! ya sudah jangan bahas itu lagi! bantuin umi pindahin keranjang yang sudah penuh"Fatimah menunjuk keranjang yang sudah penuh untuk di ganti dengan yang kosong.


Di tempat lain yaitu di apartemen seseorang terdapat 5 orang yang sedang kebingungan pasalnya mereka kehilangan sebuah benda yang sangat amat penting yaitu sebuah chip. mereka adalah para direksi yang sedang berlutut menghadap tuan mereka yang baru saja mendarat di Indonesia karena mengetahui bahwasanya rencana yang dia susun secara matang harus hancur akibat kelalaian para direksi tersebut mereka adalah orang-orang yang berkhianat di perusahaan Alex yaitu Abraham, putra, haikal,Dani dan Alfian mereka adalah para tikus yang dicari-cari oleh felix dan Alex.


"Ini gara-gara kalian brengsek!" umpat begitu lantang dari seorang lelaki yang sedang melempar sebuah asbak ke kepala Haikal yang bersimpuh di depannya hingga berdarah menjadikan ruangan sedikit menyeruakkan aroma anyir. Lelaki itu langsung berbalik mengamati pusat kota di malam hari sebuah kota. Ia sedang berkacak pinggang, dengan tatapan yang sesekali memeta bayangan beberapa pria di belakangnya dari kaca apartementnya.


Rahangnya yang begitu tegas dengan mata tajamnya, kembali menoleh ketika beberapa saat ia terdiam memikirkan sesuatu. Memandang dengan tatapan tajamnya kepada anak buah yang sedang menunduk dan terluka karena ulahnya.


"Lanjutkan informasi yang kalian dapatkan!" desisnya mengintimidasi.


"Dia mengabarkan jika kabarnya nanti malam mereka satu keluarga akan melakukan perjalanan ke luar kota Tuan. Sehingga rumah dalam keadaan kosong. Dan saya meminta satu orang kita untuk mengamati di dalam, beberapa orang lainnya akan siap masuk jika dia memberikan intruksinya," jelas pria satu lagi yang berdiri tegap di samping meja tuannya.


"Aku tidak mau tahu. Pergunakan kesempatan ini untuk mencari chip itu. Jika mereka sampai tahu apa isi di dalamnya, maka semuanya akan berakhir saat itu juga. Dan jika saat itu terjadi, ... maka bersiaplah kamu dan anak buahmu yang akan mati di tangan Kakakku."ucapnya


"Baik Tuan," jawabnya menunduk yakin.

__ADS_1


"Dan kalian berdua, ... cari mereka sampai ketemu." Tiga orang lelaki yang sedang berlutut, ia angkat salah satu dagunya dengan tongkat besi panjang supaya lelaki tersebut menatapnya.


"Mereka adalah aset berharga yang kita miliki. Jadi ingat baik-baik kata-kataku. Te-mu-kan... mereka. Paham?" perintahnya sekali lagi dengan suara yang begitu mengerikan.


"Ba-baik... Tuan. Akan... kami temukan mereka."


"Bagus. Karena jika kalian pulang dengan tangan kosong, bukan lagi kematian yang akan kalian temui, akan tetapi neraka di dunia yang akan kalian hadapi!"ancam nya pada bawahannya


"Pa-pa-paham Tuan."ucap ke 5 orang dengan kompak.


sepulang dari apartemen bos mereka. Abraham dan lainnya berkumpul di ruang kerja milik Abraham dirumahnya mereka sedang menunggu kabar dari orang suruhan nya di kantor Alex untuk memeriksa kemungkinan chip itu jatuh atau berada di ruangan Alex karena mereka sempat melihat kunjungan terakhir kali Warda berada di ruangan Alex.


"Bagaimana? Kalian sudah menemukannya?" tanya Abraham. la sedang melakukan panggilan saat ini.


"Maaf tuan. Kami masih berusaha mencari. Karena terakhir saat beliau berada di sini, ada sesuatu yang sepertinya sedang disembunyikan, sejak saat itu kami mencurigai beliau."ucap suruhan Abraham yang tak lain adalah petugas kebersihan yang tidak sengaja melihat Warda yang tengah berlari saat itu.


"Ba-baik tuan. Jika ada kabar, segera kami kabarkan pada anda." Panggilan pun diputus oleh kedua pihak.


"Aarrggh! Brengsek! Noris, hubungi anak buah kita. Cari chip itu sampai ketemu! Kalian semua brengsek! Mencari satu barang saja tidak becus!" umpatnya melempar ponsel yang entah sudah berapa kali dilempar seperti tak ada arti.


"Baik tuan. Kami akan berusaha menemukannya. Anda jangan khawatir." Pria yang bernama Noris tersebut mengembalikan ponsel yang telah terbelah menjadi dua.


"Aku pegang ucapanmu!"


"Haikal coba kau cek CCTV kantor siapa saja yang masuk ke dalam ruang kontrol setelah kita keluar waktu itu"mereka sedang mencari siapa pelaku yang sudah mencuri chip itu. Haikal mengecek CCTV kantor untuk mengetahui siapa selain mereka yang memasuki ruang kontrol dan pastinya mereka meng-hack CCTV kantor Haikal pun mengangguk dan segera mengecek nya.terlihat di sebuah layar besar bahwasanya orang yang terakhir kali masuk ke ruang kontrol adalah Warda anak dari pemimpin mereka. dan itu membuat mereka syok.


"kenapa nona Warda ada di situ?"ucap Abraham


"sepertinya dia tersesat ham? lihat lah dia tadi hendak memencet tombol untuk turun dari lift dan karena bos marah-marah mungkin dia mendengar nya"ucap Haikal menjelaskan

__ADS_1


"apa yang harus kita lakukan? tidak mungkin kita menyusup ke kediaman tuan Alex kan"ucap Haikal


"ide bagus lagian kita hanya mengambil chip itu asal tidak ketahuan oleh mereka, semuanya akan baik-baik saja"ucap Alfian setuju dengan ide tersebut.


"benar yang dikatakan Alfian asal tidak ketahuan maka semuanya akan baik-baik saja!"kini giliran putra ikut berdiri menyetujui usulan tersebut.


karena semuanya telah setuju maka Abraham kembali menelepon asisten nya tersebut.


"noris! Carikan saya pembunuh bayaran yang paling profesional untuk menyusup ke kediaman Alex. suruh mereka mencari chip nanti foto nya akan aku kirim"ucap Abraham


"baik tuan"balas noris


...****************...


sementara di kediaman Alex. Fatimah tak kunjung melepaskan pelukannya pada anak angkatnya itu. karena Alex ada acara di luar kota dan membutuhkan kehadiran Alex dan Fatimah jadi dengan terpaksa mereka harus meninggalkan anaknya itu sendirian di mansion sementara felix akan ada pengecekan barang di luar kota yang harus dikirimkan.


"Warda sayang kamu beneran tidak apa-apa sendirian di mansion apa kamu ikut saja sama umi dan Abi ya umi khawatir kalau kamu sendirian di mansion ini?"ucap Fatimah entah kenapa dia punya perasaan yang tidak enak. meninggalkan putrinya itu.


"tidak apa-apa umi! kan ada yang lain di mansion ramai kok! umi gak usah khawatir okey"ucapku


"bener nih gak papa umi tinggal? kalau ada apa-apa langsung telfon umi yah?"ucap Fatimah lagi dan aku menjawab nya dengan anggukan.


setelah mereka pergi mansion menjadi sepi aku juga makan malam sendiri. beberapa meter dari mansion Alex terdapat beberapa orang yang tersenyum lebar ketika melihat mobil Alex dan beberapa anak buahnya meninggalkan mansion mereka mengira keluarga tersebut telah keluar semuanya.


"lapor bos kediaman musuh sudah dipastikan aman"ucap si pengintai tersebut lewat saluran earphone yang tersambung.


"bagus kalian bergerak waktu malam saja tunggu semua orang tidur ingat saya tidak mau kalian pulang dengan tangan kosong"ucap Abraham lewat sambungan telepon nya. ia dia adalah Abraham si pengkhianat mereka menyewa pembunuh bayaran untuk menyusup ke kediaman keluarga Alex.


"siap tuan"jawab kompak para pengintai

__ADS_1


__ADS_2