Anak SMA Si Mafia Kejam

Anak SMA Si Mafia Kejam
bahagia itu sederhana


__ADS_3

seusai transfusi darah felix sempat melihat keadaan gadis yang baru saja dia anggap adiknya.


"cepatlah sadar Warda Kami menunggu mu terutama ibuku beliau sangat menyayangi mu, jangan buat ibu ku menangisi mu sepanjang waktu itu tidak baik bagi kesehatannya"ucap lirih tak terasa cairan bening keluar dan menetes iya cepat-cepat menghapus air matanya dan bersiap keluar karena memang tidak diperbolehkan untuk berkunjung karena pasien masih dalam keadaan kritis.


"gimana felix keadaan di dalam apakah warda sudah sadar?"ucap Fatimah terlihat kekhawatiran yang mendalam pada sosok ibu yang pernah kehilangan putri nya itu dari sorot matanya


"warda masih belum sadar Bu, kata Wiliam 4 sampai 5 jam baru obat bius nya hilang setelah itu baru warda akan sadar. dan sebentar lagi warda akan di pindahkan ke ruang inap setelah menerima tranfusi darah"ucap felix panjang lebar menjelaskan ke ayah dan ibunya


"syukur lah dia tidak kenapa-kenapa"Fatimah sedikit lega karena mengetahui keadaan ku.


setelah felix keluar terdengar suara gesekan besi berjalan dari dalam ruangan setelah pintu terbuka ternyata itu warda yang sedang di dorong oleh suster untuk di pindahkan ke ruang inap VVIP yang sudah disiapkan.


"warda...."kompak satu keluarga itu menoleh dan mendapati orang yang dibicarakan tadi keluar bersama beberapa suster yang mendorong ranjang nya dan dokter Wiliam di belakang mereka.


"bagaimana dengan kondisinya Will"ucap Alex ingin memastikan sekali lagi


"warda sudah tidak papa om Alex tenang saja"


setelah warda di pindahkan ke ruangannya Wiliam berpamitan untuk kembali ke ruangan yang sudah di siapkan felix karena Wiliam dokter pribadi keluarganya dan terlebih dia tidak sedang bekerja di rumah sakit ini.


"ya sudah kalau begitu sebaiknya kita sholat ashar dulu, kita meminta kesembuhan untuk warda. okey sweety berhentilah menangis! aku pergi jauh saja tidak pernah kau tangisi "ucap nya cemberut sambil menggoda istrinya dan bergelantung manja di lengan sang istri


"ya ampun Alex kau ini ya... dasar bayi besarnya Fatimah. cemburu sama anak sendiri"ujar Fatimah tersenyum sambil mengacak-acak rambut Alex dan menghapus air matanya


"biarin sama istri sendiri kok bukan sama wanita lain"ucap nya manja dan langsung di beri tatapan tajam dari sang istri


"apa coba bilang lagi. sampai Fatimah tau ayah melirik wanita lain, siap-siap saja tidur sendiri di sofa depan kamar"ucap Fatimah kesal dan melepaskan Alex yang sedang menempel di tubuh nya

__ADS_1


"jangan dong sweety aku cuma bercanda. mana bisa aku tidur tanpamu"ucapnya menampilkan wajah melas mata biru nya beberapa kali mengedipkan matanya seperti anak kecil yang meminta belas kasih ibunya.


sungguh keluarga bahagia yang sesungguhnya meskipun banyak musuh di sekitar mereka tapi tidak menghentikan keromantisan dua anak manusia yang satu ini. ada banyak cara untuk menenangkan satu sama lain. bahagia itu sederhana sekali terlebih melihat keluarga yang utuh tanpa kekurangan satu pun.


"ekhm... apakah felix di sini di anggap angin lalu. kapan kita akan berangkat sholat kalau kalian masih saja tebar pesona di depan lelaki jomblo ini"ujar felix tidak tahan akan kelakuan kedua orang tuanya ini. kapan pun dan dimana pun selalu saja membuat orang iri akan keromantisan nya.


"ya sudah ayo felix kita pergi"Fatimah langsung menggandeng tangan anaknya dan pergi meninggalkan Alex. *bukannya Fatimah marah, cuma Fatimah kesal saja saat ayah suka sekali membicarakan wanita lain di depan Fatimah*akunya tidak mau kalau Alex membicarakan tentang wanita lain.


"hei sweety kenapa menggandeng tangan felix. kan ada aku suamimu sweety tunggu. felix lepaskan tanganmu pada istriku carilah wanita lain untuk di gandeng. dia milikku dia istriku hei felix..."ucap Alex di tinggal begitu saja


"biarin sama anak sendiri saja pelit beliau juga ibuku wekk..."ujar felix mengejek ayah nya sendiri karena ditinggal begitu saja oleh istrinya dan malah memilih anak nya. dua orang ini apabila sudah dekat dengan Fatimah maka tingkah laku nya akan melebihi anak kecil. dan sebentar lagi dia tidak akan mengasuh dua bayi besar tapi tiga dengan sang anak angkat.


Alex terus saja mengoceh sepanjang jalan menuju musholla rumah sakit dan perjalanan nya tidak luput dari pengawasan ketat sang pengawal tidak memberikan celah bagi setiap musuh dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama sampai harus melukai sang ketua.


tiga jam berlalu setelah ditinggal sholat dan menyempatkan makan siang bersama. Alex dan keluarga kembali ke ruangan yang ditempati anggota keluarga barunya yang akan menempati posisi anak dan adik bagi felix sekaligus nona muda keluarga Alex sang ketua mafia.


"iya emang nya kenapa kamu menanyakan itu?"jawab Alex tanpa menoleh karena dia terlalu fokus pada pandangan di depan mata. bidadari yang sedang memainkan rambut nya. di pangkuan sang istri


"kalau warda di pindahkan ke Inggris gimana yah. bukan memisahkannya dengan kehidupan di sini tapi lebih baik di sana karena banyak yang menjaga kerjaan kita juga berpusat di sana.!"ucap felix menjelaskan usulnya.


"ya ayah mengerti maksud mu, tapi kita lihat nanti dia mau apa tidak. itu tergantung keputusan nya, ayah tidak memaksa dia untuk ikut bersama kita" sanggah Alex.


"betul kata ayah mu felix semua keputusan ada pada warda. kita sebagai keluarga barunya jangan terlalu memaksakan dia untuk ikut kita"ucap Fatimah dengan bijak menangapi obrolan dua orang kesayangannya.


setelah beberapa jam usai operasi warda belum juga menunjukkan tanda-tanda akan sadar hal itu membuat keluarga dan para dokter ketar-ketir pasalnya apabila pasien yang menempati ruangan VVIP tersebut belum juga sadar maka rumah sakit ini akan menjadi taruhannya alias di tutup.


pemeriksaan ulang sudah dilakukan oleh dokter dan memang tidak ada masalah apapun tentang kesehatan pasien. mereka semua sudah menunggu di ruangan selama hampir setengah jam usai pemeriksaan.

__ADS_1


di alam bawah sadar sekelompok keluarga kecil sedang mengadakan pesta kecil-kecilan di temani suasana alam yang sangat sejuk dan indah di pandang beberapa dari sekian banyak orang terdapat satu gadis yang sangat enggan melepaskan pelukannya dari orang yang sudah melahirkan dan merawatnya dari kecil. dia lah Warda yang memeluk ibunya dengan sangat erat tidak ingin pergi meninggalkan nya meski beberapa kali pun keluarga nya yang lain bersikeras untuk menyuruh Warda segera kembali karena masih ada yang menunggu kehadirannya.


"Warda lepaskan pelukan ibu ya kamu harus segera kembali lihat banyak orang yang sedang menunggu mu! kasian mereka sudah menunggu mu terlalu lama pulang ya nak. ini bukan waktu mu untuk kembali bersama kita"ucap seorang ibu meyakinkan anaknya untuk segera kembali karena tidak baik untuk terlalu lama berada bersama mereka


"tidak aku tidak mau. aku mau di sini bersama ibu, adik aku dan nenek aku juga di sini sama yang lainnya. aku tidak ingin meninggalkan kalian lagi! maaf kan aku Bu! karena aku tidak ikut bersama kalian waktu itu mungkin.... mungkin semua ini tidak akan terjadi"ucap nya menangis dalam pelukan hangat seorang ibu. dia masih memeluk tubuh ibunya dengan sangat erat hingga saudara nya berbisik ke wanita tua di sebelah nya.


"nek bujuk Warda supaya cepat pergi ini sudah waktunya kasian mereka yang sudah menunggu kalau terlalu lama di sini"ucap wanita muda yang akrab di panggil Bu Dhe oleh Warda sedangkan yang dia mintai tolong adalah nenek kesayangan Warda.


"Warda pulang ya Duk.! kasian mereka sayang! mereka sudah lama menunggu mu pulang ya! bukan nya kesayangan nenek ini kuat, hadapi semuanya ya bukan nya kamu pernah bilang ke nenek! kamu ingin bahagia! kamu ingin merasakan kasih sayang keluarga iya kan"nenekku menjelaskan dan dijawab dengan anggukan kecil oleh ku.


"nah... sekarang waktunya itu Duk.! mereka keluarga baru mu yang akan membahagiakan mu! pergi ya Duk"jelas nya lagi


"tapi aku gak mau pergi dari kalian lagi, aku gak mau sendirian lagi nek! tolong jangan tinggalkan aku! aku masih butuh bimbingan kalian! tolong jangan pergi! aku mohon! aku mohon"ujar ku sambil menangis sangat menyayat hati bagi yang bisa mendengarkan tangisku.


usai mengatakan itu mereka semua berbalik termasuk ibuku dia melepaskan pelukan ku dan melambaikan tangan sampai tubuh mereka tidak terlihat lagi. dan perlahan digantikan oleh suara yang perlahan-lahan mulai terdengar dan mata mulai membuka cahaya seorang berebutan untuk masuk ke dalam penglihatan.


****


di ruangan pasien terdapat beberapa suster dan dokter termasuk dokter Wiliam dan keluarga Alex.


menantikan sadar nya pasien yang sangat penting bagi mereka. Fatimah yang menangis sambil memelukku karena tak kunjung sadar! dia mulai merasakan pergerakan dari jari-jari Warda mulai bergerak dan perlahan membuka matanya! dan itu semua dirasakan oleh Fatimah dia langsung melihat ku dan menangis sejadinya.


"hkk...shk...ya ampun Warda kamu sudah sadar nak, ayah Warda sudah sadar ayah!"ucap Fatimah menangis dan langsung memanggil suaminya


"Alhamdulillah.....


ucap semua orang yang ada di dalam ruangan.

__ADS_1


__ADS_2