
"tuan sebentar lagi kita akan sampai?"ucap Alan pada tuannya
"bagus kepung rumah itu jangan biarkan mereka kabur dan pastikan putri ku selamat"ucap Alex di kursi belakang duduk dengan Felix
beberapa jam yang lalu setelah Alex dan pasukannya sampai mereka langsung menuju lokasi musuh Alex tidak akan membiarkan para musuh tau akan kedatangan nya kalau pun mereka tau, mereka tidak akan sempat untuk kabur.
"tuan sebaiknya masuk pas kondisi aman saja biar kami yang mengurus mereka terlebih dahulu? yang lainnya sudah siap di posisi menunggu perintah dari anda?"ucap Alan sebagai asisten nya Alan tidak ingin terjadi yang tidak-tidak pada tuannya itu apalagi beliau adalah pemimpin sekaligus ketua mafia yang di segani.
"felix yang akan maju terlebih dahulu baru setelah itu Abi?"ucap felix menyetujui usulan Alan sebab kalau Alex kenapa-kenapa maka itu akan menguntungkan para musuh untuk menghancurkannya.
"baiklah Abi setuju! sudah sana kau turun selamatkan Warda?"ucap Alex.
felix keluar dari mobilnya dan disusul oleh beberapa anak buahnya di belakang mereka berjalan mengendap-endap dan berlindung di balik pohon besar di setiap titik hingga jarak antara pintu masuk dengan mereka tinggal beberapa langkah lagi.
di dalam mereka tengah berpikir cara apa yang tepat untuk membunuh gadis kecil didepannya ini supaya nanti saat mereka masuk, mereka bisa menyaksikan detik-detik terakhir kematian putri kesayangan mereka di depan mata.
"bagaimana Rik! kau ada ide yang Epic gak buat bunuh ni bocah?"ucap Tony yang sangat tidak menyukaiku.
belum Riki berbicara di luar sudah mulai terdengar tembakan saling bersahutan para anak buah Alex dan felix sudah mulai menyerang dari belakang dan depan mansion itu sedangkan felix sudah masuk dia berada di depan pintu mansion ini.
"sial mereka datang lebih cepat dari dugaan kita bagaimana ini Rik! kenapa kau diam saja?"ucap Tony mulai panik
"sabar ton! aku sedang berpikir gimana caranya kita bisa kabur dari sini?"ucap Riki
"alah lama kau biar ku tangani gadis kecil ini setelah itu kita kabur lewat belakang?"ucap Tony dia mengambil belati tajam nya dari saku dan tanpa aba-aba langsung menghampiriku, dia membuka belatinya.
ssrreett...
"mau apa kau brengsek...?"lirihku karena sudah kehabisan tenaga untuk melawan
__ADS_1
"selamat menjalani kehidupan selanjutnya gadis kecil"ucapnya dan...
akkh....
dia menusukkan belatinya tepat di perut ku. darah segar merembes keluar dari perut ku, mereka keluar lewat pintu belakang dan meninggalkan ku begitu saja
"Warda kau dimana dek...?"ucap felix berteriak menaiki anak tangga dengan tangannya memegang pistol yang mengarah ke depan. baru beberapa langkah dia menaiki anak tangga Alex terlihat di belakang
"felix..."ucap Alex memanggil anaknya dengan sedikit berlari ke arah nya.
"bagaimana kau sudah menemukan adikmu?"ucap Alex
"belum bi ini felix mau mencari nya di lantai dua"ucap felix melanjutkan langkahnya. setelah berada di lantai dua felix dan Alex melihat 2 orang yang keluar dari salah satu ruangan terlihat mereka yang keluar dengan tergesa-gesa membuat felix dan Alex curiga.
"woi berhenti...
felix berteriak dan hendak mengejar mereka tapi di tahan oleh Alex
"tenanglah dulu biar mereka anak buah Abi yang menghadang di pintu belakang! sebaiknya kita masuk ke ruangan yang sempat mereka tempati tadi siapa tau Warda ada di sana?"ucap Alex menganalisa keadaan.
Alex dan felix berjalan menuju ruangan itu dan betapa terkejutnya mereka mendapati Warda yang tengah tergantung dengan kondisi mengenaskan tangan yang terikat sudah terluka dan darah yang mengalir di beberapa bagian tubuh sehingga baju yang dikenakan terdapat noda darahnya hingga mata tertuju pada perut sang anak terdapat belati yang masih tertancap sangat dalam. bagai di sambar petir di siang bolong tubuh terasa lemas hingga keduanya menjatuhkan senjata mereka masing-masing.
"astaghfirullah Warda....
keduanya berucap dan berlari masuk untuk melepaskan rantai yang menggantung gadis kecil kesayangan mereka, bagai hati yang tersayat pisau keduanya menangis melihat keadaan Warda. Mereka menurunkan tubuh lemah Warda dengan hati-hati sesekali mereka ikut meringis saat tidak sengaja menyentuh luka itu.
"hei Warda bangun sayang ini Abi...
"Warda bangun ini kak felix jemput kamu ayo bangun dek jangan buat kakak khawatir?"ucap felix dan Alex mencoba membangunkan ku karena sempat tidak merespon.
__ADS_1
dengan perlahan Warda membuka matanya dia begitu lemah sesekali meringis sakit saat bersentuhan dengan kulit sang kakak dan abi nya.
"kak felix! Abi! kalian menemukan ku!"ucapku pelan
"iya sayang kamu tahan ya ini akan sakit Abi akan mencabut belati ini! kamu pegang tangan Abi dan kak felix ya tahan sayang..."ucap Alex untuk menginstruksikan kepada Warda karena dia akan mencabut belati yang tertancap di tubuh anaknya. Warda mengangguk dan menggenggam tangan felix dan Alex.
1 2 3....
aakkhh....sshh...
"sakit maaf ya! ok sekarang kamu tekan perut kamu dengan kuat supaya darahnya tidak keluar banyak paham sayang....iyak betul seperti itu"Alex membimbing Warda untuk menekan perut nya supaya tidak keluar banyak darah
"sakit bi! tubuh Warda juga sakit semuanya hiks...hiks... mereka menyiksa Warda bi! mereka bahkan tidak membiarkan Warda istirahat kak hiks...hiks..."Warda mengadu kesakitannya selama di siksa bahkan dia sampai menangis pilu. Alex dan felix tidak tahan akan kondisinya mereka juga menangis memeluk tubuh lemah Warda
"maafin Kakak dek! kakak telat jemput kamu! kakak juga menyesal ninggalin kamu dirumah sendirian maafin Kakak?"ucap felix
"Abi juga minta maaf sayang karena Abi kamu jadi seperti ini kalau saja Abi membawa mu ikut dengan Abi dan umi pasti semua ini tidak akan pernah terjadi maafin Abi sayang...
"Abi! kak felix"
Hem...
"Warda tambah sakit kalian peluk terus lepasin Warda bi! kak!"ucapku meringis
"ah maafin Kakak dek kelepasan hehe...
"ya sudah sebaiknya kita pergi dari sini sekarang dan bawa adikmu ke mansion"ujar Alex
setelah menemukan nona muda mereka kembali ke mansion tapi bukan yang di Jember melainkan yang di Kalimantan karena tidak akan sempat kalau membawa Warda ke Jember Dengan keadaan yang sangat berbahaya bagi nyawanya ini. sebelum mereka pergi mereka sudah membunuh semua orang yang ada di lokasi dan hanya di sisakan dua orang tadi yang saat akan keluar dari pintu belakang mereka adalah Riki dan Tony yang telah menyiksa Warda habis-habisan sehingga kondisinya sangat memburuk.
__ADS_1
"bereskan tempat itu bakar mansionnya"ucap Alex menghubungi anak buahnya yang masih berada di lokasi untuk pembersihan
"siap tuan"