Anak SMA Si Mafia Kejam

Anak SMA Si Mafia Kejam
siksaan yang tak berujung


__ADS_3

"bagaimana gadis kecil! apakah kamu sudah menyerah?"ucapnya duduk di kursi karena kelelahan menyiksa ku semalaman suntuk.


bagai manusia yang tak punya hati mereka menyiksa gadis kecil secara kejam. mereka bahkan tidak segan-segan untuk menyetrum tubuh gadis kecil itu hingga terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah.


"sampai....mati pun... aku tidak ak-akan... pernah memberitahukannya... pada kalian... brengsek.. tcuih.."ucapku terbata-bata dan meludahi mereka dengan sisa darah di mulutku.


"dasar kepala batu, anak sialan! Riki jagain nih anak gue mau keluar sebentar, muak bener gue ngadepin ni bocah"ucapnya berdiri dan melangkah pergi sedangkan temannya yang bernama Riki hanya duduk santai di dekat pintu dengan kakinya yang selonjoran dan kepalanya menghadap ke atas di tutupi oleh topi hitam nya. karena mereka sedang lengah maka kesempatan kali ini aku tidak akan menyia-nyiakan nya, aku mendongak ke atas melihat jam tangan ku ternyata itu masih ada. dengan menggunakan tenaga yang ada aku sedikit mengangkat tubuhku lalu aku memencet tombol pengaktifan GPS di jam tangan ku.


sedangkan di kediaman Alex mereka tengah beristirahat karena semalaman begadang untuk mencari petunjuk tentang keberadaan nona muda mereka. diruang monitor hanya tersisa briel saja karena dia sudah lebih awal menyelesaikan sarapan nya. setelah Warda memencet tombol pengaktifan GPS di jam tangannya maka detik itu juga titik-titik berwarna merah muncul di monitor besar di depan briel karena dia masih belum mengetahui ada apa di titik merah tersebut dia berlari menuju ruang makan dan mengabarkan berita itu kepada tuan nya.


"maaf tuan saya menganggu sarapannya, saya mau mengabarkan bahwa di monitor terdapat titik merah yang muncul. saya hanya mau memberitahukan itu karena saya masih belum tau apa maksud Titik merah itu?"ucapnya tertunduk


"ukh...ukh...ap-apa Titik merah briel? apa itu muncul dari laptop ku?"ucap felix yang tersedak akibat berita dari bawahannya itu.


"benar tuan muda"


"ada apa felix? apa kau mengetahui sesuatu perihal titik merah itu?"ucap Alex melihat felix.


"itu adalah GPS Warda yang aktif bi! aku memasangkan nya apa bila GPS itu aktif maka otomatis akan masuk ke laptop ku! itu artinya Warda masih hidup? dia mengaktifkannya?"ucap felix meneguk minuman untuk menyegarkan tenggorokan nya karena sempat tersedak tadi.


"ja-jadi Warda beneran sudah ketemu felix?Abi ini beneran kan Warda.....anak kita sudah ketemu?"ucap Fatimah menarik-narik lengan sang suami untuk mencari jawaban atas berita anaknya.


"benar sweety anak kita sudah ketemu! jadi kamu jangan nangis terus oke biar Abi dan felix menjemput Warda! kita ke ruang kontrol sekarang okey?"ucap Alex

__ADS_1


mereka semua pergi ke ruang kontrol untuk memastikan apakah benar itu adalah sinyal yang Warda kirim untuk keluarga nya atau malah jebakan musuh.


"Briel dimana sinyal itu berada?"ucap felix


briel langsung memeriksa dan melacak sinyal itu mengunakan kemampuannya jari-jari tangan yang begitu lincah nya mengotak-atik komputer tersebut untuk mencari keberadaan nona muda nya hingga sinyal itu menunjukkan di sebuah tempat yang cukup jauh dari kediaman Alex terdapat sebuah rumah di tengah-tengah hutan itulah yang di lihat Briel di layar besar nya itu.


"sinyal itu berada di tengah-tengah hutan tuan, di daerah terpencil di Kalimantan"lapor briel


"apa di Kalimantan bukannya itu sangat jauh sekali! beraninya mereka membawa putri ku di tempat yang sangat jauh dari jangkauan ku pantas saja aku tidak menemukan nya!"ucap Alex geram kuku-kuku jari tangan nya mengepal kuat menahan emosi yang sebisa mungkin dia tahan karena di samping ada istrinya


"briel siapkan pesawat pribadi kita kesana sekarang"ucapnya penuh emosi


"Abi! Fatimah ikut, Fatimah juga mau menjemput putri kita"ucap Fatimah memohon dengan tatapan mata sayu nya.


"sweety sebaiknya kamu di rumah saja ya! Abi tidak ingin kamu kenapa-kenapa kalau ikut Abi"Alex paham betul apa yang dirasakan oleh Fatimah, sebagai seorang ibu dia tidak ingin terjadi apa-apa kepada keluarga nya.


"sebaiknya umi di rumah saja, benar kata abi! kalau sampai terjadi sesuatu pada umi felix dan abi tidak bisa konsentrasi untuk menyelamatkan Warda! umi dirumah saja ya tunggu kabar dari kita?"ucap felix mencoba untuk membujuk umi nya karena bisa berabe nanti kalau sampai Fatimah ikut karena sudah di pastikan di sana akan terjadi perang besar.


"benar juga sih? tapi kalian harus janji untuk membawa Warda kembali? jangan sampai Warda terluka? jangan pernah pulang dengan tangan kosong, umi mau kalian pulang bersama Warda bawa kembali keluarga umi dengan utuh?"ucap Fatimah memohon dan mulai menangis memeluk Alex


"iya Abi janji akan membawa putri kita kembali! Abi akan membuat keluarga kita utuh kembali sudah ya jangan menangis lagi cantiknya umi hilang nanti kalau nangis terus hem..."ucap Alex memeluk Fatimah dan mengusap kepala nya untuk menenangkan nya.


setelah selesai berpamitan kepada Fatimah, Alex dan felix serta anak buahnya pergi meninggalkan mansion. mereka pergi menggunakan pesawat pribadi milik Alex sekitar 3 pesawat lepas landas dari kediaman Alex menuju ke Kalimantan dimana tempat Warda di sekap. Alex sudah menghubungi anak buahnya yang berada di Kalimantan beruntung dia masih mempunyai wilayah kekuasaan di sana meskipun tak sebesar kekuasaan di Jember.

__ADS_1


...****************...


di sebuah ruangan terdapat 3 orang di dalam nya dimana salah satu dari mereka terdapat gadis kecil yang terikat mengantung dengan darah yang mulai menetes dari sela-sela tangan yang terikat oleh rantai


gadis itu baru saja mendapatkan siksaan dari manusia biadab di depannya. bagai mendapatkan mainan baru seperti anak kecil mereka mendapatkan perintah dari tuan mereka untuk menyiksa Sandra. mereka menyayat lengan serta mencambuk tubuh lemah gadis itu hingga suara derap langkah kaki mendekati ruangan mereka dengan sangat cepat seperti sedang berlari. mereka menghentikan aktivitas mereka karena melihat salah satu temannya yang masuk dengan nafas yang memburu akibat berlari dengan tergesa-gesa.


"ada apa fal! kenapa kau tergesa-gesa seperti melihat hantu saja?"ucap Riki


"gawat sepertinya lokasi kita sudah di ketahui keluarga nya? salah satu anak buah kita melihat rombongan Alex menuju kemari?"ucap nofal terengah-engah mengatur nafasnya yang menunjukku.


"apaa... bagaimana bisa pasti ada yang tidak beres?"ucap Riki terkejut dan langsung menghampiriku yang sedang pingsan akibat cambukan yang sangat menyakitkan tadi.


"bangun brengsek"Riki mengambil ember yang berisikan air dan mengguyur seluruh tubuh ku


byurrr....


akh....hah...hah...sshht...


bagai tertusuk seribu jarum seluruh tubuhku sangat sakit dan juga nyeri terkena air hingga membuatku merem melek menahan sakit.


"gadis kecil apa kau menghubungi keluarga mu? apa kau memasang alat pelacak di tubuh kecil mu ini hah?"ucapnya memegang daguku dengan kilatan emosi yang terpancar dari sorot matanya hingga siapa saja yang melihatnya berdidik ngeri.


"heh.. persiapkan diri kalian untuk bertemu malaikat maut"ucapku tersenyum smirk.

__ADS_1


"bos kata tuan bila rencana kita gagal bunuh saja gadis itu untuk menutupi bukti"ucap nofal setelah menghubungi atasan mereka kalau rencananya gagal untuk kedua kalinya.


"Bagus itu yang aku tunggu-tunggu! aku sudah geram sekali pada anak kecil ini"ucapnya melihatku.


__ADS_2