
setelah pulang sekolah warda melihat kedua orang tuanya di depan pintu gerbang yang sedang menunggu.
"ades aku pulang dulu ya sudah di tungguin juga"ucapku melihat kebawah karena kelas ku ada di atas.
"oh oke! jangan lupa besok kerja kelompok untuk bulan depan karena besok sudah libur, lebih cepat lebih baik"ucapnya mengingatkan. karena tahun ini ada virus Corona jadi sekolah libur selama sebulan dan bulan depan juga tidak bisa masuk full mungkin, satu Minggu sekali untuk mengumpulkan tugas. oh ya pas terjadi COVID saya sudah kelas 11 SMA.
"iya insya Allah aku hadir"ucap ku melambaikan tangan dan pergi.
"assalamualaikum umi! Abi! kak felix"salamku di depan mereka dan tidak lupa untuk mencium tangan mereka satu-persatu.
"waalaikumsalam"jawab mereka.
"anaknya umi dan Abi sudah siap untuk ziarah ke makam"ucap umi Fatimah
"siap umi! oh iya kak felix jadi ikut kirain cuma bercanda tadi pagi"ucapku saat melihat kak felix keluar dari mobilnya
"kata siapa kakak kan sudah bilang mau ikut juga"jawab nya.
"ya sudah ayo kita berangkat supaya pulang nya tidak terlalu sore"ucap Alex melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 14:00
jarak antara makam dan rumah yang dulu aku tempati bersama keluarga ku tidak jauh dari rumah, hanya melewati beberapa blok untuk sampai di pemakaman keluarga ku, sengaja aku meminta mereka untuk memakamkan jenazah mereka dengan nenek dan yang lainnya supaya bisa kumpul dan mencari nya tidak susah.
"Abi! umi! kak felix! bisa tinggalkan aku sendiri disini hanya sebentar saja"ucap ku seusai berdoa aku memohon kepada mereka untuk meninggalkan ku sendiri.
"ya sudah jangan lama-lama ya Abi sama umi tunggu di sana ya"tunjuk nya di setapak jalan karena makam nya berada di tengah-tengah.
"Hem.. terimakasih Abi! umi!"ujar ku
selesai berbicara aku kembali fokus pada batu nisan keluarga ku aku tatap batu nisan itu secara bergantian aku memeluk nya dan menangis.
AYAH...
IBU... SEBENARNYA KEPALA INI RASANYA MAU PECAH. AKU TIDAK SETENANG ITU, AKU MEMIKIRKAN BAGAIMANA CARANYA MEMBERIKAN KEBAHAGIAN PADA KALIAN.
MUNGKIN KALAU MATA INI BISA BERBICARA, IA AKAN BERKATA " AKU LELAH." AKU TIDAK MAU, KALIAN TAU AKU SEKACAU INI. KALAU KALIAN TAU, KALIAN AKAN SEDIH MELIHAT ANAK YANG SELALU KALIAN USAHAKAN TERTAWA TERUS, KETIKA DEWASA MENANGIS SETIAP MALAM.
__ADS_1
AYAH, IBU.
AKAN AKU USAHAKAN.
AKU TAU, KALIAN TIDAK MENGHARAPKAN APAPUN. TAPI AKU TAU ADA SECERCIK HARAPAN DISANA.
AKU AKAN BERUSAHA UNTUK SEMBUH DEMI KELUARGA BARU KU.
AKU MERINDUKAN KALIAN.
setelah sejam menunggu Warda belum juga menunjukkan dirinya, itu membuat keluarga khawatir akan keadaannya.
"kenapa Warda lama sekali umi! Abi! aku mau jemput Warda dulu takut terjadi sesuatu?"ucap felix terpancar kekhawatiran di wajah Nya
"ya sudah cepat kau lihat Warda kalau terjadi sesuatu teriak saja"ucap Alex
felix berjalan dengan langkah kaki lebar nya untuk menghampiri Warda, dari kejauhan terlihat Warda yang sedang menangis terisak menyayat hati bagi mereka yang mendengar nya. dia menangis dalam keadaan memeluk batu nisan ibu Nya sungguh pemandangan yang menyakitkan bagi felix *Warda kakak janji akan membuat mu tersenyum kembali seperti dulu* ucap nya dalam hati dan menghampiri Warda
"hei...Warda kenapa masih menangis Hem! apa sudah selesai kita nungguin sejam lebih loh pulang yuk sudah sore! nanti kamu sakit diam di sini terus"ucap felix mengusap punggung ku
"Maafin mereka, maafin semua, maafin siapa dan apa aja yang bikin kamu kecewa. Punya ekspektasi itu manusiawi, dan kecewa adalah hal wajar yang harus kamu terima. Maafin aja, gapapa.
Maafin juga dirimu sendiri yang mungkin nggak bisa sama kayak orang yang lainnya. Maafin dia karena apa pun hasilnya, dia udah berusaha semampunya, sebisanya.
Selain maaf, terima kasih juga perlu kamu ucapin ke diri sendiri yang udah bisa tetap berdiri di tengah beratnya duniawi.
Udah ya, kita pulang. Besok-besok kesini lagi."nasehat nya karena melihat ku yang sudah pucat terlihat sekali matanya mulai sembab.
"Tahukah kau kak..?
Kamu tau apa yang lebih sakit
dari sekedar berpisah..
*cobalah menunggu seseorang tapi tidak tau sampai kapan..
__ADS_1
* Cobalah juga berada di titik bertahan
tapi kamu sendiri juga tidak tau
apa yang sedang di tahan..
* Kamu bingung kenapa dunia sebegitu kejam nya pada dirimu, dunia tidak memberimu kesempatan hanya untuk membahagiakan mereka atau hanya sekedar menghargai mu.."ucap nya menghadap ke depan dengan tatapan kosongnya.
"Jika konsep kehidupan adalah people come and go, lalu kenapa edelweis di sebut bunga keabadian ka?"ucap nya lagi memandangi wajah kakak angkatnya.
"Edelweis di sebut abadi karena ia mampu bertahan lebih lama dari pada bunga lainnya. Entah sudah berapa banyak luka yang di tanggungnya dan nanti jika sudah waktunya pasti ia akan pergi"jawab sang kakak.
"Lalu apa pelajaran yang dapat kita ambil ka?"tanyaku lagi
"go itu sudah pasti pergi, hanya saja saat ini! kita saat ini sedang menunggu giliran. Dalam kehidupan pertemuan dan perpisahan itu selalu berhadapan layaknya cermin. Namun edelweis mengajarkan bahwa keindahan itu akan selalu abadi sekalipun hinaan terus menimpa."ujar kak felix
"Karena keindahan hanya bisa di lihat oleh mereka yang mengerti, benar kan ka?"sambung ku. lalu aku mencoba untuk berdiri! karena terlalu lama duduk dan menangis sehingga membuatku terhuyung dan dengan sigap kak felix merangkul ku.
*Teruntuk adikku......
aku tau kalau hidup itu sangat keras Banyak hal yang harus kau lalui untuk menjadi dewasa
Mungkin aku belum bisa menjadi kakak yang terbaik bagimu, tapi percayalah aku akan selalu
memberikan yang terbaik untukmu...
Warda....
Jika kau perlu sesuatu mintalah kepadaku, akan ku usahakan apapun yang kau inginkan , aku tidak mau kau merasakan kesakitan yang pernah aku alami kau harus hidup lebih senang dari padaku kau harus sukses melebihiku*do'a felix dalam hati untuk sang adik. sambil merangkul adiknya felix berjalan menuju mobil orang tuanya.
di perjalanan Warda tertidur pulas di pangkuan umi. karena kelelahan dan capek menangis dia jadi tertidur, wajah lelahnya di pandang terus oleh sang ibu dia melihat mata sembab anaknya dan melirik ke felix.
"felix apa Warda tadi menangis kenapa matanya sembab begini! apa yang kalian bicarakan tadi di makam?"ucap nya sambil memperhatikan ku
membuang nafas nya kasar felix menatap sang ibu" iya tadi Warda sempat menangis. depresinya kumat lagi! dia sempat tidak mau pergi dari makam"
__ADS_1
"apa kok bisa bukannya Wiliam bilang kondisinya sudah membaik kenapa bisa kumat lagi! felix segera hubungi dokter Sintia dan juga Wiliam untuk datang ke rumah"ucap Alex