Anak SMA Si Mafia Kejam

Anak SMA Si Mafia Kejam
kembali pulang


__ADS_3

setelah kejadian mengenaskan itu 2 hari Warda berada di Kalimantan dan dia dinyatakan koma oleh dokter Wiliam itu membuat Alex dan felix frustasi pasalnya mereka belum memberitahukan kondisinya pada umi Fatimah, Alex takut kalau sampai Fatimah menyusul kesini karena musuh-musuhnya masih belum dibereskan semua.


"felix ini bagaimana? haruskah Abi mengabari umi? kalau sampai umi tau dia pasti bakalan kesini?"ucap Alex yang berada di sampingku sedangkan kak felix berada di dekat jendela dia sedang memandangi keindahan alam Kalimantan.


"kita kabari umi saja bi, tapi jangan sampai umi ke sini! kita bawa Warda ke Jember! felix akan bicara sama Wiliam untuk mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan!"ujar felix dia juga tidak ingin umi nya kenapa-kenapa lebih baik dia pulang meski kondisi sang adik sedang koma dia akan mempersiapkan semuanya.


"kalau begitu Abi akan menelfon umi dulu kamu bicarakan ini pada Wiliam"Alex menelfon Fatimah sedangkan felix keluar untuk menemui Wiliam.


"halo assalamualaikum sweety bagaimana kabar mu Hem?"ucap Alex menelfon Fatimah dengan video call


"waalaikumsalam kabar Fatimah baik, Abi ada dimana? kenapa seperti di rumah sakit? Abi sakit atau siapa? felix sama Warda dimana?"ucap Fatimah bertanya dengan nada panik karena melihat Alex yang sepertinya ada di rumah sakit, dia bahkan memberikan Alex banyak pertanyaan.


"tenang dong sweety Abi akan menjawab pertanyaan kamu satu-satu okey"Alex menarik nafas dalam-dalam untuk mencoba menekan rasa bersalahnya.


"Abi berada di rumah sakit dan yang sakit itu.....Warda dia koma sekarang kondisinya masih tetap sama tidak ada perubahan! Abi juga selalu ada di sampingnya!"ucap Alex menjelaskan kondisi sang putri


"Apaa...Warda masuk rumah sakit bi? Fatimah harus kesana sekarang? kenapa Abi tidak bilang kalau putri kita masuk rumah sakit"ucap Fatimah panik dia bahkan terlihat terburu-buru untuk menyusul mereka di Kalimantan. hingga Fatimah mau membuka pintu kamarnya Alex bicara


"sweety tenanglah Abi gak akan ngizinin kamu kesini?"ucap Alex sebelum Fatimah akan mematikan sambungan telfonnya.


"loh kenapa bi! Fatimah kan ingin ketemu sama Warda masa gak boleh sih?"ucap Fatimah kesal. dia kembali duduk di ranjang karena mendengar larangan dari suami nya itu.


"Warda akan Abi bawa ke Jember, jadi sweety gak usah ke sini felix sedang mengurus segala keperluan putri kita jadi kamu tenang saja nanti Abi akan pindahkan Warda ke rumah sakit."ucap Alex menjelaskannya


"kapan?"tanya Fatimah


"secepatnya sweety, mungkin besok atau lusa Abi masih harus menunggu keputusan Wiliam."


"kalau begitu Fatimah mau lihat kondisi Warda dulu, Fatimah gak tenang kalau masih belum mengetahui kondisi Warda."


Alex mengubah ke kamera belakang dan memperlihatkan kondisi sang putri pada Fatimah, dia melihat putrinya yang sedang terbaring lemah dengan banyaknya selang ditubuh dan beberapa perban di kepalanya sungguh dia tidak kuat melihat kondisi putrinya seperti itu. dia menitihkan air mata nya.


"Ya Allah bi. kenapa kondisi putri kita seperti itu umi gak kuat cepat bawa Warda kesini bi, umi merindukan nya hikss..." Fatimah menangis di atas ranjang dia kasihan sekali melihat kondisi putrinya seperti itu sungguh kejam perbuatan mereka pada anak gadisnya.


"iya sweety Abi tau kamu pasti merindukan nya. tenang ya jangan nangis lagi Abi harus pergi menemui Wiliam sudah dulu ya? Abi tutup telfonnya ya assalamualaikum cantiknya Abi?" ucap Alex mengakhiri pembicaraan nya


"waalaikumsalam cintanya umi"jawab Fatimah dengan wajah yang menggemaskan. malu-malu tapi mau hiyaa...umi hihi...

__ADS_1


setelah mengabari Fatimah Alex pergi ke ruang Wiliam disana juga terdapat felix yang masih asik mengobrol dengan sahabatnya itu.


tok...


tok...


tok...


"masuk"teriak Wiliam dari dalam


ceklek


pintu ruangan terbuka dan terlihat Alex masuk dengan tampilan yang berwibawa nya berjalan menuju sofa dimana Wiliam dan felix duduk.


"kalian ini bukannya ngasih kabar malah enak-enakan ngobrol santai"ucap Alex


"kami gak mau ganggu om sama Tante Fatimah"ujar Wiliam


"jadi bagaimana keputusan nya Will. bisa kami bawa Warda ke jember"tanya Alex langsung to the poin dia orang yang tidak suka bertele-tele gais hihi....


"kalo itu sudah menjadi tugasmu! om akan kembali ke ruangan Warda kalian lanjutkan saja ngobrol nya"ucap Alex melangkah pergi.


setelah persetujuan rumah sakit Warda dipindahkan ke Jember dengan pesawat pribadi milik Alex, pesawat lepas landas dari bandara Nanga Pinoh Airport, Kalimantan barat. menuju ke bandara Notohadinegoro Jember Di sana sudah ada Alan dan Fatimah yang menunggu kedatangan mereka untuk Langsung dibawa menuju rumah sakit Siloam hospital itu adalah rumah sakit punya Alex sendiri dia membangun rumah sakit itu sewaktu-waktu apabila dia ada di Jember seperti sekarang ini.


"Alan kapan mereka akan sampai kenapa lama sekali?"ucap Fatimah, dia duduk di bangku bandara di dalam ruang tunggu karena dia kecapean saat menunggu di luar.


"diperkirakan mereka sampai sekitar 15 menit lagi nyonya?"ucap Alan melihat jam tangannya.


"huhf... lama sekali, Alan kau sudah menyiapkan kebutuhan putriku kan?"ujar Fatimah sambil bermain handphone sembari menunggu kehadiran suami dan anaknya agar tidak bosan.


"sudah nyonya, semuanya sudah di persiapkan! nyonya tidak perlu khawatir di sana juga sudah ada dokter Wiliam yang menjaga nona Warda!"


"baguslah, kalau begitu kamu boleh pergi saya mau sendiri nanti kalau pesawat suami saya tiba kamu kabari saya.?"ucap Fatimah


"baik nyonya, kalau begitu saya permisi"Alan pamit undur diri dengan membungkuk dan keluar dari ruangan untuk melanjutkan pekerjaannya.


sementara itu selepas pesawat itu terbang selama selama 1 jam di udara, tiba-tiba kondisi Warda kembali memburuk dan mengakibatkan serangan jantung, suster yang menjaga ruangan Warda berlari menuju tempat duduk Wiliam di depan bersama Alex dan felix.

__ADS_1


"maaf tuan mengganggu kondisi nona Warda melemah?"ucap suster dengan nafas yang memburu akibat berlari dengan panik.


mereka bertiga terkejut pasalnya tadi sebelum lepas landas Warda sudah diperiksa dan keadaanya baik-baik saja.


"apa sus! kita kesana sekarang"teriak Wiliam dia sangat terkejut hingga menjatuhkan gelas yang dipegangnya,mereka bertiga berlari ke ruangan Warda hingga di depan pintu Wiliam melarang Alex dan felix untuk masuk.


"maaf om! felix! aku harus memeriksa keadaan Warda kalian tunggu di luar saja"ucap Wiliam


hingga mereka berdua pasrah demi keselamatan Warda, Wiliam mengecek kondisi Warda dengan teliti


"pasien mengalami gagal jantung, suster siapkan defibrillator"ucap Wiliam, suster menggambil alat kejut jantung yang sudah di persiapkan di pesawat itu.


"150 joule! Clear!" Dokter menyentuhkan alat kejut tepat di dada kanan atas, dan dada kiri bawah, maka detik itu juga warda terangkat ke atas. Seiring kekuatan sengatan yang diberikan.


"Masih sama Dok. Detak jantungnya masih lemah." hardik suster memperhatikan layar. "Belum ada perubahan."


"200 joule! Clear!" Sekali lagi jantung warda diberikan sengatan listrik berkekuatan 200 joule, sehingga dada semakin menghentak tinggi, kemudian... terhempas.


"Denyut jantung mulai stabil Dok! Tekanan darah sudah normal kembali!" ucap senang perawat tersebut.


"sebentar..."ucap Wiliam, ternyata dia melihat baju Warda berdarah dan merembes ke sprei sepertinya luka cambuknya terbuka. dia membalikkan tubuh Warda sedikit untuk melihat lukanya.


"oh ****.... lukanya terbuka dan sepertinya ini meradang itu sebabnya kondisi pasien memburuk, kita harus mengoperasi pasien sebelum terlambat"umpat Wiliam


"tapi dok peralatan kita terbatas tidak ada alat untuk operasi pasien di sini hanya ada alat defibrillator saja?"ucap suster


"oh my God aku lupa"ucap Wiliam frustasi dia melihat jam tangannya


"10 menit lagi kita sampai, suster persiapkan pasien agar tetap stabil kita tunda operasi semoga saja pasien bisa bertahan. aku akan keluar sebentar untuk mengabari keluarganya?"ucap Wiliam melangkah pergi


sementara di balik pintu ruangan Warda, dua orang beda generasi itu terus mondar-mandir karena khawatir dengan kondisi Warda sepertinya mereka sedikit menyesal mengambil keputusan untuk pulang lebih awal, hingga suara pintu terbuka dengan menampilkan Dokter Wiliam.


"bagaimana Wil? Warda baik-baik saja kan?"ucap Alex


"maaf om kondisi Warda memburuk luka di punggungnya terbuka itu membuatnya meradang dan harus segera dioperasi kalau tidak bisa mengakibatkan infeksi?"ucap Wiliam tertunduk


roboh sudah pertahanan Alex untuk tidak menangis dia lemas hingga merosot kebawah, felix memegangi tubuh Abi nya dia juga sangat terkejut dengan ucapan Wiliam bahwa keadaan adiknya kembali memburuk. keduanya terdiam menyesali keputusannya untuk pulang lebih awal kalau saja mereka menunggu kondisi Warda benar-benar baik dan boleh untuk dipindahkan ke Jember mungkin kondisinya tidak akan seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2