Anak SMA Si Mafia Kejam

Anak SMA Si Mafia Kejam
Warda kritis


__ADS_3

sesampainya di rumah sakit pengawal lebih dulu turun membukakan pintu dan felix segera keluar untuk membawaku ke dalam, dirumah sakit dokter Wiliam sudah siap menunggu di pintu masuk


felix langsung berlari menuju ruang operasi dan mengabaikan Wiliam yang sudah menunggu lama.


"Woi... felix dokter nya ada disini kenapa Lo abaikan?"ujar Wiliam selaku dokter yang tidak di hargai xixi....


dokter Wiliam angara dia dokter muda berumur 27 tahun. dokter paling muda dia berasal dari Inggris dia ke Indonesia bersama felix tujuan awal adalah liburan berhubung keluarga felix adalah mafia terlebih Alex adalah ketua dari organisasi mafia yang berpusat di Inggris jadi dia sering di panggil dalam keadaan darurat seperti saat ini. terlebih Wiliam dan felix adalah sahabat dari SMA hingga sekarang ini


"sudah jangan banyak omong cepet ke ruang operasi felix tidak akan mendengar mu apabila dia sudah panik"ucap Alex menepuk pundak Wiliam dan di mengerti oleh nya, langsung lari ke ruang operasi


"ayo sweety"ucap Alex menggandeng tangan istrinya.


sesampainya di ruang operasi felix menyerahkan ku pada Wiliam.


"wiil... tolong tangani adik ku, selamat kan dia bagaimana pun caranya"ucap nya sangat khawatir kehilangan untuk kedua kalinya


"tenang lah felix kami akan melakukan yang terbaik untuk adik mu, kau keluar lah dulu"Wiliam mencoba menenangkan felix.


felix keluar dan disambut oleh kedua orang tua nya yang menunggu di depan ruang operasi.


"felix kau ganti lah baju dulu biar ayah dan ibu yang menjaga warda"ucap kedua orang tua felix


"tidak yah aku ingin menunggu operasi nya selesai"ucapnya lirih


"emang kau mau menunggu adik mu dalam keadaan pakaian penuh dengan darah sudah sana ganti baju mu"ucap Alex dengan tegas


felix melihat bajunya penuh dengan darah dan iya baru mengetahuinya


"aku akan segera kembali hubungi aku kalau operasi nya selesai yah?"ucap felix melangkah pergi untuk mengganti pakaiannya


Hem...


sedangkan di dalam ruang operasi terdapat banyak sekali alat-alat medis yang berjejer di sekeliling pasien. karena pasien mengeluarkan banyak sekali darah dokter harus melakukan beberapa kali jahitan di perut dan lengan seusai peluru di keluarkan dari tubuhnya. hingga suster yang bertugas mengawasi alat pendeteksi jantung panik.

__ADS_1


"dokter kondisi pasien melemah..."ujarnya pada dokter


"pasien mengalami gagal jantung siapkan defibrillator"Wiliam menggambil alat kejut jantung yang di berikan suster.


"150 joule! Clear!" Dokter menyentuhkan alat kejut tepat di dada kanan atas, dan dada kiri sedikit ke bawah, maka detik itu juga warda terangkat ke atas. Seiring kekuatan sengatan yang diberikan.


"Masih sama Dok. Detak jantungnya masih lemah ." hardik suster memperhatikan layar. "Belum ada perubahan."


"200 joule! Clear!" Sekali lagi jantung warda diberikan sengatan listrik berkekuatan 200 joule, sehingga dada semakin menghentak tinggi, kemudian... terhempas.


"Denyut jantung mulai stabil Dok! Tekanan darah sudah normal kembali!" teriak senang perawat tersebut.


Wajah-wajah pucat sebelumnya, langsung bisa bernapas lega dan ucap syukur di dalam ruang operasi terdengar bersahutan. Bahkan suara cepat dari mesin ECG, sudah kembali lambat yang menandakan kondisi pasien stabil kembali.


Di tengah-tengah ketegangan yang baru saja terjadi, suara itu kembali terdengar. "ibu...!"


Namun karena suara terlalu pelan selembut helaan napas, sehingga tidak ada yang menyadari. Suara yang terdengar begitu ... menyakitkan.


"syukur lah dia kembali kalau tidak karir ku yang susah payah aku gapai akan berakhir"ucap dokter Wiliam menghapus tetesan keringat yang banjir akibat ketegangan di ruang itu.


"baik dok"


terdengar suara pintu terbuka dan keluar suster sedang mencari keluarga pasien yang terluka. Alex yang menerima telepon dari anak buahnya dari kejauhan langsung mematikan telepon genggam nya dia berlari menghampiri suster yang sudah mengobrol dengan istrinya.


"ada apa suster. apakah ada masalah di dalam"ucap nya dengan napas yang terengah-engah karena berlari


"pasien membutuhkan transfusi darah dengan golongan darah A Rhesus negative apakah pihak keluarga ada yang sama dengan golongan darah pasien. karena stok darah dengan golongan A Rhesus negative di rumah sakit ini habis!" stok darah dirumah sakit habis karena memang darah tersebut sulit didapatkan berharap pihak keluarga ada yang memiliki darah yang sama dengan pasien.


"kebetulan anak saya felix sama darah nya dengan warda aku akan menghubungi dia sekarang"ucap Alex teringat kalau felix golongan darah nya juga A Rhesus negative


"baik tolong segera ya pak karena pasien sempat mengalami gagal jantung sekitar 10 menit tadi."ujar suster sebelum masuk kembali ke ruang operasi


"apa sus...warda sempat gagal jantung"jawab istri Alex menutup mulutnya terkejut sambil menangis

__ADS_1


oh ya istri om Alex namanya Fatimah Az-Zahra dia orang Indonesia kelahiran Jember sedangkan om Alex orang Inggris dia adalah ketua mafia di sana yang akan di wariskan ke felix nanti.


"sayang cepat jemput felix suruh dia kesini atau suruh anak buah mu menjemput felix yang!"ucap Fatimah sambil membuang ingus nya karena kebanyakan menangis.


"iya sweety, nah itu orangnya datang"dari kejauhan felix tengah berlari karena tadi mendapatkan pesan dari ayahnya apabila warda dalam kondisi kritis


"ayah...ada apa dengan warda kenapa sampai kritis?"ucap felix mengatur nafas nya


"warda membutuhkan transfusi darah dan darah kalian sama. ayah minta tolong sama kamu bantu dia"ucap Alex merendahkan diri sebagai ketua mafia yang tidak pernah memohon atau meminta maaf kepada siapapun selain apabila dia yang berbuat salah.


"apapun akan aku lakukan yah. selama warda bisa diselamatkan"ucapnya menggulung lengan kemeja hitam nya keatas.


"terimakasih. pergilah kedalam Wiliam menunggu mu"


iya...


felix masuk ke ruang operasi untuk melakukan transfusi darah


"sudah ya sweety, jangan menangis lagi nanti bukannya air mata yang keluar malah air mata darah yang keluar gimana!"godanya


"iih..ayah gak boleh gitu, oh iya yah sebaiknya kita juga harus mengurusi keluarganya warda deh"Fatimah baru teringat apabila keluarga Warda mengalami musibah yang mengharuskan mereka semua pergi ke sang pencipta


"iya kau benar sweety sebentar aku telfon Alan dulu untuk menguruskan nya"Alex mengambilkan telfon genggam nya di saku celana dan menghubungi Alan asisten nya untuk mengurusi masalah ini.


"Alan kau dimana"


"saya baru saja pulang dari kantor tuan dan ingin mengunjungi nona Warda di rumah sakit"ucap nya di sebrang


"kau tidak usah ke sini pergi dan urusi pemakaman untuk keluarga Warda jangan lupa bawa beberapa pengawal untuk membantu pemakaman"perintah Alex


"siap tuan laksanakan"Alan segera berputar arah menuju tempat kejadian kecelakaan yang menimpa keluarga ku.


"semoga nona Warda kuat menghadapi cobaan ini dan semoga dia mau menjadi anak angkat tuan. sudah lama sekali saya tidak pernah melihat senyuman tuan dan nyonya setulus itu waktu mengobrol dengan nona"doa nya untuk tuan dan nyonya yang sudah pernah menolongnya.

__ADS_1


sedangkan di dalam ruang operasi felix masih menjalani pengambilan darah. dia melihat ke samping Melihat ku yang tertidur dengan banyaknya selang yang menempel di tubuhku dentuman alat-alat medis yang menghiasi ruangan tersebut. dia menatap kasian pada gadis yang baru saja ia akui sebagai adiknya.


__ADS_2