Anak SMA Si Mafia Kejam

Anak SMA Si Mafia Kejam
bermain ayunan di bawah pohon apel


__ADS_3

sepulang dari makam kondisi Warda kembali memburuk, felix dengan sigap menghubungi dokter Sintia dan Wiliam untuk datang ke rumah.


setelah menunggu beberapa saat Wiliam dan dokter Sintia sudah selesai memeriksa keadaan nya.


"bagaimana will kenapa kondisi nya kembali memburuk bukannya kemarin sudah baik-baik saja"ucap Fatimah


"kondisi Warda memburuk itu mungkin disebabkan oleh omongan atau kejadian masa lalu terulang..


"om dan Tante tidak membahas atau menyebut kejadian lalu kan"peringatkan nya


"tidak kami tidak membahas apapun tentang keluarganya dulu tadi pagi juga dia baik-baik saja"ucap Alex


"mungkin pas di sekolah kali bi!"felix yang baru saja masuk ke kamar dan ikut menjawab pertanyaan sahabatnya itu.


"iya! bisa jadi waktu pulang sekolah tadi sore Warda juga kebanyakan diam tidak seperti biasanya"Alex baru teringat suasana hati anaknya tadi sore yang tiba-tiba berubah.


"kemungkinan itu penyebabnya kenapa Warda jadi drop lagi! kalian usahakan jangan membiarkan Warda sendiri! dan jangan lupa untuk selalu meminum obat nya secara teratur!"ujar dokter Sintia


setelah mengetahui penyebab kenapa Warda bisa drop lagi Wiliam dan dokter Sintia pulang. dan seperti biasa umi Fatimah selalu tidur di kamar ku apabila kondisinya tidak baik-baik saja.


"umi Warda masih belum bangun kok gak ikut sarapan sama kita"ucap felix mencari sang adik


"Warda pagi ini makan dikamar! dari subuh tadi dia tidak bicara hanya diam. umi jadi khawatir meninggalkan nya sendiri"


"sweety tidak perlu khawatir kita hanya sebentar keluar nya lagian di rumah juga ramai nanti akan ada suster dan briel yang akan menjaga nya"Alex meyakinkan Fatimah pasalnya acara pagi ini adalah ulang tahun teman bangsawan nya dan itu sangatlah penting


"apa Fatimah tidak usah ikut saja ya Bi! Fatimah khawatir dengan kondisi nya kalau ditinggal"ucap nya lagi


"jangan dong sweety nanti Abi kalau digoda cewek lain di sana gimana! Abi cuma mau pergi sama kamu"ujar Alex menggenggam tangan istrinya


"felix kau hari ini tidak bisakah libur ke kantor"ucap nya melihat felix


"tidak bisa! hari ini felix ada rapat penting kemarin felix sudah menundanya! lagian di sini kan banyak pelayan apa yang umi khawatir kan! umi pergi saja sama Abi nanti felix setelah rapat akan langsung pulang"bujuk sang anak karena dia juga harus menghadiri rapat penting pagi ini.


"ya sudah umi ikut tapi felix kamu beneran pulang cepat kan?"


"iya umi"

__ADS_1


setelah sarapan pagi selesai mereka semua pergi ke acaranya masing-masing dan Fatimah tidak lupa untuk mengingatkan pelayan memberikan anaknya sarapan. Fatimah yang menyiapkan sarapan untuk Warda baru setelah itu pelayan yang mengantarkan nya ke kamar.


"Nona, hari ini kau lebih banyak menghabiskan waktu di kamar. Apa yang kau lakukan di ruangan sempit itu?"ucap bodyguard yang mengantarkan sarapan nya.


"Tidak ada hanya tidur."ucapku


"Apa setiap malam kau terjaga. Nona? Sampai-sampai waktu tidurmu terbalik seperti sekarang."tanya si bodyguard lagi


"Tidak juga."


"Lalu?"


"Kau tahu, Tuan? Terkadang, tidur itu bukan hanya perkara mengantuk selepas terjaga semalaman. Kini, bagiku, tidur bukan hanya sebatas untuk melepas lelah. Melainkan sebuah pelarian, Berlari sejenak dari kenyataan yang tak pernah menyenangkan dan tak sesuai harapan...


"Aku jarang mendapat apresiasi dan kesempatan untuk bercerita sejak kecil. Sehingga sulit bagiku untuk tidak memikirkan apa yang orang lain nilai terhadapku.


Aku takut mengecewakan, aku takut salah ambil langkah.


Tidak semua anak perempuan mendapatkan cinta yang cukup dari orangtuanya. Bahkan, rumah yang hari ini kita anggap tempat paling aman untuk menyimpan segala kesedihan yang kita miliki, bagi mereka rumah itu tidak lebih dari sebuah penjara yang diisi oleh kesunyian yang hampa.


Kalau kau memang menemukan perempuan, yang dalam hidupnya sudah terluka oleh kepahitan dunia ini, kuharap jadilah sedikit cahaya untuknya. Kumohon jangan kau tambah luka dalam hatinya. Jadilah laki-laki yang setidaknya bisa merubah traumanya menjadi bahagia, bahwa tidak semua laki-laki sebengis dan sejahat orang-orang yang pernah melukainya."ucapku lirihku panjang lebar


berdiam diri di kamar cukup lama Warda mulai bosan dia memutuskan untuk keluar pergi ke taman belakang dia sempat ingat dulu pas pertama kali kesini dia sempat pergi ketaman belakang rumah Alex bersama umi Fatimah.


Warda pergi ketaman belakang tepat pukul 10:00 dan kebetulan cuaca nya sangat mendung, sepertinya akan turun hujan lebat.


"nona mau kemana?"ucap sang bodyguard yang selalu berdiri didepan pintu kamar nya


"aku hanya ingin mencari udara segar"ucapku menuruni anak tangga menuju ke taman belakang


"biar saya temani nona"ucapnya segera berlari mengejar ku yang sudah berada di lantai bawah


"tidak usah briel aku hanya akan duduk di gazebo belakang"ucapku


"kalau begitu saya akan menyiapkan sedikit kudapan untuk anda makan nona?"usul nya


"tidak usah briel"

__ADS_1


"setidaknya anda harus makan nona! dari pagi anda belum makan! makanan tadi pagi saja anda tidak menyentuhnya sama sekali?"ucapnya kekeh.


"kalau begitu tolong siapkan buah saja saya ingin makan buah maaf merepotkan anda"ucapku


"sudah menjadi tugas saya nona! kalau begitu saya undur diri mohon menunggu dan jangan pergi kemana-mana nona"ucap briel membungkuk dan berjalan menuju dapur


hem...


setelah selesai memotong buah-buahan briel langsung menuju taman belakang. karena cuaca yang sangat buruk hujan deras turun secara tiba-tiba.


"sepertinya diluar hujan sebaiknya aku bawa payung untuk nona Warda"ucap nya berjalan menuju tempat dimana payung-payung berada dan pergi ketaman belakang, setibanya di pintu briel hendak membuka payung dia melihat ditaman tempat gazebo berada ternyata Warda tidak ada di tempat. dia bingung setengah mati pasalnya hujan begitu deras dan kondisi sang nona tidak baik-baik saja.


dia berlari mencari keberadaan sang nona dia menelusuri taman"nona Warda anda dimana"teriak nya dia kembali ke dapur berharap sang nona sudah kembali."kalian apa melihat nona Warda masuk tadi"ucapnya pada pelayan di dapur


"tidak tuan, semenjak anda keluar tadi tidak ada yang masuk ke dapur selain kita"ucap salah satu pelayan. briel makin frustasi, dia sudah mencari seluruh taman tapi hasilnya nihil.


"Aarrgg....sial kalian cepat cari nona Warda tadi beliau izin ke taman sekarang beliau tidak ada cari sebelum tuan dan nyonya kembali"teriaknya amanah yang tuan besar perintahkan hanya sekedar menjaga nona muda saja tidak bisa.


briel mengumpulkan beberapa anggota nya yang lain dan para pelayan dia membagi tugas pelayan mencari di dalam dan para pengawal mencari di luar.


briel teringat ada satu tempat yang belum dia kunjungi dan tempat itu biasanya nona berada. yaitu kebun apel kebiasaan nona muda yang selalu bermain ayunan di bawah pohon apel karena mansion ini memiliki kebun apel sendiri tak jarang nona muda mereka itu sering berkunjung ke kebun entah bermain atau memanen buah. seperti dugaannya Warda sedang bermain ayunan dibawah pohon apel dengan tatapan matanya menghadap ke atas sambil tersenyum.


"kenapa anda senang sekali bermain dengan hujan nona?"ucapnya terengah-engah karena berlari tadi.


"karena aku menyukai hujan"


"Jangan terlalu lama berada di bawah hujan nanti anda sakit"ucapnya lagi


"paman, tahukah kamu mengapa hujan selalu menjadi sesuatu yang menenangkan?"ucapku berhenti bermain


"Mungkin karena di tengah derasnya hujan ada derasnya air mata yang mengalir dan ada teriakan Pilu dari manusia dengan segala Peluh"jawabannya dan membuka payung yang sudah disiapkan.


"Lantas kenapa kamu menghalangi hujanku dengan Payungmu?"ucapku menatap briel.


"nona, jangan membasahi luka yang belum sembuh sepenuhnya, kamu hanya akan lebih menyakiti dirimu sendiri"briel membungkuk dan memberi ku handuk


"aku hanya ingin menenangkan diri briel sebelum... menerima kenyataan pahit ini"ucapku berdiri dan melangkahkan kaki untuk masuk.

__ADS_1


__ADS_2