Anak SMA Si Mafia Kejam

Anak SMA Si Mafia Kejam
Warda demam


__ADS_3

setelah selesai membersihkan diri nona muda kembali tidur, briel keluar untuk menelfon tuan dan nyonya akan kejadian tadi.


sementara di tempat yang berbeda tuan dan nyonya besar sedang terjebak hujan di kediaman keluarga Samuel si bangsawan Inggris yang baru saja sampai di Indonesia karena ingin merayakan ulang tahun bersama sahabatnya.


"Abi kita pulang yuk! umi khawatir sama Warda"ucapnya merasa gelisah seperti terjadi sesuatu sehingga sang umi bisa merasakan nya.


"tenanglah sweety diluar lagi hujan! dirumah juga ada yang menjaga Warda"Alex mengusap punggung sang istri untuk menenangkan nya.


"apa felix sudah pulang ya Bi! Fatimah izin mau menghubungi felix sebentar bi!"ucapnya meminta izin terlebih dahulu kepada sang suami


"ya sudah jangan jauh-jauh supaya Abi bisa mengawasi mu ya sweety"ujar Alex mencium pipi Fatimah walau sebentar. Fatimah mengangguk dan berpamitan kepada tuan rumah.


"felix apa kamu sudah pulang nak! kamu sama Warda kah?"ucap Fatimah di seberang telepon


"belum umi! felix kejebak macet mungkin 1 jam lagi baru sampai! Abi sama umi kalau mau pulang sebaiknya lewat jalan pintas saja jalan utama macet karena ada pohon yang tumbang...


"emang ada apa umi! apa terjadi sesuatu pada Warda?"ucap felix


"bukan sayang! umi hanya khawatir dengan kondisi Warda! umi merasa tidak enak saja meninggalkan nya"ucapnya.


dari kejauhan yaitu di tempat duduk. Alex juga mendapatkan telfon dari anak buahnya


"permisi Sam! aku harus mengangkat telepon dulu ini penting"ucap Alex meminta izin kepada tuan rumah


"oh ya silahkan Lex! angkat saja siapa tau penting"ucap Samuel sang bangsawan


"ada apa briel?"ucap Alex mengangkat telepon


"maaf tuan mengganggu waktunya! i-ini mengenai kondisi n-nona Warda! be-beliau ddemam tuan"ucapnya tergagap sambil memegang handphone dengan gemetar.


"apa kok bisa briel! oke sekarang juga kami pulang! hubungi Wiliam untuk datang ke rumah sekarang"ucapnya menahan diri.


Fatimah yang sedang asyik mengobrol lewat telepon dengan felix dia melihat suaminya tengah menghampiri nya dengan tergesa-gesa terlihat ke khawatiran di wajahnya.


"ada apa bi! kenapa jalannya terburu-buru begitu?"ucap Fatimah


"sweety masih bicara sama felix?"ucap Alex dengan lembut.

__ADS_1


"iya, Abi mau ngomong sama felix"Fatimah memberikan handphone nya ke Alex


"halo assalamualaikum felix! kau masih di sana?"ucap Alex mengambil handphone yang di berikan Fatimah


"iya ada apa bi"ucap felix diseberang telfonnya


"felix! Warda demam cepat pulang Abi sama umi akan pulang sekarang"


"iya felix tau tadi anak buah felix kirim pesan ke felix. ini juga felix dalam perjalanan pulang Abi sebaiknya pulang lewat jalan pintas saja jalan utama macet total ”


"kalau begitu kita ketemu di rumah"


"ya..


setelah selesai menerima telepon Alex dan Fatimah berpamitan dengan Samuel selaku tuan rumah.


"Sam kami pulang dulu! anakku tiba-tiba demam! maaf tidak bisa menemani acaranya sampai selesai"ucap Alex berjabat tangan dengan Samuel


"tidak papa kondisi putri mu lebih penting Alex! kapan-kapan aku akan berkunjung untuk melihat putri angkat mu boleh kan?ucap Samuel mengantarkan tamu pentingnya itu keluar


"tentu! rumah ku selalu terbuka untuk kalian"ucapnya masuk ke dalam mobil dan pergi dari kediaman keluarga Samuel untuk pulang ke rumahnya.


"bagaimana kondisinya Will?"ucap Alex dan Fatimah langsung menaiki ranjang tempat tidur ku memeluk ku dari samping


"Warda demam tinggi om tadi saya sudah kasih suntikan untuk menurunkan demam nya mungkin besok pagi dia sudah mendingan" ucap Wiliam memasukkan alat-alat nya ke dalam tas.


"Wiliam sebaiknya malam ini kau menginap saja di sini siapa tau Warda membutuhkan bantuan mu lagi"ucap Alex karena tidak enak bila mengganggu waktunya Wiliam jika harus bolak-balik.


setelah selesai mereka semua kembali ke kamar masing-masing hanya ada felix dan umi Fatimah di kamar Warda. felix duduk di pinggir ranjang dengan tangannya yang menyentuh tangan ku.


"Bagaimana caramu berhasil menghidupkan banyak


manusia sementara dirimu sendiri telah mati sejak lama.


Bagaimana mengosongkan ruang derita itu, sebab


sekarang deritamu sudah tak punya tempat lagi, yang

__ADS_1


kau beri tempat hanya milik orang lain.


Dirimu sudah lama mati, bukan.


Bahkan kematianmu tak seorangpun tahu.


Mereka kira kau masih hidup dan bisa merayakan banyak hari bahagia.


Nyatanya, bentuk bahagiamu sendiri saja kau sudah lupa...seperti apa"ucap felix mengusap wajah ku dan dia berpamitan kepada sang umi untuk kembali ke kamar nya.


pagi pun tiba aku mengerjapkan mata dan kepala ku mulai terasa sangat pusing entah karena kemarin terlalu lama berada di bawah hujan atau karena kebanyakan menangis di bawah hujan aku juga tidak tahu.


"sshht... kepalaku sakit banget"lirih ku melihat tangan ku yang sudah kembali terpasang selang infus padahal beberapa hari yang lalu sudah terlepas sekarang harus terpasang kembali.


mendengar suara pintu yang terbuka lantas aku menoleh ternyata umi Fatimah dengan membawa makanan yang ada tangannya.


"ya ampun Alhamdulillah! Warda kamu sudah sadar sayang! sebentar ya sayang umi panggilkan dokter Wiliam di bawah"ucap umi Fatimah menaruh nampan yang berisi makanan itu ke atas mejaku dan sebelum umi keluar umi menyempatkan diri untuk mencium wajah ku sangking bahagia nya.


"demam nya sudah turun tapi untuk infus tidak boleh di buka harus nunggu cairan nya habis"ucap Wiliam


"oh ya om! Tante! Wiliam harus kembali ke rumah sakit karena ada operasi pagi ini! Wiliam langsung pamit ya om! Tante!"ucapnya hendak melangkah pergi


"terimakasih atas bantuannya ya wiil"ucap Alex berjabat tangan dengan Wiliam.


"Warda kamu harus segera sembuh okey! kalau kamu sembuh dengan cepat maka Kak felix ajak kamu ke perpustakaan kamu bisa pilih semua buku yang kamu suka?"ucapnya merentangkan kedua tangannya seolah-olah menyuruhku memborong semua buku yang ada di perpustakaan


"wah... beneran nih Kak kalo sambil shopping boleh sudah lama aku belum ke mall. ada barang yang mau aku beli kak boleh kan?"ucapku kegirangan


"iya boleh! asalkan kamu harus sembuh tidak boleh terus-terusan sakit kasian umi okey terlebih lagi ya Abi udah jarang tidur sama umi sebab umi tidur sama kamu terus xixi..."ucap felix berbisik mendekati ku


"oh ya kak! emm... umi kalau mau tidur sama Abi silahkan Warda juga sudah sehat kasian Abi kalau tidur sendiri"ucap ku tidak enak


*ahh...anak Abi memang best tau aja kalau Abi gak bisa jauh dari umi kalian* ucapnya dalam hati dan mengacungkan jempol untuk kedua anaknya.


"gak mau umi masih mau tidur sama kamu! emang gak boleh ya kalau umi tidur sama kamu! kamu kan lagi sakit"ucapnya kecewa.


"eh... aduh bu-bukan begitu umi..."ucapku tergagap jadi merasa bersalah nih. melirik ke Abi aku meminta bantuannya

__ADS_1


"sweety yang dibicarakan Warda benar emang kamu gak kasihan apa sama Abi! masak Abi di suruh tidur sama guling sih sama kamu?"ujar Alex memeluk tubuh istrinya


__ADS_2