Anak SMA Si Mafia Kejam

Anak SMA Si Mafia Kejam
selamatkan putriku


__ADS_3

menuju perjalanan ke rumah sakit terdekat karena tidak mungkin membawa Warda kembali ke Jember Dengan keadaan yang sangat parah ini gadis itu terbaring lemah di pangkuan sang Abi sementara felix berada di kursi depan sering kali ia menoleh ke belakang untuk sekedar melihat kondisi sang adik.


"Warda kamu tahan ya sebentar lagi kita akan sampai tahan sayang kamu kuat kamu pasti bisa..."ucap Alex menggenggam tanganku dengan erat


"Abi Warda ngantuk?Warda mau tidur? punggung Warda juga sakit bi?"ucapku pelan dengan menahan sakit bekas cambukan di punggungku yang mulai mengeluarkan darah hingga membasahi paha Abiku.


"tidak boleh sayang! kamu tidak boleh tidur Abi tidak mengizinkannya tahan sebentar sayang Abi mohon"Alex menggenggam tanganku dengan sangat erat dalam dekapannya dia bahkan sampai menangis melihatku.


"Alan kenapa kau lambat sekali mengendarai mobilnya cepat sedikit? felix hubungi polisi setempat amankan jalannya supaya tidak ada halangan di depan?"Alex sangat marah pasalnya dari tadi tidak sampai-sampai di rumah sakit seakan waktu berjalan sangatlah lambat. sedangkan Warda sudah mati-matian untuk menahan rasa sakitnya Alex tidak tega melihatnya.


"iya bi sabar sebentar lagi juga sampai felix sudah menghubungi polisi jalanan di depan sudah kosong"ucap felix


"akhh... kepala Warda sakit banget bi hiks...."ucapku menangis karena memang sakit banget. karena sebelumnya mereka juga pernah memukul kepala bagian belakangku pas awal di mansion.


"kita sudah sampai sayang Abi mohon bertahan sebentar Abi mohon jangan tinggalkan Abi...."ucap Alex.


Alex dan felix turun dari mobil, Alex meletakkan anaknya itu ke Brankar menuju ke ruang operasi dia terus menggenggam tangan anaknya sesampainya di pintu operasi Warda menyuruh menghentikan langkahnya pada dokter Wiliam dan itu membuat semua orang bingung pasalnya dia dalam keadaan kritis kalau tidak segera ditangani.


"Warda kenapa berhenti ada apa sayang?"ucap Alex bingung dia tatap wajah anaknya yang sudah pucat itu.


"Abi.... tolong... ambil...ja-jam tangan...ku... di dalamnya terdapat... chip yang harus kalian buka"ucapku berusaha untuk mengucapkan setiap kalimat sangat berat sekali untuk diucapkan hingga membuatku kesusahan.


setelah Alex mengambil jam tanganku dokter Wiliam dan suster kembali mendorongku masuk ke ruang operasi.


"Alan kau buka jam tangan anakku kalau ada chipnya buka dan lihat apa isinya? bawa breil sekalian supaya bisa membantumu?"ucap Alex.

__ADS_1


"baik tuan"Alan pergi bersama briel menuju markas untuk membongkar isi chip itu.


"bi! Abi tenang saja felix yakin Warda pasti baik-baik saja! dia anak yang kuat"ucap felix mencoba menenangkan Alex yang terduduk dengan tangan yang gemetar sambil menangis.


"ini semua salah Abi! kalau saja Abi bisa menjaga Warda lebih ketat lagi semua ini tidak akan terjadi felix? buat apa gelar Abi sebagai ketua mafia kalau hanya melindungi putri kecil Abi saja tidak bisa?"Alex merutuki dirinya sendiri karena kelalaiannya


"bi jangan gitu! felix juga mafia loh Abi lupa! jangan menyalakan diri sendiri felix janji bakal lebih sigap sebagai kakak nya!"ucap felix meskipun dirinya juga menyesal dan khawatir akan kondisi sang adik dia tetap terlihat tenang di depan Abi nya.


sementara di ruang operasi dokter Wiliam sudah sangat ketakutan akan kondisi pasien karena sempat gagal jantung beberapa kali. kondisinya juga sempat drop dan harus kembali menerima kejut jantung dengan kekuatan tinggi.


"suster tolong ambilkan kantong darah lagi?"entah kantong beberapa kali suster ambil pasalnya pasien sangat membutuhkan banyak darah.


hingga waktu terus berjalan ruang operasi juga masih menyala hijau sudah dua jam mereka menunggu. hingga lampu ruang operasi berubah merah dan dokter Wiliam keluar dari ruangan dia tampak kelelahan sehingga setelah melepaskan masker di wajahnya dia menghirup udara sebanyak-banyaknya.


"Ada apa dengan Warda? dia baik-baik saja kan will?"ucap felix


"Tolong selamatkan Putriku Wiliam?"kini Alex yang kembali memberikan Wiliam pertanyaan pasalnya dokter tampan itu hanya diam di depan mereka berdua itu kenapa mereka menjadi panik.


"Dia kritis om, felix kondisinya tidak baik-baik saja?"


"Ada apa dengannya bukannya bulan lalu dia sakit dan kenapa bulan ini dia makin parah?"ujar Wiliam terlebih dahulu karena dia dokter pribadi mereka jadi dia tau apa yang menyebabkan Warda menjadi seperti ini.


"Masalah menghampiri nya setiap bulannya tidak pernah absen hingga dia kembali seperti ini! ini kesalahanku karena tidak becus menjaga nya!"ucap felix tertunduk dan menangis.


kedua orang di depan ini tidak pernah menangis seperti ini kecuali terhadap keluarganya Wiliam sangat mengetahui itu.

__ADS_1


"kondisinya sangat parah dia harus menerima beberapa jahitan di punggung dan luka tusuk di perut, sayatan di tangan hingga luka pukul di kepala keadaannya seburuk itu aku harap kalian lebih bersabar menghadapinya nanti dan aku harap ini yang terakhir kali dia masuk ruangan ini?"dia menjeda kalimatnya untuk menghirup udara segar karena ini juga sangat menyakitkannya


"Warda juga sudah ku anggap sebagai adikku! aku tidak tega melihatnya seperti ini! tolong lebih hati-hati menjaganya felix atau aku akan mengambilnya dari kalian?"ancam Wiliam tak main-main. siapa yang tega melihat adiknya dalam kondisi seperti itu.


"Wiliam....."geram Alex. dia pikir ini adalah waktu untuknya bercanda


"sudah bi! Wiliam hanya bercanda jangan marah, sebaiknya kita pergi ganti baju dulu biar nanti saat Warda siuman tidak melihat kita yang berantakan ini. ayo bi?"ajak felix. Alex dan Wiliam kalau dipertemukan pasti kayak kucing dan tikus selalu ribut.


"kamu benar Abi juga harus menghubungi umi dia pasti khawatir tidak memberikan kabar dari kemarin"Alex baru ingat kalau dia belum memberikan kabar pada Fatimah dia pasti khawatir setengah mati.


sedangkan di atas udara tepatnya di pesawat pribadi terdapat anak manusia yang seperti tak mempunyai dosa habis berbuat kriminal di negara orang dan seenaknya pergi begitu saja ketika rencananya gagal alias kabur. iya dia adalah Markus seperti namanya juga membuat author kesal Markus (mari kita usir) dia gak bertanggung jawab sama sekali huh....


dia kabur ketika tau kalau Alex sudah menemukan tempat dimana anaknya itu disekap. dia sekarang menuju negara nya yaitu Rusia tempat tinggalnya yang lama karena sedikit orang yang tau kalau dia lahir di Rusia bukan di Inggris.


"Alfin ini adalah kesempatan terakhir mu kalau anak itu masih hidup kau tau harus bagaimana kan?"ucap Markus lewat telepon


"b-baik tuan"


Alfian dia adalah salah satu tikus berdasi yang menjadi buronan Alex karena dia tiba-tiba menghilang tanpa jejak dan sudah pasti itu semua adalah campur tangan Markus. Alfian kabur saat Abraham tau Alex menyelidiki kasus kehilangan putrinya, dia pergi ke apartemen Markus untuk meminta perlindungan dan sudah jelas itu dimanfaatkan oleh Markus apabila rencananya gagal lagi dan disini lah dia di kediaman yang tidak cukup besar tapi masih sangat layak huni bagi orang menengah ke bawah kediamannya di pinggir kota dan tidak ada yang mengetahuinya bahkan map saja tidak akan cukup untuk mencarinya.


"Rudy Carikan aku sebuah racun yang sangat ampuh"ucapnya tersenyum smirk.


"baik tuan"


wah wah wah apalagi yang direncanakan musuh kali ini semoga saja Abi Alex bisa melindungi putri tercintanya kali ini.

__ADS_1


__ADS_2