Anak SMA Si Mafia Kejam

Anak SMA Si Mafia Kejam
penolakan umi Fatimah


__ADS_3

di ruangan VVIP terdapat 4 orang didalamnya, tapi suasana sangat hening karena semua orang sedang menantikan jawaban dari pemimpin keluarga atas permintaan dari sang putri tercinta.


Alex masih menatap putrinya dengan tangannya yang bermain-main di telapak tangan putrinya hingga berkata....


"sebentar ya sayang! Abi diskusikan ini dengan umi dan kak Felix dulu, Abi tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak"ucap Alex, dia sudah bingung setengah mati, jadi dari pada salah. sebaiknya dia diskusikan dengan istri dan anak pertamanya.


"hu'um..."


"sayang!!! kamu istirahat dulu ya, kalau masalah ini biar umi, Abi dan kak Felix bicarakan dulu. sebentar lagi suster datang! kamu makan yang banyak dan jangan lupa untuk minum obat oke?"Fatimah dan Alex bergantian mencium keningku sebelum mereka pergi.


"Warda kakak keluar dulu! kamu fokus sama kesehatan dulu jangan banyak pikiran ya"ucap kak felix mencium keningku dan keluar bersama Abi dan umi.


suasana di ruangan cukup hening selepas kepergian mereka, aku menghembuskan nafas secara kasar dan memejamkan mataku sejenak sungguh diluar dugaan sekali. aku kehilangan keluargaku dan diadopsi oleh keluarga mafia mereka memang baik dan sangat menyayangiku tapi apa aku sanggup untuk terus bersama dengan mereka sedangkan musuh selalu mengincarku yang lemah ini.


Itulah mengapa aku bersikeras ingin latihan bela diri sewaktu-waktu terjadi kejadian seperti sekarang ini, aku sudah bisa menjaga diri dari ancaman musuh. Aku tidak ingin menjadi beban bagi keluarga ku


Ceklek...


suara pintu terbuka ternyata suster yang masuk membawa nampan berisi makan siang dan obat.


"permisi, non waktunya makan siang dan minum obatnya?"ucap suster memasuki ruanganku.


"masuk sus,"ucapku


"makan dulu non, nona Warda mau saya suapin?"ujarnya sambil menaruh nampan di meja di depan ku


"tidak usah sus, suster cukup bantu saya duduk saja biar saya makan sendiri"jawabku karena punggungku masih terasa sakit saat bergerak sedikit saja.


suster membantuku untuk duduk dan menemaniku karena umi dan abi sempat berpesan untuk menjagaku saat mereka keluar tadi.


"nona benar tidak mau saya suapin, tangan anda masih sakit loh?"ucap suster kekeh, karena dia sudah diberi amanat untuk membantu segala aktivitas ku. Karena tidak mungkin aku bisa bergerak dengan leluasa dengan keadaan seperti ini.

__ADS_1


"bener suster Mila...sana deh keluar aku mau makan dengan tenang lagian gak bakalan terjadi apa-apa kok. Ada bodyguard juga di depan kalok semisal aku butuh sesuatu pasti aku panggil suster!"jelas ku panjang lebar


"T-tapi non... saya gak bisa ninggalin non sendiri. Tuan Alex sudah berpesan kepada saya kalau non Warda harus dilayani dengan baik, kalau tidak saya bakalan dihukum!"ujarnya memelas


"huff.... Baiklah hanya sekali ini saja"ucapku. Kalau sudah Abi yang berbicara maka tidak bisa di tolak lagi.


Setelah Warda mengalah, dengan sigap suster menyuapi dengan telaten tapi, baru beberapa suap Warda berhenti.


"ayo nona makan lagi anda baru makan tiga suap doang?"ucap suster dengan tangan memegang sendok hendak menyuapi ku. Tapi Warda enggan menerimanya dan lebih memalingkan wajahnya ke samping.


"sudah kenyang"ucapku


"tapi non, anda baru makan sedikit loh. Ayo saya suapin lagi supaya cepet sembuh"ucapnya memaksa


...****************...


Sedangkan diluar ruangan, tepatnya di kantin rumah sakit keluarga pasien tengah berdiskusi tentang permintaan Warda tadi. Dimana Warda meminta untuk dilatih bela diri sedangkan sang umi menolak keras permintaan putrinya itu sebab dulu dia juga pernah mengizinkan putri kandungnya yang sudah meninggal yaitu Melani Anastasia Wijaya untuk bela diri tapi alhasil dia meninggal di tempat latihan dan disaksikan oleh seluruh keluarga.


Oke balik lagi,setelah melewati banyak drama dan perdebatan antara suami dan istri beserta anak pertama mereka akhirnya ayah dan anak itu tidak bisa menang melawan umi Fatimah. Memang Bener ya gais dimana-mana wanita selalu menang he he...


“Pokonya umi tidak mengizinkan Warda untuk latihan bela diri apalagi ikut perang dengan musuh-musuh Abi titik! “ucapnya sambil menggebrak meja hingga menjadi pusat perhatian pengunjung yang ada di kantin rumah sakit tersebut.


“huff...”kedua lelaki di hadapannya itu hanya bisa menghela nafasnya dan saling melirik satu sama lain, apabila sudah berhadapan dengan Fatimah apalagi kalau keputusannya sudah bulat seperti ini maka mereka berdua sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Hingga Felix kembali menoleh abi nya dan mengangguk kan kepalanya dan seolah mengerti kode dari sang anak Alex pun berkata.


“baiklah, kalau itu sudah menjadi keputusan mu sweety, tapi dengan satu syarat apabila kejadian seperti ini menimpa putri kita kembali maka Abi yang akan mendidiknya dengan cara Abi sendiri bisa kan sweety?” ujar Alex menatap wajah sang istri di depannya.


“Abi mendoakan putri kita terluka lagi begitu!” ucapnya salah tanggap dengan emosi hingga lupa sedikit meninggikan nada bicaranya pada sang suami


“Bu-bukan seperti itu sweety, lagian mana ada Abi mendoakan putri kita kembali merasakan sakit yang sangat menyiksa seperti itu. Maksud Abi itu misalnya sweety, misalnya. lagian sebelum itu semua terjadi Abi akan memperketat pengawasan putri kita" ujar Alex menjelaskan panjang lebar

__ADS_1


Sedangkan Felix hanya bisa tertawa melihat tingkah laku kedua orang tuanya itu.


Setelah perdebatan hebat antara suami istri itu berakhir, akhirnya Alex dan Felix mengalah keputusan umi tidak bisa di ubah sedikit pun dan mereka kembali ke ruangan Warda karena jam makan siang sudah lewat.


Baru beberapa langkah sebelum membuka pintu Mereka mendengar suara perdebatan di dalam ruangan Warda.


"apa yang terjadi di dalam kenapa berisik sekali?"Alex bertanya kepada bodyguard yang menjaga ruangan putri nya itu


"oh i-itu tuan, non Warda tidak mau makan Maria dan suster sudah beberapa kali membujuk nona tapi tetap tidak mau tuan." jawab breil salah satu bodyguard sekaligus pengawal pribadi Warda


Tanpa banyak bicara lagi Alex, Fatimah dan di susul Felix di belakang mereka langsung masuk dan mendapati putri mereka yang sedang berdebat dengan suster dan pengawal pribadi Warda yaitu Maria, selain briel Maria juga salah satu pengawal yang secara khusus direkrut oleh Alex untuk mengawal putrinya itu kemanapun ia pergi


Warda hanya memiliki dua pengawal pribadi yaitu Maria dan briel, sebenarnya Alex tidak setuju apabila Warda hanya didampingi oleh dua pengawal saja tapi karena Warda bersikeras untuk memilih dua pengawal apa boleh buat dari pada tidak ada sama sekali pikirnya.


"aku tidak mau Maria... Sudah beberapa kali aku bilang aku sudah kenyang singkirkan semua makanan itu aku mau muntah hanya melihatnya saja"ucapku memalingkan wajah ke arah jendela karena ruangan ku tepat di lantai atas dan langsung menuju pemandangan kota Jember


"huff... ayolah nona sedikit saja anda hanya makan tiga suap doang mana kenyang"sungguh Maria harus memiliki stok kesabaran yang lebih banyak hanya untuk menghadapi nona Warda ini.


"nggak mau pokoknya titik"ucapku masih menghadap jendela tanpa menoleh ke arah mereka.


Dan aktivitas itu tak luput dari perhatian Abi dan ummi nya termasuk kak Felix sendiri.


'anak kecil tetaplah anak kecil hemp... meskipun hidup nya sangatlah berat Warda tetaplah anak remaja yang membutuhkan kasih sayang, sepertinya aku tidak terlalu khawatir setelah ini' ucap Felix dalam hati nya dia sangat mengkhawatirkan adiknya itu saat melihat betapa tersiksanya Warda berada di dalam ruangan sempit dengan tubuh yang dipenuhi oleh darah nya sendiri


Betapa hebatnya siksaan penjahat biadab itu hingga membuat adik kesayangannya itu tersiksa sungguh jika mengingat kembali rasanya dia ingin mencincang mereka yang berani berhadapan dengan keluarganya Felix berani bersumpah itu.


"akhem...Warda" suara Alex cukup mengagetkan semua orang yang ada di ruangan itu termasuk Warda sendiri


"A-abi! Umi! Kak Felix!" ucap Warda terkejut dia menoleh kearah suara yang berhasil mengagetkan nya itu dan mendapati keluarga nya yang berada di depan pintu ruangan nya yang sudah tertutup


'aduh mati aku kena ceramah umi lagi pasti ini' batinku menelan ludah secara kasar melihat mereka menghampiri ku.

__ADS_1


__ADS_2