
Sama halnya seperti Ernes, teman wanita yang tadinya berteriak, tiba-tiba telah menerima pisau terbang dari Casper dan langsung menembus ... jantungnya.
Dua wanita seketika mati mengenaskan di dalam kamar nona muda warda. darah mengucur deras dari luka yang dihasilkan, aroma anyir pun perlahan menyeruak memenuhi atmosfer ruangan.
"Kita harus segera pergi dari sini! Sialan! Kita sama sekali belum menemukan chip sialan itu, tapi malah ketahuan! brengsek kau chip!" Sergio mengumpat kasar kepada benda yang mereka cari.
"Kita harus segera pergi dari sini!" dengkusnya segera membuka jendela. "Kalian bersiap yang ada di luar, bantu kami jika sesuatu sampai terjadi!" Beritahunya kepada keenam lainnya yang ada di luar.
"Akh! brengsek!" umpatnya kepada dua wanita yang sudah mati.
Akan tetapi, suara teriakan wanita itu sebelumnya telah membuat para penjaga yang berjaga di sekitar sana mendengar dengan baik teriakannya, terlebih suasana masih sangatlah sepi. Sehingga dengan mudah mereka menemukan asal suara ada di mana.
Tiga orang berperawakan tinggi besar berhambur masuk ke dalam dan senjata di tangan masing-masing mereka todongkan. Ketika itu Sergio dan Casper berusaha keluar dari jendela kamar.
"Sialan! Kita di serang!" kelakar pria hitam tinggi besar. Melihat Sergio dengan tatapan buas dan menyeringai bengis di wajah hitam. "Mau lari ke mana kamu brengsek!"
Satu buah ledakan menggelegar memecah hening pagi terdengar sangat keras. Satu tembakan berhasil mengenai punggung Sergio, sedangkan Cesper berhasil keluar lebih dulu.
Pria hitam itu meringis "brengsek kau Brother!"
"Tangkap pria yang satu lagi! Dan cari siapapun yang berhasil menyusup ke dalam kediaman. Tangkap dalam keadaan hidup ataupun mati!"
"sepertinya mereka tertangkap lihat lah para pengawal mulai berlarian, sebaiknya kita pergi dari sini"ucap Fany yang duduk di bangku belakang bersama ku.
"kau benar kita pergi sekarang"ucap Kiki yang duduk di depan menyuruh temannya yang mengemudikan mobil. tiga mobil hitam pergi dari kediaman Alex lewat jalur samping.
"Robert, segera hubungi bos! misi kita gagal chip itu tidak ada di mansion! tapi kita berhasil menangkap anaknya Alex!" ucap Kiki
"oke....
"halo bos maaf mengganggu waktunya misi kami gagal chip itu tidak ada di mansion musuh?"ucapnya pelan
"apa kok bisa gak ada! bagaimana cara kerja kalian hah! dasar brengsek mencari chip saja tidak becus!"makinya
__ADS_1
"tenang bos! misi kami memang gagal tapi kami pulang tidak dengan tangan kosong"ucap Robert
"apa yang kalian ambil hah?"ucap Markus. ia orang yang selama ini mereka sebut sebagai bos adalah Markus horison pria yang berasal dari Inggris ia juga mafia tapi bukan dari Inggris ia berasal dari Roma, Italia pria berdarah dingin yang tidak segan-segan untuk menghabisi musuhnya entah mereka perempuan atau laki-laki tidak ada kata belas kasihan untuk nya.
"anak keduanya Alex tuan, meskipun ia adalah putri yang diadopsi oleh keluarga Alex tapi nona ini sangat disayangi oleh mereka tuan"jelasnya.
"apa putrinya Alex! yang namanya Wardatus Sholeha itu kah?"ucap Markus menyeringai
"betul tuan"yakin nya.
"bagus kalian bawa dia ke bandara Notohadinegoro"ia sedang merencanakan sebuah hal yang besar untuk keluarga Alex.
Lumajang, Jawa timur
Kediaman kerajaan Jhonatan
Kejadian di Jember tidak langsung mereka beritahukan kepada tuan rumah. Sebab, mereka masih sibuk menangkap dan membersihkan kediaman. Sehingga sekitar pukul 10 pagi wib, barulah salah satu dari pemimpin keamanan menghubungi felix karena mereka tidak bisa menghubungi Alex.
"Ya ada apa?" tanya felix yang kini sedang bersantai dengan yang lain bersama temannya yang tidak sengaja bertemu seusai melihat barang. Mendengar suara helaan dan membuat felix langsung menyeletuk. "Apa sesuatu telah terjadi?"
"What the?" pekik felix langsung bangkit dari duduknya. Ia mengusap wajahnya dan tertahan memegangi keningnya. "Apa yang sedang mereka cari? CCTV bagaimana?" Keempat lainnya yang ada di sana sontak memandang ke arah felix. wajah tegang itu sudah lebih dari cukup mengatakan jika sesuatu telah terjadi.
Arah pandangnya sempat terhenti memandang jalanan, untuk sekian detik terdiam dengan pandangannya gelisah memikirkan.
Menarik napas dalam, lalu ia embuskan perlahan. 'Apa ini ada hubungannya dengan musuh yang ada di Inggris? Jika mereka sedang mencari sesuatu... aku rasa ini benar perbuatannya?"
la pun ingat tujuannya ke sini, salah satunya adalah ingin mengambil alih perusahaan Nya yang sempat goyah akibat kerugian yang disebabkan para tikus berdasi itu.
'Aku yakin ini ada hubungan dengan nya waktu itu. kali ini kamu tidak akan bisa lagi berkutik. Aku tidak tahu apa maksud mu yang sempat menawarkan diri untuk membeli perusahaan ku meskipun aku tidak menjualnya, tapi aku rasa itu adalah sesuatu yang... penting untukmu sehingga mengunakan berbagai cara termasuk menyusup ke mansion ku.'
felix menatap kepada temannya yang ada di depannya. Sambil terus berpikir. "Ya sudah, malam ini aku akan kembali. Pastikan untuk sementara ini kediaman aman. paham?"
"Baik Tuan. Sekali lagi maafkan kami. Kalau begitu saya tutup terlebih dulu teleponnya" Tuan Muda
__ADS_1
felix langsung menutup ponselnya dengan wajah tegang. Ia menoleh, memandang satu persatu ke empat orang di dekatnya. " Aku ... harus pergi. Kediaman kami di serang.
"Apa? Dengan siapa?" kompak ke empatnya bertanya.
"Ada korban?" tanya rafi. "Atau ada yang berhasil kalian tangkap?"
"Aku rasa ini ... perbuatan musuh yang ada di Inggris. Pria yang bernama Markus karena beberapa hari yang lalu dia sempat mau membeli perusahaan ku dan aku menolaknya. dua pelayan rumah mereka bunuh. Dan mereka berhasil menangkap salah satunya, satu lagi sudah mati terpaksa mereka tembak. Aku akan pulang duluan. Dan untuk kalian, aku minta tolong hubungi abi. kalau masih belum bisa dihubungi hubungi umi atau paman Jhonatan ."
"baik tuan muda, kami akan menghubungi beliau." ucap rey segera mengeluarkan ponselnya.
Kemudian suara dari seberang telepon membuatnya memecah pandangan keduanya. felix pun kembali fokus.
"Dia tidak mengatakan apapun meski sudah kami siksa Tuan. Karena itu kami menunggu intruksi dari anda. Maaf kalau mengganggu waktu kerja anda Tuan felix. Dan CCTV sudah mereka setting Tuan. Sehingga kami tidak bisa menangkap jejak apapun dari mereka."
"Yang jelas, mereka memasuki kamar tuan Alex, ruang kerja Tuan, dan juga kamar nyonya. Terakhir kami menangkap, mereka sedang ada di kamar nona muda. Dua pelayan kita ... berhasil mereka bunuh."
Terdiam sejenak, lelaki itu kemudian kembali berbicara. Melaporkan apa yang telah terjadi di kediaman.
"dan mereka berhasil menculik nona muda tuan . sedangkan brangkas kerja Anda sudah terbuka tuan, karena brangkas itu terbuka saat kami masuk. Sekali lagi maafkan kami Tuan. Karena kelalaian kami mereka bisa masuk ke kediaman Tuan"ucap pengawal rumah menjelaskan dan tertunduk
"Damn it! Siapa mereka?" gumam felix pelan
"semoga kamu tidak disakiti oleh mereka dek? jika sampai mereka melukai mu maka kakak akan membalas rasa sakit mu 2 kali lipatnya"geram felix melajukan mobilnya.
sementara di bandara Notohadinegoro para pengawal berjajar rapi saling berhadapan menunggu kehadiran tuan mereka.
"bagaimana dia ada di dalam"ucap Markus
"iya tuan! nona ada di dalam ia masih pingsan kami menaruhnya di kamar tuan"ucap Robert
"kalian semua masuk ke dalam ada yang saya sampaikan kepada semuanya"ucap Alex menoleh ke belakang dan kembali memasuki pesawat pribadi nya
"siap tuan"jawab mereka kompak. mereka pun memasuki pesawat karena pengawal yang ditugaskan hanyalah 20 orang dan 2 orang lain sudah tertangkap hingga sisa 18 orang pembunuh bayaran. mereka semua masuk dalam satu ruangan karena di kumpulkan oleh tuan mereka sebelum lepas landas.
__ADS_1
"kalian lanjutkan misi ini, bawa Warda ke Kalimantan di sana sudah ada orang-orang ku setelah kalian turun dari pesawat kalian akan langsung di antar ke tujuan! kalian siksa dia sampai mengaku dimana dia menyembunyikan chip itu?"ucap Markus panjang lebar menjelaskan misi berikut nya. ternyata Warda akan di pindahkan ke Kalimantan untuk mereka bisa leluasa menyiksa gadis kecil itu. sungguh kasihan sekali nasibnya.