Andai Mereka Tau

Andai Mereka Tau
berduka


__ADS_3

keesokan harinya. Dea dan bu Lidia yg menghadiri acara peakamannya Tita.. ia masih tak menyangka kalau calon kaka iparnya itu tlah tiada.bu Lidia menghampiri ibunya Tita yg sedari tadi tak henti hentinya menangisi kepergian putrinya.


" mba yg sabar ya . . mudah mudahan Tita di tempat kan di syurganya allah."


ibunya Tita mengangguk sabil menyeka air matanya.


" terima kasih ya mba . . saya tak menyangka kalau kejadiannya akan seperti ini . . saya masih ingat senyum bahagianya semalam, saya tidak tau kalau itu adalah senyuman terahirnya."


" tante Dea turut berduka yah . . . mba Tita orang yg baik . .dia pasti akan di tempat kan di tempat yg baik pula . " ucap Dea.ibu nya Tita langsung memeluk Dea.


" makasih ya sayang . . do'ain mba kamu ya semoga dia tenang di sana.." jawab ibunya Tita.Dea mengangguk sambil berurai air mata.Dea pun menghampiri Jodi.


" yg sabar ya Jod . ." ucap Dea


" makasih ya De . . "


setelah acara pemakaman selesai , Dea dan bu Lidia pamit untuk kembali ke rumah sakit.sesampainya di sana.bu Lidia pun duduk di hadapan putra sulungnya itu yg sedari kemarin tak sadarkan diri.


" kenapa semuanya jadi begini. . . mama harap kalau kejadian ini hanyalah mimpi." ucap bu Lidia.namun sangat di sayang kan kalau kejadian ini memanglah nyata.Dea menghampiri ibunya dan duduk di sebelahnya.


" mah . . .mama jangan sedih. ." ucap Dea sambil menghapus air mata ibunya itu.


" sayang gimana kalau kakak kamu nanyain mba Tita , nanti kita mau jawab apa . . " buliran air mata kembali menetes di matanya.


matanya sudah sedikit membengkak.


" kita jawab yg sebenarnya saja. . cepat atau lambat mas Ivan akan tau yg sebenarnya." ucap Dea mencoba meyakinkan.


" kalau kakamu syok dan keadaannya jadi ngdrop gimana De . . ? "tanya bu Lidia ragu.


Dea pun menundukan wajahnya. ia bingung harus berbuat apa.tiba tiba Nuri Andin dan Bobi datsng untuk menjenguk Ivan


" asalamualaikum . . . Dea . . tante ." ucap Nuri Andin dan bobi.Dea yg menyadari kedatangan sahabat " nya itu ia langsung memeluk mereka sambil berurai air mata.

__ADS_1


" sabar ya De . . " ucap Andin.Dea mengangguk sambil menyeka air matanya.


" makasih ya kalian mau datang kesini.." ucap Dea.


" gimana ke adaannya mas Ivan . . ? " tanya Nuri dan bobi.


" mas Ivan masih belum sadar. . " jawab Dea.


Andin menghampiri bu Lidia dan duduk di sebelahnya.


" yg sabar ya tante kita doain semoga mas Ivan cepat sadar dan bisa kumpul bareng kita lagi . "


bu Lidia tersenyum.


" makasih ya.. " ucap bu Lidia "


beberapa lama kemudian mereka pun pamit pulang.


* * * * * *


beberapa hari kemudian.setelah hampir seminggu Ivan tak sadarkan diri... kini dia tlah membuka matanya.Dea dan bu Lidia tersenyum melihat Ivan sadar.


" mah mas ivan sadar... " ucap Dea senang.


" Van ini mama sayang. . " ucap bu Lidia sambil mengelus kepala putranya itu. Ivan hanya terdiam meliha mereka.


" mas . . ini Dea sama mama . . "


Ivan tersenyum.


" kamu gak apa apa kan sayang . . " tanya bu Lidia. Ivan pun teringat kejadian kecelakaa itu.ia mulai memandang ibu dan adiknya itu lalu memandang ke arah lain seolah mencari sesuatu.membuat Dea dan bu Lidia merasa bingung.


" De . . panggilin dokter ya . " pinta bu Lidia

__ADS_1


Dea mengangguk dan langsung pergi untuk memanggil dokter.bu Lidia menatap sendu putranya itu.tidak lama kemudian dokter datang di ikuti oleh Dea.dokter pun langsung memeriksa keadaan nya Ivan.


" gimana dok . " tanya bu Lidia cemas.sang dokter pun tersenyum.


" alhamdulilah . . pasien sudah sadar . . keadaannya pun sudah membaik.. tapi saya harap jangan sampai ada kejadian atau sesuatu yg bisa membuatnya syok hingga membuat kesehatannya semakin memburuk. " pinta sang dokter.


Dea dan bu Lidia pun mengangguk.


" saya permisi . . " ucap sang dokter.


bu Lidia tersenyum pada Ivan


" mah . . ." ucap Ivan lirih.


" ia sayang kenapa . ? " jawab bu Lidia


Ivan melirik ke kanan dan ke kiri..


" mas Ivan cari apa . ? " tanya Dea.


"Tita mana. ? " tanya Ivan.Dea dan bu Lidia terdiam dg pertanyaan Ivan.air mata kembali menetes di mata mereka.mereka bingung harus menjawab apa. . sedangkan dokter bilang jangan ada yg membuatnya syok dulu . dan ahirnya mereka memilih bungkam dulu..


" Tita baik baik saja . " ucap bu Lidia bohong.


" aku ingin ketemu Tita mah. . aku ingin melihat keadaannya.." ucap Ivan.bu Lidia langsung menatap Dea dg wajah sendu nya.


" mas . mas kan baru sadar. . kalau mas sudah sehat nanti kita akan menemui mba Tita " ucap Dea meyakin kan .


" tapi Tita baik baik sajakan. . ? " tanya Ivan


bu Lidia mengangguk.


" maafin mama van ... mama ter paksa bohong . . ini semua demi kesehatan kamu " gumam bu Lidia dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2