
beberapa bulan kemudian... kini Dea setiap hari selalu belajar memasak pada ayah mertuanya itu.meskipun masakannya tak seenak pak Surya namun Dea sangat senang .pak surya selalu sabar mengajari Dea.ia tersenyum ketika melihat Dea yg kini sedang mengiris bawang.sementara Risky belum pulang kerja.
"bisa gak De... ? " tanya pak Surya sambil membersihkan sayuran wortel .Dea tersenyum..
" bisa dong pah... " ucap Dea meyakinkan
" tapi gak tau rasanya enak apa tidak ... " ucap Dea sambil terkekeh. tiba tiba Dea merasa mual.. ia langsung berlari ke kamar mandi lalu muntah muntah di sana .pak Surya yg tau akan hal itu ia langsung cemas.
" De... kamu baik baik saja De... ? " tanya pak surya khawatir.perlahan Dea pun membuka pintu kamar mandi.pak Surya begitu cemas melihat wajah Dea yg sudah pucat.
" kamu sakit De... ? " tanya pak Surya sambil menggandeng Dea menuju kursi.perlahan Deapun duduk sambil memegangi kepalanya.
"apa kamu sakit De .. ? " tanya pak Surya kembali.
" kepakaku pusing pah.... perutku juga mual.. " jawab Dea sambil terus memegangi kepalanya.
" papa anter ke dokter ya .. " ajak pak Surya.Dea hanya mengangguk, kini wajahnya sudah pucat pasi.
pak Surya pun mengantar Dea kerumah sakit.saat Dea di periksa dokter... pak Surya benar benar hawatir takut terjadi apa apa dg menantunya itu.
" putri saya sakit apa dok... ? " tanya pak Surya cemas.namun dokter malah tersenyum.
" putri bapak tidak apa apa... dia sedang hamil.. " ucap sang dokter.Dea dan pak Surya sangat terkejut..
__ADS_1
" apa saya hamil dok ? " tanya Dea antusias.pak Surya yg mendengarpun begitu sangat bahagia.
dokter hanya mengangguk yakin.Dea langsung melebarkan senyumannya.
" aku hamil pah... " ucap Dea pada pak Surya.seketika pak Surya langsung memeluk Dea.
" selamet ya sayang... ahirnya kamu hamil juga.. " ucap pak Surya sambil mencium pucuk kepala menantunya itu.Dea benar benar sangat bahagia... ia tak sabar ingin memberi taunya pada Risky.
ketika pulang dari rumah sakit, mereka pun memasuki rumah dg hati yg berbunga bunga.
" pah... jangan kasih tau Risky dulu ya ... biar jadi kejutan... " pinta Dea.pak Surya pun mengiyakan sambil mengelus lembut rambut Dea...
setelah waktu menunjukan pukul 18:35 Risky pun pulang.
" pah Dea mana.. ? " tanya Risky.pak Surya pun tersenyum.
" Dea ada di kamar... " jawab pak Surya.Risky pun bergegas menaiki anak tangga menuju kamarnya.
" De.... Dea .." panggil Risky. Dea pun tersenyum melihat Risky.
" udah pulang ... ? " ucap Dea sambil memeluk Risky.Risky pun tersenyum lalu mencium hidungnya Dea.
" kamu ko pulang nya lama banget sih... " gerutu Dea.Risky hanya menggeryit heran.
__ADS_1
" biasanya juga aku pulang jam segini... " ucap Risky meyakinkan.Dea malah mengeratkan pelukannya.sambil bermanja manja pada suaminya itu... Risky menjadi heran melihat tingkah istrinya yg tak biasa itu.
" kamu kenapa hmm... tumben manja manja kaya gini... ? " tanya Risky sambil mencubit hidung istrinya.
" aku gak apa apa.. tapi aku punya kejutan sama kamu... "ucap Dea sambil tersenyum lebar.membuat laki laki yg ada di hadapannya itu menjadi penasaran.
" kejutan apa... ? " tanya Risky sambil merangkul pinggangnya Dea.
" sayang.... aku positip....aku hamil... " ucap Dea antusias sambil memperlihatkan surat pernyataan dari dokter.Risky yg mendengarpun terkejut .
" kamu hamil De ... ? " tanya Risky antusias.
Dea pun langsung menganggukan kepalanya pasti.Risky langsung melebarkan senyumnya sambil mengeratkan pelukannya ada buliran air mata menetes di sudut matanya.ia benar benar bahagia.
" makasih ya sayang . . " ucap Risky sambil mencium keningnya Dea.sepasang suami istri itu kini sedang berbahagia. Dea juga tak lupa memberitau bu Lidia dan Ivan tentang kehamilannya.dan tentu saja mereka sangat bahagia mendengarnya.. mata bu Lidia sudah berkaca kaca.
" selamat ya sayang .. mama benar benar bahagia... " ucap bu Lidia sambil menyeka air matanya.
" selamat ya De .. " teriak Ivan.
Dea pun tersenyum .. ia bisa merasakan kebahagiaan keluarganya.
" terima kasih ya tuhan .. atas semua anugrah yg kau berikan ini... "
__ADS_1