Andai Mereka Tau

Andai Mereka Tau
senyuman Ivan


__ADS_3

Risky yg kini berdiri di depan rumahnya Dea berniat menemui Ivan untuk memberikan berkas berkas pekerjaannya Ivan yg di bawa pak Surya.pak Surya sengaja menyuruh Risky terus untuk memberikan berkas itu agar anaknya itu selalu bertemu Dea.


" tok tok . . " bu Lidia pun membuka pintu.


" siang tante . . " sapa Risky.


bu Lidia tersenyum .


" mau nganterin berkasnyamas ivan ya . ? duh maaf ya ki sejak Ivan sakit jadi sering ngerepotin kamu.. " ucap bu Lidia.Risky hanya menanggapinya dg senyuman.


" gak apa apa ko tante . . "


kini Risky sering sekali bolak balik mengantarkan berkas berkas pekerjaan ivan .sejak Ivan sakit ia selalu mengerjakan pekerjaan kantor di rumah.


"aku pamit ya tante . . " ucap Risky dan langsung berjalan menuju parkiran.


tiba tiba bu Lidia panik setelah menerima telpon dari rumah sakit.bu Lidia mengejar Risky yg kala itu belum jauh dari rumahnya.


" ki Risky . " teriak bu Lidia.Risky langsung berhenti dan membalikan badannya.


" ada apa tante . . ? " tanya Risky.


" tante minta tolong . . mas Ivan sekarang ada di rumah sakit " jawab bu Lidia.Risky pun terkejut.


" mas Ivan kenapa tante... " tanya Risky cemas.namun bu Lidia hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" ya udah aku anterin tante ke rumah sakit ya . " pinta Risky.


" ga usah ki . kamu jemput Dea ya sekarang Dea lagi di apotik biar tante naik taxy aja..nanti kalian nyusul ke rumah sakit ya . " pinta bu Lidia .


kini Risky pergi menjemput Dea di apotik. setelah selesai membeli obat Dea pun beranjak untuk pulang.ia terkejut melihat Risky yg kini tlah berdiri tidak jauh dari tempat Dea berdiri.perlahan ia mendekatinya.


" Risky . . ? sedang apa kamu di sini ? " tanya Dea.


" aku mau jemput kamu .. sekarang mas ivan sama mama kamu ada di rumah sakit. "


Dea terkejut ketakutan mendengar kaka dan mamanya ada di rumah sakit.mereka pun bergegas pergi ke sana. setibanya di rumah sakit mereka langsung menemui bu Lidia dg tergesa gesa.


" mah mas Ivan kenapa . ? " tanya Dea cemas.


bu lidia malah tersenyum.membuat Risky dan Dea keheranan.tiba tiba Ivan datang menghampiri mereka dan berdiri tanpa tongkat dan kursi roda. mereka semua tersenyum.


" makasih ya ki kamu selalu ada buat keluargaku. . " tutur Dea.Risky hanya tersenyum.


" meskipun kita tak bisa bersatu ... tapi kita bisakan jadi sahabat . " pinta Dea .ia hanya tak mau kehilangan Risky. meskipun ia meminta Risky menjadi sahabatnya setidaknya ia tak menjadi musuh.


" sahabat ? " tanya Risky. Dea hanya mengangguk.


" kenapa mesti sahabat . ? " tanya Risky kembali.


" karna sahabat itu seperti bintang . . walau jauh dia tetap bercahaya, meski kadang menghilang namun ia tetap ada. tak mungkin di miliki namun tak bisa di lupakan Risky tersenyum dan langsung merentangkan tangan nya

__ADS_1


" sahabat . " ucap Risky.


Dea pun menjabat tangannya Risky


" sahabat " jawab Dea.mereka pun langsung tertawa..


"mesky pun hubungan kita sekarang hanya sekedar sahabat ..setidaknya aku tidak akan kehilangan mu. " ucap Risky dalam hati.


" lucu ya dulu kita seperti musuh.. namun saat kita mulai jatuh cinta kita malah jadi seorang sahabat.. tapi itu sudah cukup bagiku setidaknya aku masih bisa melihat mu ." ucap Dea dalam hatinya .


" seneng gak punya sahabat ganteng kaya aku " goda Risky.


" nggak . . " jawab Dea dg nada mengejek.


Risky hanya tertawa.


" apa Jodi suka menjahilimu . ? " tanya Risky.


" tentu saja tidak .. diakan tidak gila kaya kamu . " ucap Dea.


Risky malah tertawa di buatnya.


" ha ha. . pada kenyataannya aku yg gila ini benar benar bisa membuatmu tergila gila ia kan . . " ucap Risky kepedean .


" narsis kamu gak pernah hilang ya.. "

__ADS_1


" kalau gak narsis .bukan Risky namanya."


Risky terus saja menggoda dan menjahili Dea .Dea hanya tersenyum setidaknya selalu ada kebersamaan meskipun hanya sekedar sahabat.


__ADS_2