
seminggu tlah berlalu . .kini Ivan di nyatakan sehat dan boleh pulang dari rumah sakit , meskipun kini ia hanya bisa berjalan menggunakan kursi roda.saat beres beres mengepak pakaian Ivan di rumah sakit , perlahan Ivan mendekati bu Lidia yg kini tlah siap untuk pulang kerumah bersama ke dua anaknya.
" mah . . gimana keadaan Tita . ? aku boleh kan ketemu Tita ,sekarangkan aku udah sehat kita liat Tita dulu ya mah " pinta Ivan penuh harap.bu Lidia terdiam dg pertanyaan Ivan lalu ia langsung melirik ke arah Dea yg kala itu ikut bingung dg ucapan kakanya.
" De anterin mas ke ruangannya Tita ya . . mas pengen ketemu. ."
bu Lidia malah menangis dan lalu pergi keluar ruangan itu.dan kala itu Dea juga membisu.
membuat Ivan bingung .
" De .. kenapa mama nangis . . ? " ada apa sama Tita . . jawab De. . " tanya Ivan bertubi tubi.Dea seketika langsung menangis sambil memeluk Ivan. .
" mba Tita udah gak ada mas. . " tangisnya pecah.Ivan terkejut sangat sangat terkejut dg jawaban Dea.
" apa maksud kamu De. . " tanya Ivan kembali.
" mba Tita meninggal . . ia meninggal setelah kecelakaan itu."
deg...
Ivan terdiam dan hampir tak percaya. .air mata menetes begitu saja.lama lama tangisnya pecah..ia tak menyangka kejadian malam itu akan merenggut nyawa calon istrinya.
" Tita . . " ucapnya lirih.
" mas yg sabar ya . . " Dea mencoba menenangkan.bu lidia perlahan menghampiri mereka.lalu mengelus lembut kepala Ivan.
" ini sudah takdir . . . ikhlaskan dia. " ucap bu Lidia.
" kenapa bu . . kenapa terjadi sama kami. . kami baru saja berbahagia atas pertunangan kami... . kenapa bu. . kenapa harus Tita yg pergi kenapa bukan aku. . " ucap Ivan yg tak henti hentinya menangis.bu Lidia langsung memeluk Ivan.
__ADS_1
saat berjalan menuju parkiran tiba tiba pak Junaidi dan istrinya datang mereka orang tua dari Tita..menghampiri sambil memeluk Ivan
"van . . " ucap pak Junaidi lirih.air mata kembali mengalir di pelupuk mata nya Ivan.
" maafin aku om. . aku gak bisa jagain Tita. . "
ucap Ivan penuh penyesalan.
" ini semua sudah takdir. .. ." ucap pak Junaidi.ibunya Tita pun mengelus lembut kepala Ivan.mereka sudah mengiklaskan kepergian Tita
" tante yakin . . kamu pasti dapetin perempuan yg lebih baik dari Tita.. " ucap ibunya Tita.
" makasih tante . ."
setelah itu mereka langsung pulang .ketika Ivan sampai di rumahnya.bu Lidia langsung memeluk Ivan. .
"selamat datang kembali . . "sorak mereka antusias.
" makasih ya semuanya . . " ucap Ivan sambil tersenyum.pak surya pun berjongkok dan langsung memeluk Ivan yg kala itu masih duduk di kursi roda.dan menepuk pundaknya beberapa kali mencoba menguatkannya.
"makasih pak . . "
"cepat sembuh ya mas . ." ucap Risky.dan di balas senyuman oleh Ivan.
" selamat datang mas ivan semoga cepat sembuh . ." ucap Nuri dan Andin.dan di balas anggukan oleh Ivan.bu Lidia dan Dea pun tersenyum.ia bahagia di kelilingi orang yg sangat menyayanginya.
"ya sudah kita sekarang makan makan dulu buat ngerayain kedatangannya Ivan... bapak udah masak banyak . . " ucap pak Surya .
semua bersorak gembira.
__ADS_1
" asik . . . makan makan. "
"jadi gak sabar pengen nyobain masakannya pak surya . ." ucap Andin.
sebelum mereka makan terdengar pak surya yg sedang memimpin do'a. mereka semua heboh berebut makanan srolah tak ada yg terjadi yg sedang menimpa Ivan..Ivan tersenyum melihat mereka.
ketika acara makan selesai. mereka berkumpul di ruang keluarga.
" pak Surya tar kapan kapan ajarin aku masak ya. . " ucap Andin.
" aku juga pak . . kan aku gak mau kalah sama cowok . . yg cowok aja bisa masak masa aku yg cewek gak bisa." celoteh Nuri yg tak ingin kalah. pak Surya hanya tersenyum.tiba tiba ia melihat Ivan yg sedang melamun di teras belakang.perlahan ia pun mendekati Ivan dan mengelus lembut pundaknya.
" kenapa van . . ? " tanya pak Surya. Ivan hanya tersenyum sambil menundukan kepalanya.
" belajar melupakan itu memang tidak gampang. . . tapi kita harus belajar buat menerima kenyataan. . " ucap pak Surya mencoba menenangkan Ivan.
" sangat sulit pak . . . rasanya baru kemarin kita ketawa tawa bareng." jawab Ivan sambil berkaca kaca.
"jangan sedih mungkin allah punya rencana lain buat kamu.. " titur pak Surya.
" aku sedih pak aku ngerasa aku ini jahat. .aku yg udah nyebabin Tita meninggal. . kalau saja waktu itu aku hati hati mungkin saat ini Tita masih ada.."
" jangan ngomong kaya gitu Van ... jadikanlah semua ini pelajaran hidup. ." ucap pak surya lembut.
sementara yg di dalam ruangan keluarga masih terdengar ribut ribut berebut makanan.dan saat Dea mengambil kue cemilan tiba tiba Risky menarik tangannya.lalu memakan kue yg ada di tangannya Dea .Riski hanya tertawa melihat Dea yg hanya diam mematung sambil menatap Risky.
" dasar gila . ." celetuk Dea.
"plis dong ki jangan bikin aku baper terus. . " ucap Dea dalam hati.
__ADS_1