
malam yg sunyi . . semilir angin mempermain kan rambut Ivan yg kini tlah duduk di teras belakang rumah.perlahan bu Lidia menghampirinya lalu duduk di sebelah Ivan .ia mengelus lembut pundak putra sulungnya itu.
" jangan terlalu di pikirkan . . semua pasti baik baik saja. . " ucap bu Lidia.
" apa mama kecewa sama aku. . .karna aku gak bisa wujudin impiannya papa.. " ucap Ivan dg nada kecewa.bu Lidia langsung menangis.
" kamu jangan ngomong kaya gitu van. ."
" emang kenyataannya kaya gitu kan mah. ."ada rasa kecewa yg menyelimuti perasaan Ivan.
" mama tau van. . . papa kamu sama pak Junaidi bersahabat dari kecil dan mereka ingin menjadikan persahabatan itu menjadi sebuah keluarga..dg cara menjodohkan anak anaknya...itu impian terahir papa kamu... tapi kita gak tau kalau takdir berkata lain. . .."
" apa mama kecewa sama aku. . ? "ucap Ivan lirih.
" mama gak pernah kecewa sama kamu . . mama selalu bangga sama anak anak mama. . . sama kamu sama Dea..." seketika itu Ivan langsung memeluk bu Lidia.
" maafin aku mah. . "bu Lidia mengangguk sambil mengelus rambutnya Ivan.
tiba tiba Dea datang dan duduk di sebelah ibunya .bu Lidia tersenyum sambil memeluk Dea.
" mama sayang sama kalian semua. . "
* * * * * *
beberapa bulan kemudian. Ivan yg terus bersemangat menjalani terapi ... ia terharu dg ibu dan adiknya yg selalu setia mendampinginya dikala menjalani terapi.. . saat memasuki rumah sakit.dari kejauhan Dea melihat Jodi yg sedang bertengkar dg lani pacarnya itu.
" mah aku ke toilet sebentar ya.. ." ucap Dea meminta izin.
__ADS_1
" jangan lama lama ya. . mama sama kakak kamu ke ruangan dokter dulu. . nanti kamu nyusul ya. .. " pinta bu Lidia. Dea pun mengangguk ia bukannya pergi ke toilet melainkan menemui Jodi.Dea merasa heran melihat lani meninggalkan Jodi dg raut wajah yg marah.saat Dea mendekati Jodi , Jodi langsung menundukan kepalanya.
" kamu kenapa Jod. . ? " tanya Dea.
" De ko kamu ada di sini" tanya Jodi balik
" aku abis nemenin mas Ivan terapi... trus aku liat kamu sama Lani. . jadi aku nyamperin kamu ke sini... kamu ada masalah sama lani ? "tanya Dea penasaran.Jodi langsung terdiam ada rasa kecewa yg terlihat di wajahnya.
" Lani mutusin aku. . "ucap Jodi lirih.Dea terkejut keheranan . . ia merasa aneh karna selama yg ia tau Jodi lah yg selalu mutusin pacar pacarnya . dan sekarang malah Jodi yg di putusin .
"apa ini sebuah karma ya De. . selama ini aku udah banyak mainin perempuan. . dan saat aku udah sayang banget sama lani . . eh dia malah mutusin aku.." ucap Jodi dg penuh kekecewaan.Dea pun mengelus pundak Jodi.
" sabar ya Jod . . mungkin ini pelajaran buat kamu. "Jodi hanya mengangguk.lerlahan ia mengambil cincin di saku celananya dan memperlihat kannya pada Dea.
" kamu tau De. . sebenarnya hari ini aku berniat ingin melamar lani...aku udah bosen main main terus , aku ingin serius dg Lani.. aku ngerasa kepergian mba Tita buat aku sadar kalau hidup itu gak selamanya terus di jalani dg main main. . " ucap Jodi
" aku terharu dg perubahan kamu... mungkin ini pelajaran buat kamu... dan mungkin dg kepergian lani . . kamu akan dapetin yg lebih baik lagi.. " ucap Dea mencoba memberi semangat pada Jodi. Jodi pun tersenyum.
" makasih ya De . . "tiba tiba Jodi langsung memeluk Dea. saat itu pula bu Lidia dan Ivan yg baru keluar dari ruangan dokter mereka melihat Dea yg sedang berpelukan dg Jodi.banyak pertanyaan yg terlontar di benak mereka.mereka hanya bisa saling pandang satu sama lain.
" apa ini jawaban dari do'a kita selama ini..." ucap Ivan
" mungkin " jawab bu Lidia.
* * * *
saat bu Lidia dan Ivan bersiap untuk makan malam..
__ADS_1
" mah Dea kemana . gak makan ? " tanya Ivan.
" tadi waktu mama panggil. . dia lavi telpon telponan ketawa ketawa sendiri. . .gak tau telponan sama siapa. " tutur bu Lidia.
" Dea udah punya pacar x mah. ."
"kayanya sih gitu. . .anak perempuan mama udah mulai genit.." ucap bu Lidia.Ivan hanya tertawa..ia pun bergegas ke kamar nya Dea untuk mengajaknya makan. Dea yg kala itu sedang asik mengobrol via telpon dg Risky ia tertawa tawa sendiri..
" dasar kamu yg gila. . " Dra menutup telponnya sambil tersenyum senyum.tiba tiba hp nya berbunyi kembali... kali ini dari Jodi.
"hallo Jod. . . oh ia nanti aku kesana . . daah.. "
Ivan yg kala itu baru membuka pintu kamar Dea .ia terdiam ketika tau Dea sedang berbicara dg Jodi di Via telpon.
"apa mungkin Dea pacaran sama Jodi. . ?" "pertanyaan muncul di benak nya Ivan. Dea tersenyum ketika melihat Ivan yg sudah ada di depan kamarnya.
" eh udah dulu ya Jod. . " ucap Dea menutup telpon.
" mas ivan. . . "Ivan pun tersenyum...
" makan dulu De . ."Dea mengangguk sambil menghampiri Ivan.lalu mendorong kursi roda yg sedang di duduki kakanya itu.
" kamu telponan sama siapa De . .? " tanya Ivan penasaran.
" iih.. .mas Ivan kepo deh. ."
ada rasa penasaran di benak Ivan. ia ingin menanyakan tentang hubungannya dg Jodi.. namun ada rasa ragu yg menyelimuti dan ahirnya ia memilih diam.
__ADS_1