Angelinna Grawinda

Angelinna Grawinda
bagian 10


__ADS_3

Maria lalu pergi ke halaman belakang membangunkan bi Siti untuk memasak makanan.


"Ya kali gue masak, tangan gue bisa bau bawang" Maria menggerutu sambil berjalan menuju kamar belakang bi Siti


Toktoktok


"Biiiii!!!"


"Bangun bi, cepat!!!" Maria menggedor pintu bi Siti dengan sangat keras


"Ada apa non, malam-malam bangunin bibi?" Ucap bi Siti sambil mengucek-ngucek matanya. Ini sudah hampir tengah malam, dan tiba-tiba dikejutkan dengan ketukan pintu yang keras. Sungguh membuat jantung bi Siti tidak sehat


" Sekarang juga masakan aku makanan, yang enak, aku mau dalam 30 menit harus sudah siap" ucap Maria


"Tapi non ini udah malam, lagian tadi bibi udah masak makan malam banyak"


"Memangnya non Maria belum makan? " Bi Siti mengingat-ingat kembali. Pasalnya tadi non Maria ada duduk di tempat duduk bersama tuan firman dan nyonya.


"Banyak tanya ya, gue suruh masak ya masak aja" Maria menarik bi Siti dengan kasar menuju dapur


"Gue gak mau tau pkonya dalam 30menit harus sudah siap" desak Maria


"Tapi non kalo laper, biar bibi panasin makanan yang barusan bibi masak aja non. Kalo masak lagi takutnya gak keburu,, lagian ini udah malam non bibi ngantuk" ucap bi Siti mencoba menegosiasi kepada nonanya itu


"Gue bilang masak, kalo Lo gak bisa masak dalam 30menit mending Lo keluar aja. Gue pecat sekarang juga" ucap Maria tegas


Akhirnya bi Siti memilih menyerah, dia mulai memasak cornet daging, yang dicampur dengan sedikit sayuran, telur , dan beberapa bumbu lainnya. Kebetulan ada daging cincang yang sudah tersedia di dalam kulkas.


Bi Siti juga memasak sayur asam.

__ADS_1


Setelah kurang lebih 20 menit masakan sudah siap di sajikan.


Maria memandang makanan yang sudah di sajikan dengan penuh nikmat. Maria kemudia menyuruh bi Siti untuk segera membersihkan dapur dan kembali ke kamarnya.


Tidak butuh waktu lama bagi bi Siti untuk membersihkan dapur, akhirnya dapur kembali bersih dengan makanan yang sudah siap di piring dengan cornet daging dan juga sayur. Dengan di padukan jus tidak lupa.


Waktu kepergian bi Siti dengan kedatangan Bian sangat pas sekali.


"Eh kamu udh turun, mau makan sekrang?" Tanya Maria dengan begitu mantap


"Aku bawa makanannya ke atas"


" Loh kamu gak mau makan disini, aku temenin kamu makan" ucap Maria tidak lupa dengan nada so imutnya yang di buat-buat


"Anna lapar dia belum makan malam, jadi aku mau makan berdua dengan pacarku" ucap Bian lalu berlalu dari hadapan Maria sambil membawa nampan yang berisikan makanan yang di buat bi Siti tadi


Tau makanan itu untuk Anna , Maria pasti akan memberikan racun di dalam masakannya


Kemudian Maria kembali ke kamar, dengan hati yang dongkol di buat oleh Bian.


Sedangkan dilain tempat, Bian mulai membangunkan Anna dengan pelan . Menepuk pipinya. Sebanarnya Bian tidak ingin mengganggu tidurnya, namun karena teringat Anna belum makan malam, terpaksa Bian harus membangunkan Anna, dia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk terhadap anna.


"Sayang , bangun yuk makan dulu"


"Sayang, Anna" Bian mengecup bibir Anna sekilas, namun tidak juga membangunkan si empunya.


Bian lalu mengusap kepala Anna dengan lembut, Bian membayangkan bagaimana nanti jika Bian dan Anna sudah menikah, pasti mereka sangat bahagia. Anna akan memasak makanan setiap hari, menyiapkan pakaiannya, menunggu kepulangan Bian kerja, rasanya Bian ingin segera mewujudkan keinginannya itu


Bian kembali mengecup bibir Anna sedikit lebih lama

__ADS_1


"Ummcchh" akhirnya Anna terbangun dari mimpinya


Layaknya putri tidur yang sedang menunggu pangerannya untuk menciumnya agar terbangun


Namun pangerannya disini tetap hidup


" Sayang makan dulu ya, kamu pasti belum makan malam kan?" Ucap Bian dengan lembut


"Hmmm" Anna hanya berucap, lalu bangun dan duduk di ranjangannya


Anna masih mengantuk, tapi dia juga sangat lapar. Dia bisa mencium aroma kornet daging yang harum, membuatnya mau tidak mau harus bangun dari mimpinya. Anna ingin segera memakannya.


"Kamu yang masak bi?" Tanya Anna


"Bi Siti tadi yang masak, dia tau kamu belum makan malam jdi buatin kamu makanan deh" jawab Bian sambil mengambil piring dan memasukan kornet serta syurannya kedalam nasi.


"Kamu makan dulu ya, aku suapin" ucap Bian


"Aaa"


Anna tersenyum dia membuka mulutnya lebar-lebar , hingga menghabisi makanannya tanpa sisa


Anna tidak menghabiskanny sendirian, pastiny ada Bian yang juga ikut menghabiskan makanannya. Bian dan Anna sering makan berdua, Bian suka ketika Anna makan dengannya dalam piring dan sendok yang sama. menurutnya itu sangatlah romantis.


Karena waktu sudah sangat malam, Bian memutuskan untuk menginap di rumah Anna, dia ingin menghabiskan waktu malamnya hanya berdua.


Setelah acara makan malam siap , Bian dan Anna pergi untuk tidur. Anna tidur dengan lelap dengan lengan kanan Bian sebagai bantalnya. Tetapi tidak untuk Bian, Bian tidak bisa tidur akhirnya memutuskan untuk pergi pulang ke rumahnya.


Sebelum Bian pulang, Bian terlebih dahulu mengecup kening Anna dengan sangat lama. Ada sedikit rasa takut dalam diri Bian, namun dia mencoba untuk mengenyahkannya. Setelah lama Bian menempelkan bibirnya di kening Anna, kemudian Bian pergi keluar menuju mobilnya dan melajukannya menuju rumah Bian.

__ADS_1


__ADS_2