Angelinna Grawinda

Angelinna Grawinda
bagian 5


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana pengumuman hasil ujian nasional SMA BHAKTI, semua murid sangat tegang dengan hasil ujian dan kelulusan mereka.


Kepala sekolah berdehem dan mulai mengucapkan amanahnya kepada anak anak kelas 12 yang sebentar lagi akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi


"baiklah tidak perlu menunggu lama lagi, bapa akan mengumumkan hasil ujian kelulusan kalian semua, setelah bapa lihat lihat bapa yakin bahwa anak didik bapa semuanya pintar pintar, dan selamat kalian semua LULUS"


"Horeee"


"yey akhirnya gue bisa panjangin rambut gue tanpa takut harus di botak"


"akhirnya gada PR lagi"


" lo mau lanjut kemana na" "lo jadi kuliah di universitas z" ucap intan dan hal itu juga di dengar oleh bian dan teman temannya


"gue belum nentuin" ucap anna


Bian menatap anna dengan tatapan yang tidak bisa baca


Tiba tiba ada cowok yang menepuk bahu anna dan tersenyum


"selamat ya na"


"makasih, selamat buat lo juga"


"ohya na, acara nanti malam lo datang sama siapa?"


"belum tau"


"lo mau gak pergi sama gue, itu kalo lo gak keberatan sih"


"boleh, gue tunggu jam 8 di rumah gue ya. Lo tau kan?" ucap anna


"tau dong, nanti malam aku jemput ya" ucap bayu dengan senyum yang mengembang


Ya laki laki itu adalah bayu, cowok yang sudah menaksir anna semenjak kelas 1, tapi dia kalah cepat dengan bian


Tanpa di sadari bahwa dari tadi bian mendengar percakapan mereka, dan amarah dalam dirinya mulai keluar. Sikap possessive bian terhadap Anna belum hilang sepenuhnya bahkan mungkin tidak bisa hilang. Bian berjanji akan membuat anna kembali bersama dengannya.


Flashback off


"Haha , Lo lucu juga ya" Anna tertawa geli mendengar lelucon Bayu yang sangat receh.


"Dan Lo tau na, setelah kejadian dimana gue lupa pake celana. Semenjak gue berangkat sekolah gue selalu bawa celana sekolah cadangan na" ucap Bayu sambil tertawa geli


"Ya siapa tau, pas gue udah sampe sekolah tiba-tiba celana gue bolong lagi"


"Ahhahaha" Anna tertawa lepas, cerita Bayu sangat lucu Anna sampai mengeluarkan air matanya berkali-kali


Anna dan Bayu semakin dekat setelah kabar hubungan Anna dan Bian sudah berakhir, Bayu mulai mencari kesempatan untuk memenangkan kembali hati Anna.


Sungguh Bayu sangat menyayangi Anna, Anna adalah gadis yang baik, cantik, pintar. Bayu sungguh terpana dengan senyuman Anna yang dari tadi dia berikan.


Bayu merasa bahagia karna melihat Anna tertawa karenanya.


Disisi lain Bian menyaksikan interaksi keduanya, semenjak hubungan Bian dan Anna berakhir. Bian diam-diam selalu mengawasi gerak-gerik Anna, wanitanya itu mulai melanggar peraturannya.


Ya Anna akan tetap menjadi wanitanya Bian, hubungan mereka tidak pernah putus. Tidak pernah dan tidak akan ada kata putus di antara Bian dan Anna.

__ADS_1


Bian mulai menunjukkan senyum iblisnya.


Selama hubungannya dengan Sarah, Bian merasa hampa, Bian merasa ada yang kosong dia sadar bahwa Bian tidak bisa hidup tanpa Anna.


Bian menyesalinya, tetapi Bian juga tidak bisa melepaskan Sarah. Keinginan orangtuanya yaitu Bian dan Sarah bersama.


Orangtua mereka menjodohkan mereka, demi keuntungan bisnis. Dan Bian tidak bisa menolaknya.


Flashback off


...


...


Acara malam kelulusan angkatan 12 sudah mulai, Anna dengan gaun indah berwarna merah yang indah, dengan badannya yang ramping dan kulitnya yang putih mulus juga tingginya yang mencapai 167cm, ditambah sepatu tingginya membuat anna semakin di puji puji oleh kaum laki laki dan mendapatkan cibiran makian juga pujaan yang membuat iri semua wanita yang hadir di acara malam ini. Anna bagaikan putri yang turun dari langit bahkan tidak ada kekurangan apapun dari diri anna rambutnya yang di sanggul dan menyisakan sedikit bagian rambut rambutnya menjutai yang memberikan kesan indah, dengan lehernya yang jenjang putih mulus terbuka.


Anna menjadi perbincangan banyak orang dengan di dampingi seorang bayu yang tak kalah tampan.


Anna menemui sahabatnya intan yang sangat cantik itu


"wow lo cantik bener na" ucap dito


"iya lo cantik bener, bian bego lepasin lo begitu aja" ucap intan


Anna hanya tersenyum menjawab pujian sahabatnya, dia tidak mau acaranya menjadi berantakan hanya dengan mengingat mantanya itu.


Acara malam ini dilakukan setelah kelulusan SMA, karena seminggu setelah kelulusan, anak-anak yang dinyatakan lulus akan mengikuti ujian untuk masuk universitas.


Acara semakin malam, ini adalah puncaknya untuk para siswa berdansa dengan pasangannya. Intan sudah berpasangan dengan dito pacarnya, ya dito dan intan sudah berhubungan sejak 1 tahun yang lalu.


"berdansa denganku"


Anna mengalungkan tanganya pada pundak bayu, dan bayu yang juga sudah mendaratkan tangannya di pinggang anna yang ramping, musik mengalun indah sangat pas dengan iringan dansa malam ini.


Dari kejauhan sana, terdapat sepasang mata yang sudah menggelap ingin melahap mangsanya, dengan tangan yang terkepal dan rahang yang sudah mengeras menahan amarah. Entah apa yang ada di pikirinnya saat ini, namun tatapannya mengisyaratkan tanda bahaya..


"gue ke kamar mandi dulu ya bay, gue kebelet" ucap anna, Anna merasa ada yang memperhatikannya tetapi dia tidak ingin ambil pusing dengan hal itu


Anna lalu pergi meninggalkan bayu setelah mendapatkan persetujuan.


Sebenarnya Anna tidak sedang ingin ke kamar mandi, tempat yang ia tuju sekarang ialah tempat dimana tidak ada orang sama sekali, anna ingin sendirian, rasanya hari ini anna kurang bersemangat, terlalu banyak masalah yang di pikul wanita cantik ini. Anna teringat kata kata papa nya tadi siang, saat anna meminta untuk melanjutkan kuliahnya


"papa gak bisa biayain kuliah kamu"


"kamu tau sendiri keuangan papa saat ini sedang turun, di tambah adik kamu juga membutuhkan biaya untuk sekolah modelnya" ucap firman papa dari anna


"Hufftt" lagi lagi anna mendesah ada rasa iri di benak Anna


Tiba tiba saja anna di kejutkan dengan seseorang yang tengah berani memeluk tubuhnya dari belakang.


Laki laki itu mengendus leher jenjang putih nan mulus anna, menghirupnya dengan rakus seakan wanginnya adalah candu, obat dari rasa rindu yang selama ini sudah terpendam


"Kamu melanggar peraturan ku sayang" ucap laki laki itu dengan suara yang serak dan berat


Bian mengecup leher jenjang Anna dan menghirupnya lagi dan lagi


Anna mendengar perkataan yang keluar dari mulut Bian, Anna bergetar dan tegang seketika

__ADS_1


Anna bingung apa yang harus dilakukan, otak anna bingung. Disisi lain anna rindu tapi disisi lainnya anna benci berada di situasi saat ini.


"kamu sengaja mengekspos tubuhmu"


"apakah kamu sudah menjadi wanita ******, sayang" dengan suara yang berat dan sexy


Sakit, ya anna sakit mendengar perkataan bian dengan mengatakan bahwa dirinya adalah ******.


Anna menghentakkan tangan bian dan berbalik hendak menampar pipi bian namun bian dengan cepat menangkis tangan anna dan menyeretnya keluar dari gedung pesta itu.


Dengan tanpa berperasaan Bian mendorong tubuh Anna untuk masuk ke mobilnya


"Masuk, dan jangan melawan" tunjuk bian kepada anna


Bian langsung menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankannya dengan begitu cepat, sampai sampai anna merasakan bahwa jantungnya akan copot


"kita mau kemana" ucap Anna dengan rasa takutnya yang di tahan


"aku mau pulang bi"


"bi antar aku pulang, atau kamu bisa turunin aku disini"


Bian tak menggubris ucapan anna, bian terus saja menancapkan gasnya menuju tempat yang akan dia tuju, tempat dimana hanya ada bian dan anna


Anna terus saja berteriak ingin turun dari mobil, hingga akhirnya mobil yang di tumpangi bian dan anna berhenti di sebuah apartemen mewah


Ya apartemen milik bian


Bian membuka pintu mobil anna dan menyeretnya menuju lift yang akan mengantarkan mereka berdua ketempat tujuannya.


"Aku gak mau, aku bilang lepasin aku bian" ucap anna histeris karna bian tidak menggubris ucapan dari anna


Anna semakin takut tatkala lift sudah sampai di lantai 45, ya disinilah apartemen bian berada. Tempat dengan penuh kenangan bian dan Anna, tempat dimana bian dan anna menghabiskan waktu berdua, hanya bian dan anna. Namun sekrang tidak lagi, tempat ini hanya tinggal kenangan.


"Masuk" bian menyeret anna masuk dan mengunci pintunya lalu membuang kuncinya asal entah kemana.


Demi apapun saat ini Anna ketakutan,  anna sangat takut di hadapkan bian sekrang, pasalnya bian yang sekarang amat teramat seram, mukanya memerah seperti sedang menahan amarah dan juga rahangnya yang kuat sedang menahan amarah


"Aku mau pulang, tolong buka pintunya" ucap anna pelan


Bian mendecih dengan senyum smirknya dia berjalan menuju tempat anna , tangan kanannya memegang kedua pipi anna dan tangan satunya memeluk pinggang anna dengan posesif.


Anna sungguh takut, tapi tidak untuk menangis, anna tidak boleh menangis dia harus kuat


Anna menatap mata gelap itu, terlalu banyak amarah dalam mata itu, anna bisa merasakan bahwa sekarang bian sedang menahan emosinya yang bisa murka kapan saja


"kita sudah putus, kamu gada hak buat sentuh aku lagi"


"Kamu gak bisa atur atur aku lagi, bian"


"aku mau keluar, aku mau pulang" ucap anna masih dengan nada yang amat tenang namun berbanding terbalik dengan jantungnya yang sudah berdetak sangat kencang seakan ingin copot


"Pulang?"


"kamu akan pulang setelah aku puas dengan kamu, sayang"


Bian langsung mendorong anna ke lantai dan langsung menindihnya

__ADS_1


Bian melahap bibir ranum anna dengan rakus, tanpa ada jeda semakin dalam.


Anna.....


__ADS_2