Angelinna Grawinda

Angelinna Grawinda
bagian 18 & 19


__ADS_3

Anna menunggu Bian di apartemen milik Bian, pasalnya sudah 30 menit Anna sampai apartemen sampai sekarang Bian juga belum keliatan batang hidungnya. Anna sudah memberikan kabar lewat pesan jika Anna menunggu Bian di apartemennya tetapi belum juga ada tanda-tanda Bian akan membalas pesan Anna.


Di tempat lain, Bian sedang duduk dengan gelas yang berputar di tangannya, Bian terus menuangkan minum-minum haram masuk dalam tenggorokannya, terdapat rokok di sela-sela jari tangan kiri Bian. Sesekali Bian hembuskan asap mengepul di udara. Sepertinya ada yang sedang pikirkan


Wanita-wanita di bar tersebut tersenyum malu-malu kepada Bian bahkan ada yang terang-terangan untuk menggoda Bian. Tetapi lelaki itu hanya diam tidak menggubrisnya.


Anna menunggu Bian sangat lama, saking lamanya Anna mulai mengantuk, kemudian Anna memutuskan untuk kembali ke apartemennya, mungkin besok pagi Anna akan berbicara dengan Bian.


Sebanarnya Anna ingin menanyakan perihal kenapa Bian bisa makan di restoran yang sama dengan Anna, Anna hanya bingung saja apa Bian masih memata-matai dirinya sama seperti SMA dulu yang sering Bian lakukan.


Bian telah kembali ke apartemennya saat subuh tadi. Untungnya besok adalah hari libur jadi Bian bisa bangun siang, besok juga tidak ada jadwal Bian untuk pergi ke kantor.


Anna memasuk apartemen Bian, diliatnya kamar Bian, terdapat seorang lelaki yang sedang tertidur pulas. Anna lalu ke dapur untuk memasak dan membersihkan apartemen Bian.


Sudah menjadi kebiasaan Anna pada setiap Minggu untuk sekedar memasak atau membersikan apartemen Bian, ya walaupun sebenarnya sudah ada petugas yang akan membersihkan tempat Bian setiap harinya.


Hari sudah akan menjelang sore , tetapi Bian sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan bangun. Jadi Anna berinisiatif untuk membangunkan Bian terlebih dahulu, ini sudah akan sore dan Bian belum memakan apapun dari tadi pagi.


Anna kemudian pergi menuju kamar Bian sambil membawa nampan berisikan makanan yang sudah Anna masak tadi pagi.


...


...


Terlihat Bian tertidur lelap dengan memunggunginya, Anna lalu manaruh nampan tadi dan akan membangun Bian.


Baru saja Anna akan menyentuh Bian, Bian terlebih dahulu menarik Anna kepelukkannya, alhasil Anna jatuh keranjang Bian.


Bian memeluk erat pinggang Anna, dan menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Anna. Bian menghirup dalam aroma wanitanya, rasanya sangat manis.


"Bian kamu harus makan" Anna berucap sambil *******-***** rambut Bian

__ADS_1


"5menit"


"Hanya 5 menit" baru saja Anna akan berucap, tapi kemudian Bian langsung memotongnya.


...


...


Anna menyuapi Bian di kamarnya, hari ini Bian ingin bermalas-malasan, Bian sangat manja, dia sangat kekanak-kanakan jika bersama Anna. Bian terus saja mengecup tangan, pipi , lengan Anna.


Tadinya Anna ingin menanyakan masalah kemarin, tetapi karena melihat Bian seperti ini , Anna tidak jadi bertanya.


Mereka berdua menghabiskan waktu mereka dengan saling bercumbu, lebih tepatnya Bian yang terus mencumbu Anna. Hingga malam pun tiba yang berakhir Anna menginap di rumah Bian.


...*bagian 19*...


Tidak terasa kini sudah satu semester Anna berkuliah di universitas x, hari ini merupakan hari terakhir ujian sekaligus kegiatan belajar mengajar di kampus. Genap sudah 16 Minggu Anna dan Bian masuk kampus, itu menandakan Anna dan Bian berhasil menyelesaikan satu semesternya dengan baik.


"Yaudh ayok kita pergi" ucap Veronika, mereka berlima pergi menuju  fakultas kedokteran. Terdapat beberapa stand, ada stand tes kesehatan gratis, tes jantung, tes darah, dan berbagai macam makanan sehat.


Anna mulai berkeliling-keliling sedangkan Adaline lebih memilih masuk stand tes darah , sedangkan Veronika memilih tes jantung, akhir-akhir ini jantung Veronika sepertinya sedikit bermasalah dia selalu berdegup kencang ketika berpapasan dengan laki-laki tampan seperti Damian contohnya. Sedangkan Lucy dan Yeri masuk stand tes kesehatan.


Dulu Anna ingin menjadi dokter spesialis, dia ingin menyembuhkan orang-orang yang terkena kanker. Tetapi kini itu semua hanya angan-angan saja.


Selama Anna berjalan-jalan di bazar , tiba-tiba Anna dikejutkan dengan seorang lelaki yang menepuk dirinya.


"Angel" Anna berbalik, dia terkejut. Sungguh ini sudah berapa tahun semenjak kejadian itu Anna tidak pernah lagi bertemu dengannya


"Dion"


"Ternyata kamu beneran angel, kamu kuliah kedokteran juga. Kok aku gak pernah liat kamu. Kamu ambil jurusan apa jel" Anna terbengong dia senang akhirnya bisa bertemu dengan sepupunya kembali.

__ADS_1


Angel adalah sebutan sayang masa kecil Anna. Hanya keluarga Anna dan Dion yang memanggil Anna dengan panggilan itu.


"Aku gak kuliah disini Yon, aku ambil kuliah bisnis" ucap Anna


"Kamu masih sama Bian, terakhir aku dengar kabar, kamu udah tunangan sama dia" ucap Dion


"Aku udah tunangan sama Bian" Anna ragu untuk menceritakan segalanya pada Dion


Ada raut sedih yang terlihat jelas di mata Anna, namun Dion tidak ingin memaksakan Anna jika tidak ingin menceritakannya.


"Kalo kamu butuh aku, aku bakal selalu ada buat kamu " Anna tersenyum kepada Dion


Kemudian Dion menepuk bahu Anna dan menatap matanya dengan serius "kamu bahagia sama Bian angel?" Anna bingung, Anna bahagia tapi tidak tau kenapa kata-kata itu sulit untuk di keluarkan


"Kalo kamu mau minta pertolongan, aku siap. Aku siap jauhin kamu dari Bian. Aku bukan Dion yang lemah kayak dulu. Aku bakal berusaha biar kamu bisa lepas dari Bian" ucap Dion sungguh-sungguh.


Dion sebanarnya tau permasalahan keluarga Anna, Dion tau kenapa Anna akhirnya memutuskan bertunangan dengan Bian. Waktu itu Dion ingin membantu keluarga Anna, tetapi belum sempat Dion memberikan uang untuk bisnis keluarga Anna, Anna sudah menerima pertunangan Bian.


Setelah itu Dion tidak tau lagi kabar mengenai Anna dan Bian, Dion hanya tau kalo Bian dan Anna  sedang melanjutkan pendidikanmya ke luar negeri, tapi dia tidak tahu bahwa Anna juga ternyata berkuliah di universitas yang sama dengan Dion.


"Mamah kangen kamu angel, setiap hari mamah pasti nanyain kamu terus" Anna jadi teringat Tante Amel. Tante Amel sudah seperti ibu kandung Anna. Tante Amel juga adalah seorang dokter kandungan, keluarga ibu Anna berkarier di dunia kedokteran itulah mengapa Anna ingin sekali menjadi seorang dokter. Bukan karena menjadi seorang dokter itu adalah menjadi suatu pekerjaan yang turun temurun, tetapi Anna sudah terbiasa melihat orang sakit, dan rasa empati Anna tiba-tiba saja terbentuk .


Dulu Anna sering berkunjung ke rumah sakit milik keluarga ibunya, Anna sering melihat ibunya menyembuhkan banyak orang. Anna ingin seperti ibu , menjadi pahlawan bagi orang-oramg sakit. Tetapi lagi-lagi Anna harus mengubur dalam-dalam keinginannya itu.


"Gimana kabar Tante Amel, aku juga rindu Tante Amel" ucap anna sedih


"Nanti aku kabarin mamah, dia pasti senang karena ternyata kamu juga kuliah disini" Anna hanya tersenyum


Dion lalu menyodorkan handphonenya kehadapan Anna,"nomor kamu" Anna ingin memberikan tapi Anna teringat Bian, jika bian tau Dion berkuliah disini, apalagi sampai menemui Anna , apa Bian akan diam saja. Apa Dion akan tetap baik-baik aja


"Aku bakal baik- baik aja ko jel, Bian gak bakal berani nyakitin aku" seolah tau apa yang ada dalam pikiran Anna. Tiba-tiba saja Dion menenangkan Anna seolah memberi tahunya bahwa semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


Anna lalu mengangguk kemudian mengetikan nomornya di handphone dion.


__ADS_2