
Anna melihat penuh kasian pada bayu, di depan sana terdapat Bayu dengan selang oksigen dan berbagai macam alat yang di tempeli di tubuhnya, terdapat selang panjang yang dimasukkan kedalam tubuh Bayu.
Kata dokter kemungkinan Bayu untuk bangun hanya 30% , terdapat kebocoran dikepala Bayu yang bisa membuat otaknya rusak, terdapat pula gumpalan darah di jantung Bayu, dan tulang-tulang Bayu yang patah. Kaki sebelah kanan Bayu rusak hancur. Walaupun Bayu bisa bangun kembali tetapi dia tidak bisa hidup normal kembali.
Anna sedih kenapa ini semua harus terjadi pada bayu, kenapa malam itu Anna tidak pulang bersama Bayu, mungkin jika Anna pulang bersama Bayu ini semua tidak akan terjadi.
Bayu kecelakaan setelah pulang dari apartemen Bian, setelah Bayu mengetahui keberadaan Anna di apartemen Bian, Bayu menyusul tadinya Anna ingin bertemu dengan Bayu, namun Bian melarangnya. Bian murka , Bian marah besar ketika tahu Bayu menyusul Anna dan berniat untuk membawanya.
Hingga pertengkaran Bian dan Bayu terjadi, Anna tidak ingin sesuatu terjadi pada bayu, maka dari itu Anna memilih untuk mengalah, Anna tidak ingin ikut dengan Bayu. Anna memilih untuk tinggal dengan Bian, dan mengusir Bayu.
Setelah kepulangan Bayu dari apartemen Bian, di saat itulah kecelakaan itu terjadi.
Sungguh Anna sangat menyesal, kenapa dia tidak mencegah Bayu, jika saja dia tidak mengusir Bayu untuk tidak pulang mungkin ini semua tidak akan terjadi.
Anna lalu pamit pada kedua orangtua Bayu, rencananya mereka akan membawa Bayu ke luar negeri untuk berobat.
Anna tidak membawa handphone, saking paniknya tadi Anna bahkan lupa membawa dompet.
Bian sudah ratusan kali menelpon dan mengirimi pesan kepada Anna tapi tetap tidak mendapatkan jawaban.
Bian takut jika Anna melakukan hal nekad, Bian takut Anna pergi, itu adalah ketakutan besar Bian, Anna meninggalkannya.
Flashback on
"Apa yang kamu lakukan Bian" Anna menangis histeris melihat kondisi sepupunya Dion
Bian memukul Dion dengan balok, untung saja tidak mengenai kepalanya hanya mengenai pundaknya.
Ini terjadi gara-gara Anna dan Dion berangkat sekolah bersama.
Dion mengantar Anna ke sekolah karena ayahnya tidak bisa mengantar Anna. Al hasil Anna meminta Dion untuk mengantarnya lagian akan ada acara pertandingan basket antara SMA Dion dan SMA Bhakti.
Sekolah Dion dan Anna berbeda. Dion dan Anna adalah sepupu kandung, ibu Dion merupakan kakak dari ibu Anna, sejak kecil mereka sudah sangat dekat.
Sebanarnya Bian sangat kesal dengan kedekatan Anna dan Dion. Siapa pun itu jika berhubungan dengan Anna Bian akan sangat emosional.
Hingga dimana Bian menghampiri Dion saat selesai bertanding basket antar SMA, bian melihat Anna memberikan sebotol air minum untuk Dion dan berbincang sambil tertawa.
Padahal kemenangan di menangkan oleh SMA Bhakti, tetapi Anna malah menghampiri Dion dan menyemangatinya.
Bukannya Anna tidak perduli dengan Bian, akan tetapi Bian banyak yang memberikan air minum. Banyak fans Bian di SMA Bhakti, sampai SMA- SMA lain pun mengidolakan Bian.
Anna merasa berkecil hati, dan memilih untuk menghibur Dion dari kekalahan, lagian Bian sepertinya tidak membutuhkannya.
Wanita-wanita yang menempeli bian sama sekali tidak memperdulikan Anna walaupun mereka semua tau Anna adalah kekasih Bian.
__ADS_1
Pada waktu itu Anna juga sempat curiga, karena dia melirik sekilas ke arah Bian dan Sarah di lapangan, terlihat Sarah memberikan sebotol air minum dan mengelap keringat Bian. Padahal waktu itu baru satu Minggu diresmikannya bahwa Aldi dan Sarah berpacaran.
Tetapi Anna tidak ingin ambil pusing.
Setelah kejadian di lapangan, Anna mengetahui bahwa Bian dan Dion sedang bertemu di atap sekolah, Anna menghampiri Dion dan Bian Karena sudah satu jam lamanya mereka berbincang, dan belum muncul juga.
Anna terkejut melihat Dion terkapar di lantai dengan mulut berdarah, Anna melihat jelas Bian melayangkan balok kehadapan Dion dan memukulnya.
"Apa yang kamu lakukan Bian" Anna berlari menuju Dion dan mengelap darahnya. Sungguh dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi
Bian melakukan semua ini karena dia cemburu dengan kedekatan Anna dan Dion, dan semenjak hari itu. Anna mulai menjauhi Bian, dia memblokir nomor Bian dan sudah seminggu Anna tidak masuk sekolah.
Hal itu membuat Bian semakin murka, wanitanya itu mulai membangkang. Dia tidak tau kemana Anna pergi
Kemudian Bian mulai mengancam dirinya akan bunuh diri jika tidak bertemu dengan Anna.
Al hasil orangtua Anna berhasil menemukan Anna yang berada di rumah Dion, selama satu Minggu itu Anna menginap di rumah Dion dan merawat Dion. Anna merasa bersalah atas apa yang terjadi , di satu sisi dia merasa kesal karena sikap Bian yang semena- mena.
Jasmine yang merupakan ibu dari Bian membujuk Anna untuk datang kerumahnya dan membujuk Bian agar tidak bunuh diri.
Anna sedikit terkejut dengan penuturan ibunya Bian, apa Bian segila itu sampai-sampai ingin bunuh diri karenanya.
Singkat cerita Anna pergi ke rumah Bian dan membujuk Bian, dan Bian pun luluh.
Flashback off
Bian pergi ke rumah Anna, dia teriak seperti orang kesurupan mencari Anna, firman dan Ami melihat kekasih anaknya datang merasa kaget. Ada apa dengan anak bosnya itu dia terlihat marah dan frustasi.
Bian naik ke lantai atas menuju kamar Anna, Bian melihat sekeliling dia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Anna sama sekali. Bian melihat handphone Anna di lantai di bawah kasurnya.
Anna bahkan tidak membawa handphonenya.
Bian lalu turun, baru saja dia akan menanyakan kemana perginya Anna kepada orangtua Anna, tiba-tiba Anna muncul di pintu utama.
Bian merasa lega ternyata wanitanya itu masih ada di depan matanya, tapi di satu sisi Bian merasa marah karena Anna tidak dapat di hubungi. Terdapat bekas-bekas air mata yang sudah mengering di pipi Anna
Bian lalu menghampiri Anna yang langsung di peluk erat, bukan oleh Bian tetapi Anna yang memeluk Bian. Anna menangis sesenggukan, ada rasa sakit yang tertahankan, badan Anna bergetar. Bian tidak sanggup melihat wanitanya menderita
Tidak ada yang boleh membuat wanitanya menangis kecuali dirinya.
Akhirnya Bian membawa Anna untuk pergi ke lantai 2, ke kamar Anna dan menguncinya.
Orangtua Anna sudah terbiasa dengan Bian yang lalu lalang di rumahnya, tidak ada yang berani melarangnya untuk masuk dan keluar rumahnya.
Firman dan Ami tidak ingin ambil pusing, akhirnya mereka pergi meninggalkan 2 sepasang kekasih di kamar anaknya itu.
__ADS_1
"Bian, ini semua salah aku" ucap Anna dengan suara serak. Bahkan suaranya hampir habis karena Anna terus menangis sejak tadi
"Bayu kecelakaan gara-gara aku Bian" ucap Anna lagi
Kini Bian mengerti, kenapa Anna menangis, dia menangisi pria brengsek yang berani menyentuh wanitanya.
Bian hanya diam mendengarkan rasa bersalah Anna terhadap Bayu.
Akhirnya Anna tertidur, setelah kepulangan Anna yang menangis akhirnya Anna tertidur karena kelelahan, ini sudah jam 23.00 dan Bian tebak Anna pasti belum makan malam. Karena waktu Bian datang ke rumah Anna , Bian melihat kedua orangtua Anna baru siap makan malam bersama, dan disaat itu pula Anna baru pulang dengan keadaan menangis.
Bian lalu turun ke bawah untuk membawakan makanan untuk Anna.
"Hai"
Bian menoleh, dia tau itu pasti Maria adik tiri Anna. Bian sudah beberapa kali ke rumah Anna, dan dia sudah mengenali Maria
Dia tidak terlalu menyukai Maria , terlihat jelas bahwa Maria menyukainya dan ingin menggodanya, terlihat dari cara dia berpakaian yang sangat minim, menampilkan buah dadanya, baju yang sangat kekurangan bahan. Jika saja yang memakai itu adalah Anna mungkin Bian akan tergoda , tetapi tidak dengan Maria.
...
...
Ini bukan pertama kali bagi Bian melihat Maria dengan berpenampilan seperti ini, setiap kali Bian kesini, dia selalu melihat Maria dengan berpakaian seperti itu jadi dia tidak terlalu terkejut.
Tapi sayangnya Bian tidak tergoda, baginya tidak ada yg lebih menggiurkan dibandingkan wanitanya yaitu Anna.
"Kamu lagi cari apa? Kamu lapar? Aku bisa buatin makanan , kalo kamu mau?" Ucap Maria dengan suara manjanya
"Aku mau makanan"
"Apapun yang penting bisa di makan" ucap Bian
" Gimana kalo kita pesan makanan aja, atau kita makan diluar" ucap Maria , Maria mulai menggandeng tangan Bian dan menggesekkan payudara ke lengan Bian
Bian lalu menghempaskan tangan Maria
"Kalo lo gak bisa masak, bilang aja biar gue pesan makanan sendiri" Bian berniat untuk pergi namun lagi-lagi tangannya di cekal oleh Maria
"Kamu meragukan aku"
"Kamu tunggu, aku bakal masak yang enak untuk kamu" Maria memainkan jari telunjuknya di dada bidang bian
Bian lalu pergi melenggangkan kakinya ke lantai atas
"Aku tunggu 30 menit makanan harus udah siap" lalu Bian pergi begitu saja
__ADS_1