Angelinna Grawinda

Angelinna Grawinda
bagian 16


__ADS_3

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu , akhirnya tugas kelompok siap di presentasi kan dan semua kelas untuk mata kuliah ini mendapatkan nilai yang bervariasi, kelompok Anna mendapatkan nilai AB sedangkan nilai untuk kelompok Bian adalah A. Ya memang Anna tidak meragukan keahlian kelompok Bian yang sangat pintar itu, dari presentasi dan cara mereka mengolah datanya sangat relevan jadi memang patut untuk diberikan nilai sempurna di mata kuliah kali ini.


"Wah gila sih, Demian auranya kuat banget" ucap Veronika memuja-muja Bian


"Memang bener pinter tu anak" timbal Adaline


Lucy dan Yeri sebanarnya sedikit kecewa dengan nilainya, pasalnya mereka sudah berusaha keras untuk tugas kelompoknya tapi hanya mendapatkan nilai AB, Anna juga merasa bersalah terhadap 2 temannya itu. Pada saat presentasi dan mengerjakan tugas Anna hanya membantu sedikit, itu semua karena Anna belum paham betul mengenai mata kuliah ini.


Bian sudah menawarkan diri untuk mengajari Anna, tapi Anna menolak . Dia tidak mau nantinya Bian malah memberikan contekan tugas kelompoknya, itu sama saja curang.


Anna sudah berusaha mati-matian untuk tugas kelompok, namun Anna sudah maksimal . Anna masih bersyukur masih bisa mendapatkan nilai AB, itu sudah lebih dari cukup.


Anna mencoba untuk menghibur kedua temanya itu. Yeri dan Lucy sebanarnya bukan tidak bersyukur , mereka sudah menerima nilai mereka. Baginya nilai AB juga tidak terlalu buruk


"Lain kali pasti kita bisa dapat nilai A kok, ini baru tugas pertama. Selanjutnya kita harus bisa dapat nilai A untuk tugas final kita" ucap Anna menyemangati temannya


"Kalo gue gak nyangka sh, gue seperti mimpi dapat nilai AB, gue rasa gue udah cukup bersyukur kalo-kalo dapat nilai C yang penting gue gak ngulang" ucap Adaline dengan wajah yang sangat bangga atas nilainya yang diluar ekspektasi itu


"Ini semua berkat Lo berdua" Adaline menempuh bahu Yeri dan Lucy "gue bangga, hahaha" Adaline sungguh senang


"Gue udah kirim nilai gue sama keluarga gue barusan, dan Lo tau apa dia bangga banget sama gue" ucap Veronika


"Jadi untuk merayakannya gue bakal tlaktir kita semua makan siang di restoran paling mahal,gimana" "yes, makan gratis" ucap Lucy polos


Mereka berlima lalu tertawa sama-sama

__ADS_1


Karena kelas hari ini adalah kelas siang dan masih ada jadwal kuliah sore. Jadi acara makan-makan kali ini akan di adakan pada malam hari. Adaline meminta izin kerja untuk datang terlambat, demi makan gratis Adaline tidak akan melewatkan kesempatan emas ini, siapa yang akan menolak makanan malam mewah.


Sedangkan Anna sendiri merasa ragu untuk meminta izin kepada Bian, Anna ragu Bian akan mengizinkannya untuk pergi makan malam bersama teman-temannya.


To : Bian


Bian malam ini aku sama teman kelompokku akan makan di restoran x, aku hanya pergi bersama teman-teman perempuan. Apa bisa?


Send


Anna menunggu balasan dari bian, baru 1 menit Anna mengirimkan pesan Bian langsung membalasnya


From : Bian


Oke, have fun


Anna berfikir mungkin ini sebuah kemajuan yang baik bagi hubungannya, semenjak pengakuan Anna waktu itu di mobil Bian menjadi sangat manis. Mungkin Bian perlahan-lahan mulai mengerti apa yang Anna butuhkan.


Anna sangat senang, saking senangnya Anna bahkan tidak memperhatikan dosen di depan sedang menjelaskan


"Itu, yang senyum-senyum sendiri disana, ada masalah apa" ucap dosen kepada Anna


Anna yang merasa dirinya di panggil merasa bingung


Teman-teman di kelasnya menertawakannya , mungkin mereka mengganggap Anna sudah gila karena senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Anna kemudian mengucapkan maaf kepada dosen dan teman-temannya karena telah menganggu kelas. Anna sekilas melirik Bian di sebelah , Bian terlihat tenang tidak terganggu. Lalu Anna tersenyum.


To : Bian


Makasih, I love you Bian❤️


Read


Hari sudah malam Anna berangkat menuju restoran menggunakan taksi , Veronika dan yang lainnya sudah menunggu. Restoran ini hanya bisa di reservasi terlebih dahulu baru bisa masuk.


"Ada yang bisa saya bantu nona" ucap resepsionis restoran


"Atas nama Veronika Smith" resepsionis kemudian mengarahkan Anna ke tempat duduk yang sudah di pesan oleh Veronika, terlihat disana Veronika dan yang lainnya sudah duduk menunggu untuk makanannya datang.


Anna kemudia duduk bersamaan dengan hidangan pembuka datang.


Baru saja Anna akan memasukkan makanan ke mulut tetiba dia dikejutkan dengan tamu yang ada di meja sebelahnya.


"Atas nama Damian byantara Adams, sebelah sini nona" resepsionis itu kemudian menarik kursinya untuk mempersilahkan seorang wanita duduk


Anna berusaha berfikir, apakah nama Damian byantara Adams sangat pasaran. Dia melirik sekilas kepada wanita tadi, dia tiba-tiba teringat itu adalah wanita teman satu kelompok Bian. "Apa Bian juga makan malam disini" pikirnya


Tak lama Bian dan gerombolannya datang, itu Bian benar-benar Bian. Jadi Bian mengizinkan Anna untuk pergi malam ini karena dia juga akan makan malam di luar. Pasalnya Anna tidak pernah bilang , Anna akan makan malam dimana.


Bian menatap Anna sekilas, lalu kembali fokus kepada teman-temannya, Bian tidak terkejut sama sekali. Apa Bian sudah tau dia akan makan malam dimana , jadi dia sama sekali tidak terkejut, berbeda dengan Anna. Bian nampak biasa-biasa saja.

__ADS_1


Pantas saja Bian mengizinkan Anna untuk pergi. Ternyata Bian selamanya akan tetap menjadi seorang Bian yang posesif,, dia selalu memantau gerak gerik Anna. Entah dari mana Bian tau restoran yang akan di kunjungi Anna dan teman-temannya. Anna tidak ingin ambil pusing, dia segera menyantap makanannya dengan lahap.


__ADS_2