
Anna mundur kebelakang, menatap tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya. Ketika Anna ingin berbalik Anna tidak sengaja menyenggol botol minum yang ada di lantai dengan kakinya, yang akhirnya menimbulkan suara.
Bian merasa terganggu dengan suara botol yang ada di kamar. Bian lalu terbangun dari tidurnya dan mendapati Anna yang berdiri di kamarnya. Bian tidak bisa melihat raut wajah yang ditampil oleh Anna, karena kamar Bian yang teramat gelap.
Ohh , shittt!!!!
Anna kecewa dengan Bian, kenapa Bian tega melakukan semua ini kepadanya. Anna pergi keluar kamar Bian dan bian pergi berpakaian untuk mengejar Anna.
Anna masuk dalam apartemenya dan pergi mengunci pintu kamarnya, Anna tidak ingin bertemu Bian terlebih dahulu. Ini terlalu sakit , Bian untuk yang kedua kalinya tega mengkhianati cintanya.
Ketika hubungannya Anna dan Bian mulai membaik, ketika Anna sudah bisa menerima Bian dalam hidupnya. Di saat itu pula Bian melukainya kembali.
Bian membuka pintu apartemen Anna dan mulai meneriaki namanya dengan menggema ke seluruh ruangan.
"Annaaaa" Bian melihat tidak ada tanda-tanda Anna di ruangan ini, kemudian Bian pergi ke lantai atas untuk memeriksa kamar Anna.
Bian mencoba untuk membuka pintu kamar Anna namun tak kunjung di buka.
Braakkk
"Buka pintunya Annaa" Bian berteriak kencang sambil menggedor pintu kamar Anna dengan kencang. Anna di dalam menangis sejadi-jadinya, dia tidak bisa menerima ini semua. Anna kecewa kepada Bian
"Aku bilang buka pintunya atau aku dobrak Anna" Bian berteriak frustasi karena Anna tidak menjawab panggilan dari Bian.
Bian sungguh kesetanan sekarang, Bian terus saja memaki-maki Anna dan juga dirinya.
Siiall!!
"Anna aku mohon tolong buka pintunya, biar aku jelaskan" ucap Bian pasrah. Akhirnya Bian menangis. pertahanan Bian runtuh, Bian luruh ke lantai memohon kepada Anna.
__ADS_1
Bian memukul kepalanya sambil memaki. "Bodoh!bodoh!bodoh!!!!
Isak tangis Bian bisa terdengar oleh Anna, Anna mendengar Bian dibalik pintu kamarnya menangis.
Begitu pun dengan Anna, Anna menangis atas kekecewaannya terhadap tunangannya itu.
Anna tidak bisa memaafkan Bian."aku mohon sayang, aku khilaf"
"Buka pintunya sayang"
braakkkkk terdengar suara vas bunga di lempar oleh Bian ke arah pintu kamar anna.
"Aaaaaaaaa" Bian meninju dinding tembok luar kamar Anna. Bian membanting semua barang yang ada di sekitarnya. Hal itu semakin membuat Anna takut. Bian mulai kumat, amarah Bian adalah salah-satu ketakutan seorang Anna.
Anna tau jika bian sudah marah, maka akan susah untuk membujuknya.
Tetapi untuk sekrang, Anna tidak ingin luluh, Anna ingin mengakhirinya. Anna sudah tidak sanggup lagi bersama dengan Bian.
Sedangkan di bawah sana terlihat Dio, Alex dan sesil yang sudah berpakaian lengkap melihat semua adegan itu. Mereka melihat bagaiman beringasnya Bian menghancurkan ruangan ini. Pasalnya mereka tidak tahu menahu kenapa Bian bisa sampai semarah itu.
Bian terlihat sangat menakutkan, Dio dan Alex mencoba untuk menghentikan kegilaan Bian tetapi Bogeman mentah yang di dapat mereka berdua. Bian meninju dan menendang Dion dibagian perutnya, walaupun dua banding satu, tetapi kekuatan Bian masih sanggup untuk melawan mereka berdua.
Sedangkan sesil hanya diam saja. Sebanarnya sesil tau hubungan Bian dan Anna, sesil tidak sengaja
Pernah melihat foto Anna di handphonenya , saat itu mereka sedang kerja kelompok.
Flashback on
Dio, Alex, Bryan , sesil dan Bian sedang berkumpul di apartemen Bian. Mereka berencana untuk membuat tugas di apartemen Bian. Kebetulan Anna pada saat itu juga sedang pergi bersama teman kelompoknya untuk mengerjakan tugas.
__ADS_1
Sesil sudah mengincar Bian saat pertama kali perkenalan kampus, seorang Damian siapa yang bisa menolak pesonanya. Segala cara sesil lakukan untuk memikat perhatian Bian. Hingga sesil satu kelompok dengan bian, kesempatan itu semakin terbuka lebar untuk hubungan sesil dan Bian kedepannya.
Mereka mengerjakan tugas dari pagi hingga sore, tetapi Dio, Alex dan Bryan pergi pulang terlebih dahulu karena ada urusan mendadak. Hanya tinggal sesil dan Bian di apartemen Bian.
Sesil adalah wanita yang cantik, sexy, berwawasan, dan juga pintar. Bian mengakui itu , pesona sesil tidak bisa Bian tolak.
...
...
Sesil sungguh terpana dengan wajah Bian, sesil memberanikan diri untuk mendekat kepada Bian. Sesil mulai duduk di sampingnya dan mulai menyentuh wajah Bian . Tidak ada penolakan yang Bian berikan, membuat sesil semakin berani. Sesil merasa ini merupakan lampu hijau untuknya.
Sesil mulai menggoda Bian, dengan merapatkan dadanya pada lengan Bian, menggesekkannya dan Kemudian sesil mulai menciumnya di area bibir Bian, dan begitulah selanjutnya penghianatan Bian kepada Anna di mulai.
Sesil dan Bian sama-sama kehabisan stok nafas, dan memutuskan pangutannya. Saat sesil akan membuka baju Bian tiba-tiba saja handphone Bian berdering menandakan pesan masuk.
Bian lalu mengambil handphonenya yang terdapat wajah Anna terpampang jelas sedang tersenyum di wallpaper handphonemya. Ada rasa kesal dan iri dalam hati sesil.
To : Anna
Aku izin pulang telat ya bian, hari ini tugasku belum siap. Lusa tugasnya harus sudah siap. Jadi mungkin 1 atau 2 jam lagi aku akan pulang
Bian membaca pesan dari tunangannya itu kemudian hanya membalas "oke"
Sesil ingin menanyakan perihal siapa wanita yang ada di wallpaper handphonenya dan apa hubungannya dengan Bian. Namun dari keterdiaman Bian yang mungkin tidak ingin memberitahunya membuat sesil mengurungkan niatnya.
Dan setelah kejadian itu sesil dan Bian malah semakin dekat, Bian dan sesil juga sering melakukan hubungan intim. Bian dan sesil melakukannya dengan sadar, sesil tau bahwa wanita yang ada di handphone Bian adalah tunangannya, tetapi sesil tetap ingin menggoda Bian. Baginya Bian tidak pernah menolaknya itu sudah pertanda baik bagi sesil, Bian bisa saja jatuh cinta kepada sesil dan meninggakan tunangannya, setidaknya itulah yang sesil bayangkan.
Sesil dan Bian sering pergi ke bar bersama, terkadang juga ada Dio, Alex dan juga Bryan yang ikut.
__ADS_1
"Ahhhh, damiansss..." Sesil mengerang kenikmatan. Bian selalu membuatnya puas. Sesil sangat menginginkan Bian, sesil berjanji akan merebut hati bian dari anna. Dan mereka terus melakukan hal itu , lagi dan lagi di kamar bar yang sudah di siapkan di bar untuk pelanggannya yang ingin melakukan one night stand.