Angelinna Grawinda

Angelinna Grawinda
bagian 20


__ADS_3

Sepulang Anna dari bazar tadi , Anna langsung masuk kedalam apartemennya. Anna mulai membersihkan diri dan mulai memasak makan malam untuk dirinya.


Anna masih memikirkan Dion, Anna sangat senang bertemu kembali dengan Dion, tapi Anna takut Bian tahu. Anna takut Bian akan berulah kembali seperti dulu waktu SMA.


Ngomong-ngomong tentang Bian, akhir-akhir ini Bian sangat disibukkan dengan urusan kantor keluarganya yang ada di negara x. Terkadang Bian pulang sampai larut malam.


Apalagi setelah selesai ujian Bian pasti akan semakin sibuk. Rencananya keluarga Bian akan datang ke negara x untuk menjenguk Bian , sekaligus memantau perusahaannya yang ada disini. Sedangkan Anna, "huuffftt" lagi-lagi Anna membuang nafas lelah. Tidak ada keluarganya yang ingat pada dirinya. Semenjak Anna berkuliah di universitas x ayahnya tidak pernah menghubunginya.


Anna segera merebahkan dirinya di kasur, rasanya hari ini sangat melelahkan. Rencananya Anna akan bekerja selama libur semester ini, tentu hal itu belum di bicarakan dengan Bian. Bian terlalu sibuk, pesan-pesan singkat yang Anna kirimkan untuknya hanya dibaca dan sesekali di balas, itu pun hanya seperlunya saja.


Bian semakin hari semakin tidak ada waktu untuk meluangkan waktunya sekedar untuk berbincang dengan Anna. Bian terkadang pulang tengah malam ke apartemen bahkan kadang Bian tidak pulang sama-sekali.


Keluarga Bian bahkan sudah kembali lagi ke negara asalnya, semenjak kedatangan keluarga Bian Anna menyambut dan melayaninya dengan sepenuh hatinya. Walaupun sikap yang di berikan oleh kedua orangtua Bian sangat tidak bisa dikatakan baik.


Anna sadar jika kedua orangtua Bian tidak setuju dengan keputusan Bian yang ingin bertunangan dengan Anna. Keluarga Bian memiliki standar menantu yang sangat tinggi dan tentu itu bukan seorang Anna. Tapi apa daya kedua orangtua Bian tidak bisa menolak keinginan anak kesayangannya itu.

__ADS_1


Anna secara diam-diam sudah mengirimkan beberapa CV untuk melamar pekerjaan di cafe-cafe, Anna ingin bekerja untuk belajar mencari uang sendiri. Anna merasa tidak enak hati jika terus-terusan harus memakai uang Bian untuk keperluannya. Justru Anna akan meminta izin kepada Bian terlebih dahulu, namun karena Bian belum bisa di ajak bicara, maka dari itu Anna berinisiatif untuk melamar pekerjaan terlebih dahulu. Setelah diterima Anna baru akan meminta izin Bian.


Namun sudah dua bulan ini Anna mengirimkan CV belum ada juga panggilan untuk melakukan wawancara. Bian pun semakin hari semakin sibuk. Anna hanya membantu menyiapkan pakaian untuk Bian pergi ke kantor, itu pun jika bian pulang. Jika tidak maka Anna akan berdiam diri di apartemennya. Keempat sahabatnya memiliki aktifitasnya sendiri, Adaline sibuk bekerja, Lucy dan Yeri pulang ke rumah kampung halaman masing-masing sedangkan Veronika pergi berlibur ke luar negeri. Dan disinilah jadinya Anna berdiam diri seorang sendiri selama dua bulan lamanya. Dan Libur semester tinggal satu bulan lagi.


Tiba-tiba Anna dikagetkan dengan dering suara telpon handphonenya. Anna melihat di layarnya terdapat nomor tidak dikenal yang menelepon dirinya, Anna lalu mengangkatnya dengan menekan tombol berwarna hijau


"Hallo" ucap Anna dengan suara khas bangun tidurnya


"Hallo selamat pagi, dengan Mrs. Angelinna grawinda. Saya Winda berasal dari cafe x , apakah anda yang telah mengirimkan CV ke cafe kami untuk bekerja di bagian pelayanan" Anna langsung tersadar dari kantuknya


"Baiklah, kalau begitu saya ucapkan selamat anda di terima bekerja di cafe x kami, apakah anda bersedia datang ke cafe x untuk menandatangani kontrak?"


"Iya saya bersedia, saya akan datang besok pagi" ucap Anna dengan lantang


Telepon kemudian di tutup oleh pihak cafe x. Anna sangat senang, Anna ingin mengabarkan kabar bahagia ini kepada Bian. Anna mendengar suara pintu apartemen Bian terbuka saat tengah malam, itu tandanya tadi malam Bian ada pulang ke apartemen.

__ADS_1


Anna kemudian segera membersihkan kamarnya dan segera pergi mandi , rencananya Anna akan pergi memasak untuk Bian, karena kebetulan ini hari Minggu. Tidak mungkin jika bian masih bekerja di hari Minggu bukan.


Anna menekan password pintu apartemen Bian, gelap. Itulah keadaan apartemen Bian sekrang.


Anna masuk kedalam apartemen Bian, semenjak kapan apartemen Bian menjadi dingin seperti ini.


Anna melirik ke arah sofa terdapat kawan-kawan Bian sedang terlelap disana Anna menatap sekilas itu seperti teman kampusnya Dio dan Alex.


Kemudian Anna bergerak menuju kamar Bian, Anna membuka pintu kamar Bian yang sangat terasa dingin lebih dingin dari ruang tamu Bian. Terlihat sangat berantakan , bantal yang berhamburan, buku-buku yang beresakan, ada botol minuman juga di lantai kamar Bian. Kemungkinan Bian habis minum-minum tadi malam


baju-baju Bian yang tercampak dan terdapat dalaman . Bukan hanya dalam Bian , tetapi ada dalaman seorang wanita di kamar Bian.


Hati Anna menjadi resah,


Anna mengambil dalaman yang berwarna merah itu lalu mendek ke arah ranjang Bian. Betapa terkejutnya Anna mendapati Bian sedang tertidur sambil berpelukan dengan seorang wanita apalagi dengan keadaan sama-sama telanjang.

__ADS_1


Anna menjatuhkan pakaian dalam yang ia yakini punya wanita itu, dia menutup mulutnya seakan tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya sekarang.


__ADS_2