
Angin malam berhembus menembus kulitnya, asap mengepul dimana-mana, dengan botol-botol miras di tangannya. Tetapi itu tidak membuatnya terusik sama sekali.
Bian menenggak terus menerus minuman yang ada di tangannya, sambil sesekali mengembuskan kepulan asap yang di hisap dari batang rokoknya.
Nampaknya , Bian sedang memikirkan sesuatu dengan sangat keras. Pandangannya menerawang keras kedepan. Dia masih teringat dengan tatapan sayu Anna, melihat betapa sedihnya Anna saat kepulangannya dari rumah sakit.
Jelas itu membuat Bian marah, Anna bahkan menangisi pria lain di hadapannya.
Namun, bukan itu masalahnya.
Flashback on
Saat melihat Anna dan Bayu berdansa di pesta perpisahan SMA kemarin, itu membuat Bian sangat marah. Ingin sekali Bian menghajar Bayu saat itu juga. Namun itu tidak mungkin mengingat disini terdapat orang-orang banyak.
Jadi, Bian menyuruh seseorang untuk menghabisi Bayu,, tadinya Bian hanya ingin memberikan pelajaran saja terhadap Bayu karena berani-beraninya menyentuh wanitanya.
__ADS_1
Tetapi saat kedatangan Bayu ke apartemen Bian dan memaksa untuk membawa Anna pergi, sungguh membuat Bian murka. Sepulangnya Bayu dari apartemen Bian, diam-diam Bian pergi ke balkon apartemennya dan menelepon anak buahnya untuk menghabisi Bayu, jika perlu sampai mati sekalipun.
"Gue mau Lo sekrang juga, habisi nyawa Bayu. Mau Lo tabrak, mau Lo tusuk terserah. Yang penting dia lenyap" ucap Bian dengan nada dingin
Tidak ada rasa kasian sama sekali dalam diri Bian, siapapun yang mengganggu wanita maka konsekuensinya akan mati.
Flashback off
Bian kesal kenapa Bayu tidak mati, kenapa masih ada harapan dia untuk hidup. Walaupun harapan hidup Bayu sangat kecil , tapi itu tetap mengganggu Bian.
Bian takut Anna tau di balik kecelakaan Bayu adalah dirinya. Bian takut Anna akan kembali menjauhinya. Bian tidak bisa, Bian tidak bisa hidup tanpa wanitanya.
Hari keberangkatan Anna menuju negara x tinggal menghitung hari, Anna akan segera berkuliah di universitas x dengan Bian. Aldi dan intan memutuskan untuk berkuliah di universita z, Aldi akan mengambil jurusan bisnis disana, sedangkan intan akan mengambil jurusan hukum. Aldi dan intan memang menyukai bidang itu, sejak SMP Aldi, intan dan Anna selalu berusaha belajar agar cita-citanya terwujud. Tapi apalah daya, hanya Anna yang tidak bisa mewujudkan mimpinya.
Anna menarik napas panjang
__ADS_1
"Huffft" Anna teringat dengan Dion
Bagaimana dengan kabarnya
Apa dia baik-baik saja? Dimana dia sekrang? Kuliah dimana?
Semenjak perseturuan Dion dan Bian, Anna tidak pernah berjumpa lagi dengan Dion, Anna tidak ingin terjadi apa-apa kepada Dion.
Anna hanya memiliki Dion dan Tante Mella sebagai keluarganya. Tidak ada keluarga lagi yang menginginkan Anna, bahkan ayahnya, Anna saja tidak tau apakah dia benar-benar anak kandung ayahnya atau bukan.
Ohya, Sarah memilih untuk belajar modelling, Sarah memang cantik, rupanya, badannya sangat profesional sangat cocok untuk menjadi model.
Semuanya pergi untuk mewujudkan mimpinya masing-masing, tetapi lagi-lagi tidak bagi Anna.
Anna berkuliah di universitas x atas keinginan Bian bukan dirinya. Rasanya Anna ingin menangis, tetapi dia tidak boleh lemah . Semuanya pasti akan indah pada waktunya.
__ADS_1
Itulah kata-kata motivasi yang selalu menyemangati Anna agar tetap bisa menjalani hidup.
Anna percaya suatu hari nanti pasti hidupnya akan seperti orang-orang, bisa menjalani kehidupannya sesuai keinginannya.