Angelinna Grawinda

Angelinna Grawinda
bagian 12


__ADS_3

Kini sudah waktunya bagi Anna dan Bian untuk pergi ke negara x. Bian dan Anna di antar oleh keluarganya masing-masing.


Bian tidak bisa menaiki pesawat dengan orang lain, maka dari itu dia membeli semua tiket penerbang bisnis untuk dirinya dan juga Anna . Hanya mereka berdua.


Anna tidak sempat berpisahan dengan sahabatnya intan, karena kepergiannya yang tiba-tiba mendadak, keberangkata ke negara x di percepat 2 hari. Anna seharusnya ada rencana untuk bertemu dengan intan tetapi karena acara yang mendadak ini akhirnya mereka tidak jadi untuk bertemu.


Setelah drama perpisahan antar kedua keluarga, Bian dan Anna segera masuk kedalam bandara untuk memasukkan barang dalam bagasi pesawat kemudian pergi menuju boarding pass .


Pesawat akan take off dalam 5 menit lagi, dari negara asal menuju negara x membutuhkan waktu sekitar 15 jam lamanya.


Sepanjang perjalanan pesawat Bian terus menggenggam tangan Anna dengan erat rasanya Bian tidak ingin melepaskannya.


Dan disinilah mereka , beridiri di depan apartemen yang akan di tempati mereka selama berkuliah di universitas x


...


...


Anna sebanarnya tidak ingin tinggal di apartemen, Anna lebih memilih tinggal di kontrakan-kontrakan kecil.


Tetapi Bian memaksanya , dia tidak ingin tinggal berjauhan dengan Anna. Alhasil Anna juga ikut tinggal di apartemen yang sama Bian tenpati.


Perlu di ingat , apartemen yang di tinggali Anna dan bian adalah milik keluarga Bian, keluarga Bian seorang pengusaha properti yang go internasional tentu banyak properti-properti yang terdapat di luar negeri, khususnya di negara x. Itulah mengapa orangtua Bian memaksa Bian untuk berkuliah di universitas x, selain universitasny yang unggul juga terdapat anak perusahaan keluarga Bian yang masih berkembang di negara x, nantinya keluarga Bian berharap Bian bisa sambil belajar untuk merintis perusahaannya tersebut.


Tadinya Bian memaksa Anna untuk tinggal satu apartemen dengannya , tetapi lagi-lagi Anna menolak dengan alasan takut mengganggu belajar mereka berdua.


Akhirnya mereka tinggal di apartemen sebagai tetangga, apartemen Anna berada tepat di depan apartemen Bian.


Anna memasuki apartemen miliknya untuk pertama kali, bernuansa putih, terdapat ruang tamu dan juga dapur. Lukisan dindingan yang indah . Dan kamar tidur yang berada di lantai dua.


...


...


(Kira-kira gambarannya gini ajalah ya)


Sedangkan apartemen Bian lebih bernuansa hitam, dengan interior cocok untuk dirinya yang seorang intorvert. Terdapat perpustakaan mini milik Bian  , dimana isinya mengenai buku-buku bisnis. Terdapat wolk in closet milik Bian . Dan terdapat balkon dengan pemandangan kota x yang sangat indah jika pada malam hari. Terdapat kolam berenang privat di dalam apartemen Bian. (Disini gambarnya gada ya gais, jadi bayangin aja ada kolam berenang).


...

__ADS_1


...


Sungguh benar-benar bangunan orang kaya, memang tidak salah lagi jika bian memang anak keturunan orang tajir melintir .


Anna sudah siap membereskan baju-bajunya dan barang-barangnya , hari sudah semakin sore dan Anna harus segara mencari bahan makanan untuk bisa di makan, pasalnya hari sudah akan segera gelap. Dan Anna harus mencari makanan untuk makan malam.


Akhirnya Anna berinisiatif untuk keluar untuk mencari makanan, baru saja Anna akan keluar tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Bian yang sudah duduk santai di sofa ruang tamu apartemen baru Anna.


Bagaimana bisa Bian berada di apartemennya sedangkan dia ingat tadi ada mengunci pintu apartemennya.


Anna lalu turun ke bawah untuk bertanya kepada Bian, belum sempat Anna bertanya Bian sudah menyuruhnya duduk di samping Bian.


Anna langsung menurut dan langsung duduk di samping sofa yang di duduki oleh Bian, terdapat banyak macam makanan yang sudah tersedia dia meja ruang tamu apartemen baru Anna. Apakah semua ini Bian yang siapkan untuk dirinya.


"Aku menyuruh pelayan disini untuk menyiapkan makanan kita"


Belum sempat Anna bertanya Bian sudah menjawab , seolah-olah tau apa yang ada di pikiran Anna.


Anna menatap makanan penuh minat di atas meja,, terdapat beberapa jenis makanan yang tersaji. Karena keduanya sudah sangat kelaparan akhirnya mereka pun memutuskan untuk segera memakannya, dengan Anna yang berada duduk dilantai di apit oleh kedua kaki Bian dan Bian duduk di kursi sambil mengelus-elus rambut Anna.


Mereka saling menyuapi dan sesekali saling bercanda.


Terlihat mereka sangat bahagia, seperti tidak ada masalah dan beban sebelumnya.


"Bian, sesuai perjanjian. Kamu harus merahasiakan hubungan kita" ucap Anna kepada Bian dengan serius


Pasalnya Anna menuruti semua keinginan Bian untuk kuliah di universitas x dengan syarat, bukan hanya itu saja Anna dan Bian sudah bertunangan.


Ini semua terjadi gara-gara Bian yang mendesak Anna untuk menjadi miliknya.


Flashback on


Setelah Bian pulang dari rumah Anna waktu itu, Bian berusaha berfikir keras . Bagaimana caranya agar Anna tidak bisa pergi darinya. Semenjak kejadian Bayu kecelakaan dan Anna yang terus merasa bersalah. Membuat Bian semakin kalut


Akhirnya setelah acara minum-minum di balkon waktu itu, Bian mendapatkan ide . Dia harus mengikat Anna untuknya , agar Anna tidak bisa memutuskan hubungannya.


Akhirnya Bian mendesak kedua orangtuanya untuk segera membuat acara pertunangannya dengan Anna, justru hal itu tidak akan membuat seorang Anna luluh.


Bian menyuruh kedua orangtuanya untuk menghasut ayah Anna, agar putrinya mau menerima Bian sebagai tunangan putrinya.

__ADS_1


Dengan beberapa kegagalan-kegagalan bisnis kecil-kecilan milik firman , ayah Anna.


Dan hal itu membuat firman menjadi Kalang kabut, karena tidak ada investor yang ingin menanamkan modalnya di usahanya, para penanam saham di perusahaan firman menjual semua asetnya pada keluarga Bian.


Dan disitu lah negoisasi antara kedua belah pihak dimulai.


Firman terus mendesak putrinya untuk bertunangan dengan putra bos pimpinannya, jika tidak maka keluarga Bian tidak akan membantu perusahaan firman, kehilangan satu perusahaan tidak akan membuat keluarga Bian jatuh miskin.


"Kamu harus bertunangan dengan Bian Anna" ucap firman tegas


"Aku gak mau ayah, aku gak mau terikat dengan Bian"


"Sampai kapan pun aku gak akan mau" ucap Anna


"Anna ayah tolong, ini demi perusahaan keluarga kita. Toh nantinya juga kamu yang bakal mewarisi perusahaan ayah ini Anna"


"Ayah mohon Anna" mohon firman kepada putrinya


"Ayah, aku  gak bahagia dengan Bian ayah"


"Sekali aja ,tolong ayah pikirkan perasaanku, kebahagiaan ku ayah" ucap Anna tersedu menangis


Anna tidak tega dengan ayahnya yang memohon, tetapi Anna juga tidak siap jika harus terikat dengan Bian.


Firman menangkup tangan anna dan bersimpuh


" Ayah yakin, kamu akan bahagia. Bian sangat mencintai kamu,, dia pasti akan berusaha untuk membahagiakan kamu sayang"


"Bian anak yang pintar , dia kaya, dia mencintai kamu. Apalagi yang kurang Anna"


"Ayah mohon , terakhir kali ini saja, ayah benar-benar memohon"


"Jika nanti kamu memang merasa tidak cocok dengan Bian, kamu bisa membatalkan pertunangan ini Anna" firman mencoba untuk meyakinkan Anna putrinya


Setelah adegan memohon antara ayah dan putrinya itu, akhirnya Anna setuju untuk bertunangan dengan Bian. Walaupun ayahnya bukan ayah yang baik, tetapi dia adalah ayah yang sudah menyayanginya selama 5 tahun.


Anna merasa berhutang Budi.


Flashback off

__ADS_1


"Ya , aku akan merahasiakan hubungan kita, tetapi ini jangan dijadikan alasan untuk kamu melanggar peraturanku"


"Kamu tetap harus mengikuti peraturanku, jangan berdekatan apalagi berinteraksi dengan lawan jenis. Jika tidak maka kamu tidak bayangkan resikonya" ucap Bian penuh penekanan dan keseriusan


__ADS_2