Angelinna Grawinda

Angelinna Grawinda
bagian 4


__ADS_3

Anna hanya diam mematung, anna ingin memeluknya, anna ingin menciumnya, anna rindu tapi lagi lagi rasa benci itu bersarang di hatinya, lagi lagi anna kecewa, anna marah. Tapi anna tidak bisa berbuat apa apa


Bian bukan lagi hak nya, dia bukan lagi kekasihnya.


4 meter di depan sana terlihat seorang bian tengah duduk santai sambil berbincang dengan teman temannya, bukan hanya itu bahkan ada seorang wanita yang duduk di paha bian, bian tidak mengusirnya dia dengan senang hati mengelus pundak wanita itu yang tengah menyuapinya. Sakit sungguh sakit, selama ini cinta Anna hanya bertepuk sebelah tangan.


Tiba tiba mata mereka bertemu anna dan bian, anna tidak bisa membaca raut wajah bian, bian hanya menatapnya dengan datar kemudian menghilangkan kontak matanya dengan anna.


"dasar cowok brengsek gak tau malu" ucap intan


Brakkk


"Dasar wanita murahan Lo, gak malu!!. Urat malu Lo udah putus , hah?


Intan menjambak rambut Sarah dan menyeretnya berdiri dari pangkuan Bian.


"Emang insting gue gak pernah salah, semenjak gue sahabatan sama Lo , gue merasa memang ada yg gak beres sama lo, sahabat? Iss jijik gue punya sahabat modelan kayak Lo" intan emosi , dia ingin sekali menyeret wanita ini kejalanan terus dia tarik pake mobil biar tau rasa.


"Sakittttt" Sarah menangis, dia pasrah dengan apa yang dilakukan oleh intan


"Dasar so lemah Lo, pelakor" intan mengangkat tangannya ingin menampar Sarah tetapi Bian menghalanginya

__ADS_1


"Jangan ganggu pacar gue" Bian berucap sambil mendorong tangan intan yang akan menampar wajah Sarah. Bian lalu membantu Sarah untuk bangun dan mengusap rambutnya yang berantakan akibat cakaran dari intan.


"Hahahhaah, lucu . Kalian berdua sama-sama manusia sampah" murka intan. Intan tidak bisa habis pikir bisa-bisanya Bian berpacaran dengan Sarah, baru 2 hari yang lalu dia putus dengan Anna dan sekrang Bian mengakui bahwa dia sudah berpacaran dengan Sarah, sangat luar biasa.


"keputusan lo buat putus dari bian udah tepat, emang bian gak pantes dapatin lo. Manusia sampah kayak dia memang cocok sama tu ******" ucap intan sambil menunjuk ke arah muka Bian


"Jaga ucapan Lo, Lo gak pantes ngomong gitu ke gue apalagi Sarah" ucap Bian membela


Anna sunggu sakit, sungguh luka di hatinya belum sembuh tapi Bian sudah menaburkan garam ke luka yang belum kering. Bian membela wanita lain di depan matanya, pacarnya.


"Apa selama ini kamu gak pernah cinta ke aku?"


"Selama tiga tahun kita pacaran, sekalipun kamu gak pernah cinta sama aku bi?" Anna sunggu ingin tahu, tetapi hanya keterdiaman yg Anna dapatkan. Bian diam tidak ingin menjawab, dia diam seolah-olah jawaban yang diberikan Bian ada iya, terlihat dari tangan Bian yang merangkul Sarah.


"lo mau balik ke kelas" ucap intan lagi melihat raut wajah anna yang sudah bersedih itu


"gak, gue harus tetap jalani hidup gue, lo bener bian gak pantes dapatin cinta gue" senyum anna mengembang


Itu membuat intan senang sekaligus kagum melihat anna tidak bersedih lagi


Intan dan Anna kemudian melanjutkan jalannya untuk memesan makanan, melewati meja mantan kekasihnya itu bersama wanitanya dan kedua sahabatnya dito dan elang juga ada aldi yang merasa bersalah terhadap  Anna.

__ADS_1


"Sumpah, gue benci banget liat muka so polosnya" "Lo ada liat gak sih na, muka si Sarah , jijik banget gue"


"Ogah deh gue punya sabahat macam dia" intan bercoleh terus menerus mengeluarkan kekesalannya terhadap pasangan yang pasalnya hubungannya baru diresmikan.


"Tapi gue heran deh na, Aldi kan pacarnya Sarah, terus sekarang Sarah pacaran sama Bian..."


"Elo ada merasa aneh gak sh, maksud gue Aldi keliatan baik-baik aja"


"Na.." intan melihat Anna yang bengong, dari tadi dia ngomong, jadi dia dari tadi ngomong sendiri gitu.


"Jangan bilang Lo masih mikirin tu cowok berengsek ya na" intan melirik Anna dengan curiga


"Enggak Tan, ngapain gue mikirin Bian. Gak penting"


"Bagus , memang dia tuh gak penting" intan bangga dengan sabahatnya dan menepuk pelan bahunya, seolah olah seorang guru yang bangga kepada muridnya karena sang murid telah mendapatkan juara satu.


"Kita ke kelas aja ya Tan, gue lagi gak lapar" ajak Anna


"Sama gue juga gak laper, nafsu makan gue jadi hilang liat pemandangan di depan gue yang sangat menjijikan itu" intan menyindir pasangan baru itu, siapa lagi kalo bukan Bian dan Sarah


Tentunya hal itu di dengar oleh pasangan tersebut, tetapi mereka memilih diam.

__ADS_1


Bian mengecup kepala Sarah dengan penuh kasih sayang, hal itu terlihat jelas oleh Anna, entah sengaja atau tidak tapi sungguh apa yang dilakukan oleh Bian ke Sarah sangat menyakiti hati Anna. Dulu Bian yang sering mengecup kepalanya dan menggandeng tangan Anna, tetapi sekarang rasanya tangannya terasa kosong, tidak ada lagi Bian yang akan menggenggam tangannya.


...   ...


__ADS_2