Angelinna Grawinda

Angelinna Grawinda
bagian 6


__ADS_3

Bisa menangis.


Bian mulai meraba paha Anna dan mengangkat sedikit gaun Anna ke atas, terlihat jelas kulit mulus Anna yang begitu menggugah selera.


"Aku mohon hentikan" anna memohon kepada Bian, tetapi Bian pura-pura tidak mendengar dan tetap melanjutkan aksi bejatnya


*********


Sebanarnya hal ini sudah dinanti-nantikan oleh Bian sejak lama, namun karena penolakan dari Anna yang selalu Bian dapatkan membuat Bian menguburkan keinginannya itu.


Flashback on


Bian dan Anna sedang tiduran di kamar apartemen Bian, awalnya mereka hanya ingin bercengkrama sambil berpelukan, tetapi Bian tidak dapat menahan hasratnya jika sudah dihadapkan dengan Anna,


***********


"Hentikan" Anna menggagalkan niat Bian yang ingin menyentuhnya. Anna sempat terlena dengan apa yang Bian lakukan terhadapnya, akan tetapi dia kembali pada kesadarannya.


Anna tidak ingin keperawanannya hilang, dia tidak ingin melakukan hubungan intim selain bersama suaminya. Itu prinsip Anna.


"Aku mohon bian, aku tidak ingin melakukannya" mohon Anna


Bian hanya menarik napas kasar, hal sangat dia ingin-inginkan tidak pernah dia dapatkan. Dia hanya ingin Anna sepenuhnya, dia ingin Anna menjadi miliknya seutuhnya. Tetapi ini belum waktunya


Suatu saat nanti Bian pasti akan mendapatkannya, dan itu pasti.


Dan berakhir Bian menyelesaikan hasratnya di kamar mandi.


Bian melenggang pergi ke kamar mandi dengan suara pintu yang dibanting menimbulkan bunyi yang sangat nyaring.

__ADS_1


Bian menempel foto Anna di dinding dan mulai melakukan sesuatu untuk dirinya menyelesaikan hasratnya.


Flashback off


"Aku mohon, aku akan melakukan semua yang kamu inginkan"


"aku akan melakukan semuanya Bian, aku janji" Anna memelas, dia sudah tidak tahan lagi. Ada sesuatu yang dirinya inginkan, tetapi Anna tidak tahu apa itu


Bian tersenyum puas, ini yang dia tunggu-tunggu, melihat Anna pasrah memberikan dirinya kepada Bian.


"Tetap sama sayang, kamu harus mengikuti peraturanku"


"Kembali padaku dan jangan membangkang" ucap Bian sambil mengecup kembali leher jenjang Bian


"Baiklah, baiklah semua untukmu" ucap Anna cepat


Bian langsung melepaskan cekalan tangan Anna, dan mulai membereskan baju Anna yang berantakan akibat ulahnya.


Bian kemudian mengecup kedua mata Anna dengan sangat lembut.


Di tempat lain , Bayu mencari Anna kemana-mana tetapi tidak menemukannya pasalnya ini sudah lebih dari satu jam tetapi Anna belum juga kembali. Bayu dan intan tidak tahu lagi harus mencari Anna kemana


Tiba-tiba Aldi dan Sarah datang dan langsung bertanya kepada intan tentang apa yang terjadi


"Anna hilang, tadi Anna bilang mau ke kamar mandi tapi tadi gue udah ngecek ke kamar mandi Anna gada. Gue juga udah cari kesemua ruangan tapi Anna juga gak ketemu" ucap intan panik


Sarah dan Aldi juga sebanarnya sedang mencari keberadaan Bian, pasalnya Bian juga telah menghilang satu jam yang lalu. Aldi curiga ini bukan sebuah kebetulan.


Suara telepon Aldi berbunyi, menandakan ada pesan yang masuk

__ADS_1


From : Bian


Gue sama Anna


Pesan singkat yang Aldi dapatkan dari Bian. Kemudian Bian mencoba menjelaskan kepada intan dan Bayu bahwa Anna aman bersama Bian. Awalnya memang mereka marah dan tidak terima Anna dibawa kabur Bian, intan dan Bayu juga memaksa Aldi untuk memberi tahu dimana Anna berada, tetapi Aldi tidak memberi tahunya, bahkan Aldi pun tidak tau Bian membawa Anna kemana.


Aldi sudah sangat mengenal Bian, dia sudah tau Anna pasti tidak akan bisa lepas dari pandangan Bian. Bian sudah sangat terobsesi dengan Anna, Anna adalah dunianya, Anna segalanya. Hanya saja Bian masih terlalu labil, dia tidak tahu cara untuk membahagiakan seorang wanita.


Sarah terus bertanya kepada Aldi tentang keberadaan mereka berdua, pasalnya sebagai seorang kekasih Sarah tidak terima jika Bian berduaan dengan Anna, apalagi dengan seorangan mantan kekasihnya.


"Lo harus kasih tau gue dimana Bian di" desak Sarah


"Gue juga gak tau, Bian cuma bilang kalo dia lagi sama anna.dia gak bilang dia ada dimana"


"Dari pada ko nanya ke gue, kenapa gak Lo telpon aja Bian dan tanya dia dimana" ucap Aldi


Bukan Sarah tidak mau , tetapi hp Bian dari tadi tidak aktif, Sarah sudah beberapa kali menelpon Bian tapi tidak aktif, mengirimkan pesan yang tidak di balas oleh Bian.


Sarah teringat apartemen Bian, dia pernah kesana bersama Bian dan Aldi dulu. Dia ingat di apartemen Bian banyak foto-foto Anna, kemungkinan Anna dibawa Bian kesana.


Sarah lalu mengajak aldi untuk ikut bersamanya ke apartemen Bian.


Disisi lain Anna yang sedang memasak di apartemen Bian dengan Bian yang terus memeluk pinggang Anna dan sesekali mengendus leher Anna yang sudah menjadi candunya. Bian sangat merindukan aroma tubuh wanitanya. Anna tidak berani untuk sekadar mengusir Bian agar tidak memeluknya, kejadian barusan masih teingat jelas dalam pikiran Anna. Anna hanya bisa membiarkan dan pasrah dengan apa yang dilakukan Bian pada dirinya.


"Aku sangat merindukanmu"


"Aku rindu dengan masakan mu, rasanya pasti enak sama seperti yang sering kamu masak. Iya kan sayang?" Bian bertanya sambil tersenyum manis. Bian sungguh bahagia setalah sekian lama dia tidak berinteraksi dengan Anna membuat Bian gila.


Tiba-tiba bel apartemen Bian berbunyi, dan itu membuat Bian sangat kesal, karena aktifitas memeluk dan mencium Anna harus terganggu.

__ADS_1


"Aku buka pintu dulu ya sayang" Bian mengecup pipi Anna dan kemudian pergi menuju pintu utama


__ADS_2