Angelinna Grawinda

Angelinna Grawinda
bagian 24


__ADS_3

Anna bukan setuju untuk kembali bersama Bian, bersama dan menjadi tunangan Bian. Anna setuju untuk menemui Bian di rumah sakit. Anna tidak ingin terjerat lagi dengan Bian.


Besok paginya Anna berniat untuk mengunjungi Bian di rumah sakit, Anna membawa bubur masakannya, kata kakek Bian Selama Bian di rawat dia tidak mau makan kecuali masakan yang dibuatkan Anna.


Anna melihat keributan di ruangan Bian, terdapat beberapa dokter yang sedang memegang Bian, Bian mengamuk dan mengancam untuk bunuh diri.


"Lepassss!"


"Gue mau matii!"


Empat orang dokter yang memegang Bian, tetapi Bian masih bisa berontak. Anna yang melihatnya merasa iba dengan Bian, apakah Bian sesedih itu, apakah dia benar-benar segila itu kepada Anna.

__ADS_1


Dokter lalu menyuntikan cairan kedalam tubuh Bian, dalam beberapa menit Bian lalu lemas dan kemudian mulai tidak sadarkan diri.


Ibu Anna sangat terpukul melihat keadaan anaknya terlebih lagi kakek Bian, walaupun kakek Bian terlihat sangat menyeramkan tetapi dia sangat menyayangi cucunya yaitu Bian. Bahkan dia rela berlutut di hadapan Anna hanya agar Anna bersedia menjenguk Bian di rumah sakit.


Ibu Anna kemudian keluar kamar inap Bian, sebelum keluar ibu Bian sempat mengecup kening anaknya


.sedangkan kakek Bian terlihat sama, terlihat raut wajah lelahnya. Anna kemudian di tinggalkan berdua diruangan Bian. Anna mendekati bangsal tempat Bian tertidur. Bian terlihat lebih kurus dari sebelumnya, wajahnya mulai tumbuh rambut-rambut kasar di sekitaran wajahnya, Anna melihat lengan Bian terdapat beberapa tusukan jarum yang Anna yakini adalah untuk menyuntikan cairan penenang untuk Bian. Lengan Bian terdapat bekas-bekas luka yang masih belum kering. Sepertinya luka itu belum juga sembuh.


Anna menunggu Bian siuman sambil bebersihkan luka-luka Bian. Sudah lama Anna menunggu Bian bangun , namun bian tidak juga segera bangun, hingga Anna ketiduran. Anna lalu duduk di sofa yang ada di ruangan Bian , kemudia tertidur karena terlalu lelah.


"Apa yang kamu lakukan" Anna berlari menuju bangsal Bian. Bian yang mendengar itu langsung menoleh , suara yang dirindukan Bian. Bian merasa ini mimpi, wanita yang dia cari-cari ada di hadapannya.

__ADS_1


Bian langsung memeluk Anna dengan erat,, Bian bisa Merakan tubuh Anna , aroma Anna. Ini benar-benar Anna.


"Akhirnya kamu kesini, sayang, aku tau kamu pasti gak bakal tega tinggalin aku" ucap Bian. Anna langsung mengambil bubur yang tadi Anna bawa,, walaupun sudah dingin tapi pasti rasanya masih tetap sama. Lagian Bian adalah orang sakit, semua makanan akan terasa pahit.


"Kakek bilang kamu tidak mau makan, jadi aku buatkan bubur. Walaupun sudah dingin, tapi masih bisa di makan" ucap Anna, lalu mengambil sesendok untuk menyuapi Bian.


Bian selalu menyukai masakan anna , baginya walaupun makanan bubur dingin jika itu Anna yang membuatnya maka akan terasa sangat enak.  Anna terus menyuapi Bian sampai suapan terakhir.


Bian sangat senang dengan kehadiran Anna, setelah 2 bulan lebih Bian mencari Anna, akhirnya Anna ketemu. Bian terus memeluk anna dengan erat. Rasanya sangat nyaman dan lega. Anna tidak bisa bernafas Bian terus-terusan memeluknya


Bian tidak ingin istirahat, dia takut ketika menutup matanya, maka anna akan pergi meninggalkannya lagi. Namun Anna terus membujuk Bian , Anna berjanji Anna akan ada disini ketika Bian bangun. Setelah Anna mencoba untuk meyakinkan Bian, akhirnya Bian menurut Bian mulai memejamkan matanya, sambil memeluk Anna, dan Anna yang mengusap rambut Bian. Bian dan Anna tidur dalam satu ranjang di rumah sakit.

__ADS_1


Setiap hari Anna akan mampir ke tempat Bian, hanya untuk sekedar memberinya makan. Terkadang orangtua Bian menelponnya mengatakan Bian tidak ingin makan jika bukan Anna yang menyuapinya, padahal anna sedang bekerja di cafe. Tapi karena desakan dari ibu Bian akhirnya Anna memilih untuk mengalah. Bian seperti sengaja mencari-cari Masalah dan alasan agar Anna tetapi berada disisinya. Bian tau Anna bekerja di cafe, di mencari tahu lewat kakeknya. Bian ingin memprotes, tapi waktunya tidak pas. Sepertinya Anna masih kesal dengan kejadian tempo hari . Terlihat dari raut wajah dan cara bicara Anna yang sangat dingin.


Anna memang melayani dan mengurus Bian dengan baik, tapi rasanya seperti ada yang berbeda . Anna sedikit lebih dingin dari sebelumnya. Bian sedikit merasakan rasa takut tapi mencoba untuk menyingkirkannya, mungkin Anna masih marah pikirnya.


__ADS_2