
Bian menatap datar dua orang manusia yang berdiri di depan apartemenya. Tiba-tiba Sarah berhambur ke pelukan Bian dan memeluknya dengan erat
"Kamu kok gak bilang-bilang aku sih kalo kamu udah pulang" ucap Sarah dengan suara sedikit merajuk
"Dari mana lo tau gue disini?" Ucap Bian yang tujukan untuk Aldi
"Aku feeling aja kamu bakalan kesini , dulu kan kamu pernah cerita kalo apartemen kamu ini tempat kamu buat nyaman dan istirahat" ucap Sarah dengan masih memeluk Bian
"Makanannya sudah siap" tiba-tiba Anna datang dengan baju yang Sarah yakini kalo itu baju kemeja Bian, terlihat kebesaran di badan Anna
...
...
Ketiga manusia itu melihat ke arah Anna, dan Anna sedikit syok dengan apa yang dia lihat, pasalnya Anna bingung kepada Bian . Bian memintanya untuk kembali menjadi kekasihnya tetapi Bian masih tidak bisa melepaskan Sarah.
"Kenapa dia ada disini sayang" tanya Sarah dengan suara manja. Membuat telinga Anna jijik mendengarnya.
Bian lalu melepaskan Sarah dan menyuruh Aldi untuk mengantar Sarah kembali ke rumah. Awalnya Sarah menolak dia tidak mau pulang jika bukan Bian yang mengantarnya, setelah sekian banyak perdebatan akhirnya Sarah luluh dan mau di antar pulang oleh Aldi. Entah apa yang Bian bisikan di telinga Sarah sehingga Sarah menurut. Hal itu tidak luput dari pandangan Anna , Anna jelas-jelas melihat ada kelembutan yang Bian berikan pada Sarah, bahkan kelembutan yang Bian berikan kepada Sarah tidak pernah Anna dapatkan dari Bian
__ADS_1
Selama di meja makan Anna hanya diam fokus pada makanannya, pikirannya masih berkelana. Dia sungguh bingung dengan pemikiran Bian, dia bingung kenapa Bian menginginkan dirinya tetapi tidak bisa melepaskan Sarah, apa Bian bisa mencintai dua orang sekaligus. Tetapi apa yang dilakukan Bian terhadap Sarah dan pada dirinya sangat berbeda, Bian selalu bersikap manis dan lembut jika menyangkut Sarah tetapi terhadap dirinya Bian selalu kasar dan membentak.
"Apa yang kamu pikirkan" tiba-tiba suara berat itu membuyarkan lamunan Anna
"Aku tidak suka kamu memikirkan pria lain di depanku, bahkan untuk memikirkan pria lain pun aku tidak mengizinkan" ucap Bian dengan gigi yang bergeletuk dan tangan yang sudah menggenggam garpu dengan sangat kuat. Anna tau Bian sedang di luput amarah, tetapi Anna bingung atas dasar apa Bian marah, padahal dia hanya diam saja dari tadi.
"Jawab aku Anna, apa kamu tidak punya mulut"
Anna tetap diam, dia bingung harus menjawab apa, hingga akhirnya Bian membanting semua makanan yang sudah tersaji di atas meja. Nasi goreng yang sudah di siapkan oleh Anna dengan susah payah akhirnya berakhir dengan tragis di lantai.
Bian langsung menarik tangan anak dan mencengkeramnya dengan kuat, Anna kesakitan sungguh ini sangat sakit, tapi terlebih sangat sakit dengan hatinya. Kenapa Bian selalu berlaku kasar pada dirinya.
"Jawab aku"
Shhhhhhhh "sakit Bian" Anna sungguh kesakitan , Bian sungguh mengerikan raut mukanya sangat menyeramkan sampai-sampai Anna tidak berani untuk menatap wajahnya
Bian lalu menyeret Anna ke kamar dan membantingnya ke kasur, Bian menindih tubuh Anna
"Sepertinya kamu memang harus diberikan pelajaran" Bian lalu menarik kemeja yang membungkus badan Anna hingga berserakan, kancing satu persatu mulai terlepas dan memperlihatkan bra hitam milik Anna yang terekspos. Bian langsung meremas payudara ada dengan balutan bra dan mulai mencium kembali bibir Anna dengan rakus.
__ADS_1
Anna mendorong dada Bian dan sedikit memukulnya
"Hentikan Bian" ucap Anna dengan napas tersenggal
"Kau masih berani memikirkan pria lain saat bersamaku Anna"
"Aku sungguh tidak memikirkan pria lain Bian" sungguh Anna berkata jujur dia tidak sedang memikirkan pria lain tadi. Dia sedang memikirkan hubungannya dengan Bian. Perlakukan Bian terhadap dirinya dan terhadap Sarah sangat berbeda
Bian mengarahkan tangan kirinya ke arah leher Anna, dan mulai menekannya. Bian mencekik leher Anna dengan sangat erat.
Rasanya Anna ingin menangis sekarang juga, sesak napas yang dirasakan Anna sungguh tidak tertahankan.
Bibir Anna mulai pucat dan wajahnya mulai memutih, Bian segera melepaskan tangannya dari leher Anna, Bian kelepasan dia tidak bisa mengontrol amarahnya untuk tidak menyakiti Anna. Bian akan berlaku kasar jika Anna tidak menuruti keinginannya, Bian akan marah jika Anna bersama pria lain, jangankan bersama pria lain Anna memikirkan pria lain pun sudah membuat iblis dalam diri Bian keluar.
"Aku sudah mendaftarkan mu di universitas x dengan jurusan yang sama denganku" ucap Bian tanpa ingin di bantah.
Anna tahu bahwa dirinya tidak dapat membantah, dia tidak bisa lari. Kini dia hanya bisa pasrah dengan keputusan Bian
Keinginannya untuk menjadi seorang dokter tidak bisa Anna wujudkan.
__ADS_1