Angelinna Grawinda

Angelinna Grawinda
bagian 17


__ADS_3

"coba kalian liat di sebelah sana" tunjuk Lucy "bukannya itu Demian sama gerombolannya"


Veronika dan yang lainnya melirik ke samping


"Wah kebetulan yang sangat langka, Demian keliatan perfect. Sangat sexy" ucap Veronika terpana dengan ketampanan Bian


"Cocok ya mereka"


"Sesil dan Damian, yang satunya ganteng dan satunya cantik" ucap Lucy, Yeri dan Veronika hanya manggut-manggut. Sedangkan Anna terlihat tidak peduli begitu pun Adaline. Adaline hanya menatap sekilas lalu fokus kembali pada makanannya.


Veronika terus-terusan curi-curi pandang ke arah meja Damian, dia merasa jantungnya akan copot. Veronika tidak bisa melihat cowok yang bening-bening. Dan itu tertangkap basah oleh teman Bian yaitu Bryan. Mereka merasa risih karena terus di plototi oleh Veronika.

__ADS_1


Dan begitu terus sampai hidangan penutup habis. Veronika sepertinya lebih kenyang memandang wajah tampan Damian dari pada hidangan makan malam ini. Veronika tidak membutuhkan makan untuk mengisi perutnya, cukup melihat orang ganteng saja Veronika akan sangat-sangat sudah kenyang.


Karena semua hidangan sudah tersaji dan termakan, maka makan malammya pun berakhir. Yeri dan Lucy kembali duluan untuk mengejar bus, sedangkan Adaline kembali untuk bekerja dan Veronika masih terus menatap ke arah meja Damian. Baginya wajah Damian sangat sempurna. Veronika ingin memandanginya terus dan terus hingga puas. Pasalnya Veronika tidak pernah puas sampai tidak sadar damian dan teman-temannya sudah siap menyantap makanannya.


Tadinya Anna berencana untuk pulang menebeng dengan Bian, tapi karena tidak ada gelagat Bian untuk menawarkan , sekedar mengirim pesan untuk Anna saja tidak ada. Akhirnya Anna terpaksa menerima tumpangan Veronika untuk di antar menuju apartemen, Anna akan minta turun di jalan, Anna tidak ingin Veronika tau tempat tinggal Anna sebenarnya, itu bisa membuat heboh satu kampus. Apartemen yang Bian dan Anna tempati merupakan apartemen mewah, hanya orang-orang tertentu yang sanggup untuk tinggal disana.


Anna dan Veronika kemudian beranjak dari tempat duduknya dengan Damian dan rombongan yang ada di depan.


Anna sedang menunggu Veronika untuk mengambil mobilnya , di depan terdapat sesil yang juga sedang menunggu jemputan. Tiba-tiba mobil Ferrari sport warna hitam milik Bian berhenti di depannya. Anna merasa bingung, apa Bian berniat untuk menjemputnya disini, pdhal dia akan pulang bersama Veronika.


Sesil tersenyum dan membuka pintu mobil Bian kemudian masuk, Anna hanya diam terbengong disana. Apa Bian berniat untuk mengantarkan sesil pulang , padahal tunangannya ada disini. Anna sedikit kecewa, tetapi dia mengenyahkan pikiran itu. Kenapa Anna sekrang menjadi sensitif, sesil dan Bian adalah teman, pantas kalo mereka memang dekat pikir Anna.

__ADS_1


Tinnn


Anna lalu tersadar, di depannya sudah ada mobil Veronika. Anna segera membuka pintu mobil dan masuk, lalu Veronika menjalankan mobilnya.


Dalam perjalan menuju apartemen Anna sama sekali tidak ada perbincangan yang penting, Veronika terus menerus menyeloteh tentang betapa tampan dan kayanya Bian.


"Ngomong-ngomong rumah Lo yang mana" ucap Veronika. Anna lalu menunjukkan sebuah gedung tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar


"Lo turunin gue disini aja, dikit lagi masuk gang baru deh gue sampe" ucap Anna berbohong. "Oke"


Veronika lalu menurunkan Anna di pinggir jalan depan gedung yang Anna tunjuk tadi, lalu Veronika berpamitan dengan Anna dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Stelah Anna melihat mobil Veronika sedikit jauh, Anna kemudian memesan taksi untuk pergi ke apartemen miliknya.

__ADS_1


__ADS_2