
Hari ini waktunya Anna dan kelompoknya untuk mengerjakan tugas kelompok. Sepulang ngampus tadi Anna berpamitan pada Bian untuk pergi ke perpustakaan bersama teman-temannya untuk mengerjakan tugas kelompoknya.
Tentunya Anna mengirim pesan singkat yang langsung di jawab oleh Bian. Bian mengizinkannya, karena bagaimana pun Anna tetap harus pergi.
Sedangkan Bian sendiri memilih untuk pergi ke anak perusahaan keluarganya yang ada di negara x.
Anna dan teman-temannya mulai memberikan pendapat dan saran satu sama lain mengenai tema tugas kelompok mereka, sebanarnya hanya Yeri dan Lucy yang banyak memberikan pendapat mengenai tugas kelompok mereka. Anna dan Veronika lebih banyak diam, karena ya sebanarnya mereka tidak terlalu paham dengan tugasnya, Anna dan Veronika merasa bersyukur karena satu kelompok dengan mahasiswa kutu buku, setidaknya diantara mereka ada yang mengerti dengan tugas kelompoknya. Tiba-tiba saja Adaline datang menuju arah meja yang mereka duduki.
Adaline masih ada mata kuliah sore, berakhir dia izin telat untuk datang karna kelasnya yang berbeda 30 menit dengan kelas Anna. Yeri dan Lucy memang tidak ada mata kuliah apapun di hari Kamis , sedangkan Veronika dan Anna memiliki kelas yang sama.
Adaline terlihat mengantuk, dia terlihat sangat bosan dengan tugas mata kuliah hari ini. Sepertinya dia tidak berminat mengenai tugas kelompoknya. Hanya Yeri, Lucy dan Anna yang serius. Sedangkan Veronika kebanyakan bermain handphone nya
Sebanarnya Anna juga tetap tidak mengerti, tapi dia berusaha untuk mengerti kata demi kata yang lucy jelaskan kepadanya.
Setidaknya orangtua Bian tidak akan sia-sia membiayai dirinya untuk berkuliah di universitas x.
Sebenarnya uang kuliah, apartemen dan segala urusan Anna di negara x di biayai oleh keluarga Bian. Itu terjadi karena keluarga Bian sudah menganggap Anna menjadi sebagian dari keluarganya, Anna adalah tunangan putranya , tentu saja peluang Anna untuk menjadi menantu keluarga Adams, Sangat besar.
Bian memiliki Kaka laki-laki bernama
__ADS_1
Damian Elliot Adams, keluarga Adams memiliki 2 orang cucu yaitu Damian Elliot Adams dan Damian byantara Adams.
Elliot sudah menikah selama 5 tahun, tetapi tidak juga memiliki momongan. Elliot memiliki kelainan, Elliot dinyatakan mandul oleh dokter, selamanya Elliot tidak akan memiliki keturunan.
Stelah mengetahui kabar itu, keluarga Adams sempat terpukul atas kabar buruk itu. Keenan Adams kemudian menyuruh dokter untuk memeriksa cucu kesayangannya yaitu Damian byantara Adams untuk di tes kesehatannya. Setelah hasilnya keluar , Kakek Bian bernafas lega. Setidaknya cucu kesayangannya masih bisa memberikannya keturunan untuk keluarga Adams.
Bian menjadi anak kesayangan keluarga Adams, sebelum keluarga Bian mengetahui kondisi Elliot, Bian memang sudah menjadi cucu serta anak kesayangan keluarga Adams. Maka dari itu apapun yang Bian inginkan selalu di patuhi oleh keluarga Adams.
Hari sudah mulai gelap, 30 menit yang lalu Adaline meminta izin untuk pulang duluan, Adaline memiliki pekerjaan . Pada saat malam hari Adaline akan bekerja, awalnya Anna juga begitu dia ingin kuliah kedokteran dan bekerja di malam harinya untuk membayar kuliahnya. Tetapi semuanya tidak sesuai rencana.
Bian sudah memberikan kabar bahwa dia sudah menunggu di luar untuk menjemputnya, Anna pun meminta izin untuk pulang duluan, yang kemudian disusul oleh Veronika dan akhirnya Lucy dan juga Yeri ikutan pulang. Pekerjaan kelompok untuk hari ini sudah lumayan banyak, maka kami semua memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Yeri dan Lucy berencana akan menaiki sebuah bus untuk pulang , Veronika membawa mobil sendiri, tetapi Anna menolak untuk ikut dengan mereka. Anna beralasan bahwa dia akan di jemput oleh temannya.
"Kalo gitu gue duluan ya na, Lo hati-hati. Disini banyak pria kurang belaian" ucap Veronika blakblakan
Lalu pergi beserta Yeri dan Lucy di belakangnya. Yeri dan Lucy akan menebeng mobil Veronika sampai halte bus, karena arah rumah mereka yang berbeda.
Setelah Anna memastikan bahwa teman-temanya itu sudah pergi, Anna lalu berlari menuju mobil Bian. Dan langsung di sambut oleh Bian,
__ADS_1
Bian kemudian keluar mobil dan membukan pintu untuk Anna, Bian memasangka selt belt dan mengecup kening Anna sedikit lebih lama.
"Mmmuhhaacch" Anna lalu tersenyum kepada Bian.
Selama perjalanan menuju apartemen, Anna menceritakan mengenai tugas kelompoknya dan teman-teman barunya kepada Bian.
Anna senang karena ternyata mereka teman yang sangat menyenangkan. Bian yang mendengarnya ikut tersenyum melihatnya.
"Kamu tidak melupakan aku kan sayang, dari tadi kamu hanya menceritakan tentang teman-teman barumu itu" ucap Bian sedikit kesal. Bian selalu sensitif mengenai Anna, dia senang karena akhirnya Anna memiliki teman setelah keluh kesahnya yang setiap hari Bian dengar karena tidak memiliki teman di kampus. Tapi disisi lain Bian juga kesal karena takut Anna akan memprioritaskan teman-temannya dibandingkan dirinya, Bian tidak suka jika Anna bahagia karena orang lain bukan dirinya.
Anna melirik Bian sekilas, terlihat jelas bahwa Bian sedang menahan kesal kepada Anna. Anna lupa kalo Bian orang yang sangat sensitif, akhirnya dia melepaskan selt beltnya dan duduk di pangkuan Bian. Bian sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Anna terhadap dirinya . Bian mencoba untuk tetap fokus menyetir.
Anna menangkup wajah Bian "kamu selamanya akan tetap menjadi prioritas aku Bian, kita sudah bertunangan aku milik kamu begitu pun sebaliknya" Anna mengecup sekilas bibir Bian. Untungnya mobil Bian memiliki fitur untuk menyetir otomatis, Bian kemudian menyetelnya agar mobilnya bisa menyetir secara otomatis .
Bian menatap bola mata Anna dalam, tidak terdapat kebohongan disana. Bian merasa lega akhirnya Bian bisa memiliki hati Anna, wanitanya akhirnya mencintainya.
" Kamu tidak perlu takut Bian, aku hanya perlu hiburan, aku perlu teman, aku perlu menenangkan pikiran sesekali" ucap Anna masih dengan duduk di pangkuan Bian, dan tangannya yang sudah melingkar di leher Bian.
" Aku manusia yang ingin kebebasan, aku perlu melakukan aktivitas agar aku tidak bosan. Tapi tetap kamu akan menjadi tempat aku pulang, kemana pun aku pergi, siapa pun temanku pada akhirnya kamu tempat aku untuk kembali" ucap Anna dengan penuh keyakinan. Bian merasa senang, dia sangat bahagia , Bian ingin menangis. Keduanya saling menatap satu sama lain dengan sangat lama.
__ADS_1
Bian kemudia memarkirkan mobilnya di tepi jalan dan mulai mencium Anna, mereka berdua memadu kasih, saling menautkan satu sama lain. Memberikan tanda di setiap ciumannya. Hanya sekedar berciuman tidak lebih.