Angelinna Grawinda

Angelinna Grawinda
bagian 23


__ADS_3

Anna dan Dion sekarang berada di rumah sakit. Akibat luka yang di timbulkan oleh Bian, Dion dilarikan ke rumah sakit, terdapat luka sobekan di wajah Dion. Anna sangat khawatir dengan keadaan Dion, Anna merasa bersalah karena ini semua terjadi atas dirinya. Jika saja Anna tidak menyuruh Dion untuk menjemputnya mungkin Dion tidak akan terluka seperti ini.


Anna dengan sangat menunggu pengobatan Dion hingga selesai, lalu Anna masuk kedalam ruangan Dion.


"Kamu gak apa-apa, maaf gara-gara aku kamu jadi gini" Anna merasa bersalah kepada Dion


"Lebih baik , aku pergi sendiri. Aku akan cari kontrakan. Aku gak mau melibatkan kamu dalam maslahku Dion" Dion lalu duduk dan menggenggam tangan Anna


"Aku udah bilang jel, aku akan bantu kamu. Aku gak papa!! Percayalah aku pasti bisa bantu kamu jel" ucap Dion dengan sungguh-sungguh. Dion tidak mau Anna merasa bersalah pada dirinya, Dion juga tidak mau Anna diluar sana sendirian tanpa dirinya. Dion takut Bian akan memaksa Anna untuk kembali padanya .


Anna menatap mata Dion dengar sangat serius. Sebanarnya Anna merasa tidak enak hati, namun karena Dion sangat tulus kepada Anna, Anna kemudian luluh.


"Kasian, dia pasti telah mengalami KDRT, mukanya hampir hancur tidak berbentuk" ucap seorang suster. Anna sedang membeli makanan untuk dirinya dan Bian, tiba-tiba Anna mendengar percakapan sekilas seorang suster. Anna tidak tau siapa yang mengalami KDRT, namun Anna berdoa semoga wanita itu bisa tetap sabar dan segera dijauhkan dari laki-laki jahat.


Anna lalu masuk kedalam ruangan Dion, Dion sudah menunggu kedatangan Anna, pasalnya mereka berdua sama-sama belum makan siang dan ini bahkan sudah malam. Jadi bisa dibayangkan betapa laparnya mereka berdua.


"Aku bawain bubur, aku suapin kamu ya" Anna lalu menyuapi Dion hingga habis. Setelah itu baru Anna makan makanan untuk dirinya.


Orangtua Dion sudah dihubungi, ayah Dion dan juga ibunya sangat khawatir, namun mereka juga sangat bahagia karena ada Anna disisinya. Rencananya besok pagi orangtua Bian akan sampai di negara x.  Rasa bersalah Anna semakin menjadi, mendengar betapa khawatirnya mereka mendengar kabar Dion. Tapi lagi-lagi Dion mencoba untuk menenangkannya, Dion mencoba menghibur Anna , bahwa ini semua terjadi bukan karena dirinya.


Ketika Anna sedang berjalan-jalan dengan Dion, Anna sekilas melihat sosok yang dia kenal. Seperti seseorang yang Anna kenal, namun itu tidak mungkin. Dia tidak mungkin berada disini. Lalu Anna melanjutkan acara jalan-jalanya dengan Dion di taman rumah sakit.

__ADS_1


Orangtua Dion sudah sampai sejak subuh tadi, Anna dan orangtua Dion saling berpelukan dan saling bertukar rindu. Pasalnya sudah kurang lebih 3 tahun lamanya mereka tidak pernah berjumpa.


Amel ibu Dion selalu menangis ingin bertemu dengan Anna, namun ayah Anna selalu melarang keras, firman selalu melarang Amel maupun Anna untuk saling bertemu. Itu semua pasti atas suruhan Bian.


Seminggu sudah Dion di rawat di rumah sakit, dan selama itu pula Anna selalu mendampinginya dma hari ini adalah hari kepulangan Dion dari rumah sakit. Anna membantu Dion untuk membereskan barang-barangnya, sedangkan orangtua dion sudah pulang lebih awal karena harus mengurus rumah sakit, awalnya Amel tidak ingin pulang, dia ingin disini bersama Anna atau mengajak Anna untuk ikut bersamanya, namun Anna menolak.


"Kamu gak masuk kerja hari ini jel" ucap Dion. Anna sudah bekerja disebuah cafe. "Aku udh izin" ucap Anna.


Anna sudah siap merapikan barang Dion, Anna lalu menuntun Dion untuk berjalan dan pergi menuju kediaman Dion. Anna sebanarnya ingin mencari kontrakan sendiri, namun hal itu di tolak mentah-mentah oleh Dion, apalagi setelah Tante Amel tau dia langsung marah besar. Tante Amel bahkan sampai mogok pulang jika Anna tidak tinggal di rumahnya yang sudah di sediakan ya untuk Dion tempati.


Rencananya orangtua akan datang berkunjung satu bulan sekali.


Anna sudah keluar dari kampus. Rencananya Anna akan mengumpulkan uang untuk berkuliah, Anna juga akan mengulang untuk tes masuk kuliah tahun depan, rencanany Anna akan mengambil kuliah kedokteran sepertinya rencananya dari awal.


Bian yang mendengar kabar itu sungguh syok, Anna benar-benar menghilang, Bian sudah tidak bisa fokus lagi. Bian sungguh putus asa , dia tidak tau harus mencari Anna kemana lagi. Hingga Bian jatuh sakit.


Orangtua Bian sungguh khawatir atas kondisi Bian, ini sudah satu bulan dan belum ada tanda-tanda Bian akan sembuh, malah semakin parah. Adams mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan wanita itu. Bian terus saja mengamuk dan menolak untuk makan, dia tidak ingin makan sebelum Anna ada di hadapannya.


Dalam beberapa hari ini keluarga Adams sudah berusaha keras, dna akhirnya usaha itu menghasilkan buah manis juga, diketahui Anna bekerja di cafe x, Adams lalu menemui Anna disana, Adams akan mencoba untuk menegosiasi dengan wanita itu.


"Mau pesan apa tuan?" Anna menyerahkan menu kepada pengunjung yang duduk di meja, baru saja Anna akan siap menuliskan pesanan. Tiba-tiba Adams langsung memintanya untuk duduk.

__ADS_1


"Saya ingin menegosiasikan sesuatu denganmu" ucapnya dengan suara yang berwibawa. Anna mengerti maksud kakek Bian ini. Dia pasti akan meminta Anna untuk kembali pada cucunya.


"Maaf tuan, saya tidak sedang menawarkan sesuatu kepada anda, jika anda tidak ingin memesan maka silahkan pergi" ucap Anna. Kini Anna tidak akan takut,, keputusannya sudah bulat. Adams yang mendengar itu syok, wanita ini sudah berani menolaknya, nampaknya negoisasi kali ini akan sedikit membutuhkan waktu yang panjang.


"Kembali kepada cucuku, maka aku akan memberikan semua yang kamu inginkan" ucap Adams. Anna lalu tersenyum picik. Anna sungguh orang bodoh , Anna tidak gila harta, uang dan juga tahta. Tawaran itu tidak akan mempengaruhi Anna.


"Maaf tuan, saya tidak tertarik" ucap Anna sopan. Adams kemudian memberikan foto-foto keluarganya, terdapat firman, ibu tiri dan juga Maria, adik tiri Anna.


"Lihat foto itu, perusahaan ayahmu bangkrut, ibumu menjadi bual-bualan tetangganya, dan adikmu terjerat skandal simpanan seorang pria yang sudah beristri. Anna yang melihatnya merisa iba, tetapi Anna sudah muak. Kelurganya pun tidak pernah ada untuk Anna. Anna terlanjut sakit, biar saja ini menjadi pelajaran bagi mereka, agar mereka tidak terlalu serakah dan tamak. Anna kemudian menyerahkan foto-foto itu kehadapan adams.


"Lebih anda pergi tuan, saya sungguh tidak peduli" ucap Anna , lalu melenggakan kakinya berniat pergi. Namun kakek Bian mencegahnya. Adams sungguh kehabisan akal, Anna seperti orang lain sekrang dia tidak mempan dengan ancaman, meskipun itu adalah keluarganya sendiri.


"Aku mohon, kembalilah pada cucuku. Kamu tau Bian adalah cucu kesayanganku. Maafkan dia. Aku bisa melakukan apapun untuknya. Apa yang kamu inginkan, aku akan kabulkan semuanya , asal kamu kembali pada cucuku" ucap Adams memohon kepada Anna. Pengunjung di cafe ini melihat semua adegan ini, mereka berfikir Anna adalah seperti tokoh antagonis yang tidak punya belas kasihan, seorang kakek tua memohon kepadanya namun anna dengan teganya menolak permintaanya.


"Aku mohon, kita akan membuat kesepakatan bagaimana, jika bian melanggar maka aku sendiri yang akan memisahkan kalian" ucap kakek Bian dengan sungguh. Sebanarnya ini adalah akal-akalan kakek Bian, Adams akan mencoba untuk merayu Anna agar kembali pada cucunya


Dan akan memikirkan cara agar cucunya sendiri yang membuang Anna.


"Bian sudah di rawat dirumah sakit selama sebulan, kondisinya kritis dia tidak ingin makan dan di rawat. Setiap hari dia akan mengamuk dan menyebut namamu. Jadi kumohon tolong kembalilah" Adams memohon.


Semenjak kepergian Anna dari apartemen, Anna memang tidak pernah tau kabar tentang Bian. Anna juga sedikit terkejut dengan kondisi Bian, kenapa Bian bisa sampai di rawat hingga kritis.

__ADS_1


Akhirnya karena Anna tidak enak dengan pelanggan disini, dan Anna tau kakek Bian pasti tidak akan menyerah untuk mengganggu Anna. Maka dia setuju untuk kembali dengan Bian.


__ADS_2