Angle Devil Rose

Angle Devil Rose
BAB 9 : Kediaman Agatha II


__ADS_3

...Happy Reading...


...❤️...


.


Saat asik mengobrol tiba tiba ponsel Gea berdering membuat perhatian semua orang menatap ke arah Gea.


📞Bokap is calling, , ,


"Hello pi??". Ucap Gea, sementara semua orang yang ada disana langsung diam tanpa ada yang mengganggu.


"Kamu dimana?? Lagi dirumah atau diluar??".


"DirumKamuah pi. Ada apa??".


"Syukurlah, tapi kamu gak sibuk kan?? Papi mau minta tolong ada file yang penting yang harus dikerjakan, papi ada meeting sebentar lagi dan file itu harus sudah selesai sore ini".


"Bisa pi, tapi apa bonus buat gea". Canda Gea dengan tertawa kecil.


"Masalah itu mami kamu udah siapkan. Papi tutup dulu ya sayang. File yang udah papi kirim ke email kamu. Kalau udah kirim langsung ke email papi, bye sayang".


"Bye Pi".


Pip, , !!!!


"Kak aku ada pekerjaan sebentar gak bisa ditinggal. Kalian ditemenin Mila sama Jesica dulu ya. Kalau mau main PS ada di ruang tengah. Untuk makanannya minta sama bibi atau ambil di dapur sendiri tapi ingat jangan anggap rumah sendiri khususnya kalian berdua". Ucap Gea panjang lebar dengan akhiran menunjuk ke arah dua sahabat nya yang duduk tak jauh.


"Lah tahu aja pikiran gue". Ucap Mila mengambil makanan didepan mata.


"Gue tahu isi pikiran busuk lo".


"Kamu mau kemana??". Tanya Yuda menatap ke arah Gea.


"Aku ada pekerjaan dikamar sebentar, gak lama kok". Ucap Gea lalu pergi meninggalkan semua orang naik ke lantai dua menuju kamar.


Dikamar, Gea langsung fokus pada pekerjaannya dengan laptop dihadapannya yang bertumpu dengan bantal.


Sedangkan para sahabatnya dan kakak seniornya yang ditinggal di lantai bawah sedang asik bermain PS agar tidak bosan.


Jika dilihat Gea, mereka tidak akan pulang cepat ntah apa yang mereka mau lakukan di rumahnya.


Mila dan jesica hanya duduk di sopa melihat para pemuda yang sedang main PS tanpa lupa mulutnya yang tidak bisa diam.


"Kak, emang Kakak udah lama kenal Gea?? Kapan kakak ketemu sama Gea??". Tanya Jesica kepada Yuda yang duduk tak jauh dari mereka.


Sementara Rio, Zico dan Elang duduk lesehan di karpet tebal di hadapan mereka.


"Waktu di kampus".


"Berarti kakak baru ketemu sama Gea beberapa hari yang lalu, tapi udah berani nembak dia". Sahut Mila yang kaget dengan jawaban Yuda.


"Emang kenapa?? Ada yang salah".


"It-".


"Nggak kok kak kami hanya gak percaya aja". Potong Jesica menutup mulut Mila agar tidak keceplosan bicara yang tidak tidak.


Yuda merasa heran dengan kedua gadis itu.


"Kayanya ada yang tidak beres". Batinnya.


"Anj*Ng lo curang, gak gue gak terima gue kalah". Teriak Rio kepada para sahabatnya.


"Kalah ya kalah aja. Gak gentleman banget lo jadi cowok". Ledek Zico.


"Ah oke gue gentle nanti malam gue yang terakhir. ".

__ADS_1


"Nah gitu dong". Ucap elang sambil memikul bahu Rio dengan keras.


Rio yang kesal berpindah duduk disamping Yuda dengan mulutnya yang masih mendumel. Dia sebenernya gak terima dengan kekalahan dengan kecurangan.


"Dah lo terima aja bro". Ucap Yuda menepuk pundak Rio sambil senyum meledek.


"Ck lo enak main bilang terima terima aja, gue yang bayar. Awas aja kalian kalau makannya banyak".


"Kalian ikut juga kan??". Sambung Zico kepada para gadis yang ada disana.


"Ikut lah. Tapi kalau Gea ada waktu". Ucap Jesica mewakili para gadis.


"Gue harap kalian makannya sedikit gue tahu para cewek setidaknya apa yang gue bayar gak terlalu mahal. Dan kalian awas kalau makan banyak". Ucap Rio kepada para sahabatnya yang suka semena mena ketika ada gratisan.


Disisi lain Mila dan Jesica saling pandang dengan tersenyum lebar. Para cowok gak tahu aja ketiga gadis ini hobi makan khususnya Gea dan Mila. Sedangkan Jesica mungkin bisa dikontrol sendiri.


.


.


.


Berjam jam Gea ada di dalam kamar meninggalkan para tamunya di bawah dengan pada sahabatnya. Gea pikir hanya satu file ternyata bokapnya mengirimkan beberapa file kepadanya yang harus dikerjakan hari itu juga.


Apalagi sebelum pukul 5 sore file itu harus selesai dan sudah dikirim ke email bokapnya.


Pukul 5 kurang beberapa menit akhirnya pekerjaan Gea selesai. Ia melihat jam lalu tersenyum lebar.


"Hufh akhirnya selesai juga".


Dengan cepat Gea berjalan untuk menemui mereka yang ada di lantai bawah. Tapi saat sampai di ruang keluarga, Gea hanya melihat kakak seniornya aja tanpa melihat batang hidung kedua sahabatnya.


"Kak, Mila sama Jeje kemana??". Tanya Gea duduk di samping yuda yang sedang main PS.


"Mereka didapur gak tahu lagi bikin apa". Balas Yuda yang matanya fokus pada layar televisi. Sedangkan tangannya sibuk dengan stik PS yang dipegang.


"Ge gak ada minuman soda??". Tanya Rio.


Rio mengerucutkan bibirnya karena apa yang dia inginkan tidak ada. Lalu lanjut melihat ke arah layar televisi lagi melihat pertandingan Zico melawan Yuda.


"Yuhuuu,,, makanan sudah jadi". Teriak Mila membuat beberapa dari kakak senior nya menutup telinga.


"Kalian buat apa??". Tanya Gea.


"Gue bikin spaghetti, nih buat lo". Ucap Mila memberikan satu piring yang dia bawa kepada Gea.


"Nih untuk kalian". Ucap Jesica meletakan satu piring di atas meja untuk ke empat cowok dengan porsi sedikit lebih banyak dari yang lain.


"Loh kok kita satu piring berempat". Keluh Rio tidak terima.


"Untung kita bikinin, gak ada ucapan terimakasih nya lagi". Ujar Mila yang langsung makan spaghetti itu.


Rio yang terus mengomel tanpa keluar suara membuat Zico memasukan suapan kedalam mulutnya. Rio yang cowok memang memiliki sifat jelek yang seperti cewek. Suka mendumel.


Saat Gea asik makan spaghetti buatan Mila dan Jesica, tiba tiba sendok yang dia pegang direbut oleh Yuda yang duduk disampingnya.


Tanpa ba bi bu Yuda memakan spaghetti itu pakai sendok bekas Gea dan makan satu piring berdua.


Hal itu tentu saja membuat semua orang yang melihat itu diam mematung dengan kelakuan Yuda.


Bahkan hal itu membuat Mila yang sedang makan tersedak, lalu berlari ke dapur untuk mengambil minum.


"Kak itu bekas aku". Ucap Gea cengo.


"Gak papa, bekas pacar sendiri". Ucap Yuda enteng.


Gea yang mendengar itu hanya bisa mengerutkan kening bingung. Mereka kan hanya pacar pura pura kenapa jadi seperti itu, pikir Gea.

__ADS_1


Yuda yang makan hanya sesuap langsung memberikan kembali sendok itu kepada Gea. Lalu Gea menghabiskan nya dengan cepat karena perutnya memang sedang lapar.


"Emm,, , ge lo sibuk gak malam ini??". Tanya Zico mencairkan suasana.


Melihat kejadian yang pertama kali mereka lihat membuatnya merasa canggung dan hanya ada keheningan.


Gea yang namanya disebut langsung menatap ke arah Zico. "Nggak, emangnya kenapa??".


"Kita mau ajak makan malam diluar, tenang Rio yang nakal traktir semuanya".


"Jeje sama Mila??".


"Mereka ikut keputusan lo". Ucap Zico yang diangguki kedua gadis itu yang sedang sibuk menghabiskan makanannya.


"Boleh kak aku ikut, pekerjaan aku juga udah selesai".


"Oke jadi nanti malam kita jemput jam 7, jadi sekarang kita balik ke rumah masing masing,, dan buat lo Rio awas kalau kabur". Ucap Zico yang diakhiri dengan tatapan tajam kearah Rio.


"Iya iya gue mah pasrah". Ucap Rio dengan wajah kesal.


"Kalian share Lok aja tempatnya gak udah dijemput biar kita langsung ketemu disana". Usul Gea.


"Tapi-".


"Gak ada tapi tapian kita ketemu disana aja". Potong Gea saat Yuda ingin menjawab.


"Ya udah kita balik dulu, makasih ya atas makanannya gue kenyang". Ujar Rio mengelus perut.


"Iya kak sama sama".


"Lo mau disini terus, , pulang bege nyokap Lo nanti nyariin". Ucap Zico kepada Yuda yang masih asik duduk sementara ketiga pemuda lain sudah berdiri untuk pulang.


"Aku ada urusan dengan kak Yuda sebentar, kakak duluan aja". Sahut Gea sambil tersenyum kecil.


Sementara Jesica hanya asik duduk tanpa memperhatikan mereka, dan Mila sedang ada di dapur mengambil minum.


"Oke, gue tunggu didepan".


Ketiga pemuda itu pergi meninggalkan rumah terlebih dahulu, tinggallah Gea, yuda dan Jesica.


"Kalau gitu gue ke dapur dulu, kalian bicara saja". Ucap Jesica yang tahu situasi.


Setelah kepergian jesica, Yuda terus menatap ke arah Gea yang hanya diam. Dia bilang ada yang mau dibicarakan tapi kenapa diam?. Pikirnya.


Gea yang paham akan situasi menengadahkan tangan meminta sesuatu. "Ponsel".


"Buat apa??". Tanya Yuda tapi masih memberikan ponsel itu kepada Gea.


Tanpa menjawab, Gea memasukan sesuatu di ponsel Yuda. Lalu memberikannya kembali ke orangnya.


"Udah sana pulang, jangan lupa share Lok tempatnya".


Yuda menatap ponselnya yang terlihat nama kontak Gea disana.


"Gue lupa kalau belum punya nomernya, apalagi mereka gak minta tadi kemungkinan mereka ngandelin gue,, gak kepikiran kesana gue". Batin Yuda.


"Udah sana pergi". Usir Gea.


"Iya sabar". Ucap Yuda lembut lalu mengacak acak rambut Gea.


"Yudaa, , , ". Teriak Gea kesal sedangkan orangnya sudah pergi keluar dari kediaman agatha sambil tertawa.


Gea yang mendapat perlakuan seperti itu sangat kesal sambil merapihkan rambut nya yang berantakan.


.


.

__ADS_1


.


To be continued, , , ,


__ADS_2