
...Happy Reading...
...📖...
.
"Gea/kakak". Teriak beberapa orang melihat Gea terjatuh.
"Awww, , kaki gue sakit". Rengek Gea kesakitan memegang kakinya yang terkilir.
Bu tina dan Mila yang jaraknya dekat langsung menghampiri Gea dan mendudukkan nya di salah satu batu. Alvin yang sedang bermain langsung berlari melihat kakaknya jatuh kesakitan.
"Neng gak papa". Tanya bu Tina khawatir.
"Kakak". Pekik Alvin yang katanya sudah berkaca-kaca.
Melihat itu Gea sedikit tersentak tidak menyangka sebentar lagi Alvin akan menangis gara gara Gea jatuh. "sayang jangan nangis, kakak gak papa". Ucap Gea memegang pipi Alvin.
Tanpa Gea tahu, Mila yang ada disana tiba tiba memegang kaki Gea yang sedang terkilir. "Aww, , sakit bego". Teriak Gea memukul Mila dihadapannya.
"Hehe sorry gue gak sengaja". Cengir Mila tanpa rasa bersalah.
"Nak Mila cari bantuan buat mapah Gea sampai ke pemukiman". Pinta Bu tina kepada Mila.
"Gak usah Bu Gea bisa jalan sendiri". Tolak gea yang tidak enak hati.
"Sebaiknya jangan dipaksa nanti kakinya malah tambah parah". Sambung Bu Sri.
Mila yang disuruh cari bantuan langsung berlari menuju pemukiman mencari kakak senior nya untuk membantu Gea. Sementara Alvin terus saja berada di dekat Gea tanpa ingin menjauh.
Diperjalanan Mila celingukan mencari seseorang. Akan tetapi dia tidak menemukan satu orangpun sampai Mila dikagetkan dengan seseorang yang baru datang.
Dor
"Astaghfirullah, , ". Teriak Mila memegang dadanya yang jantungnya seketika berdetak sangat cepat.
"Haha, , sorry. Lagian kenapa tuh muka keliatan panik??". Ucap Zico.
"Hufh, , udahlah kak. Untung kakak ada disini sekarang bantuin Mila untuk bawa Gea ke klinik yuk kak". Pinta mila membuat Zico kebingungan.
"Gea kenapa??".
"Gea kepeleset di sungai kakinya terkilir.. ayo kak".
"Yuk".
Bukannya pergi ke arah yang Mila tunjuk, Zico malah pergi ke arah lain membuat Mila terdiam cengo. " Sungainya kan ke arah sana". Gumam Mila dengan wajah bingung. Menunjuk kanan kiri.
Mau tidak mau Mila mengikuti ke arah Zico berjalan sampai ia melihat Zico yang berbicara dengan yuda.
Terlihat Yuda berjalan meninggalkan mereka dengan wajah khawatir setelah berbicara dengan Zico. Mila yang melihat itu menggaruk tengkuk leher dengan tatapan cengo tak tahu apa yang sedang terjadi.
"Daripada gue diamuk singa jantan, mending gue cari aman". Gumam Zico pelan tapi masih didengar oleh Mila.
Kening Mila berkerut heran mendengar ucapan Zico, lalu menyusul Yuda yang sudah pergi duluan dengan sedikit linglung.
.
.
.
Di sungai
Sampai kedatangan Yuda ke sungai. Ia melihat Gea yang sedang duduk memijat sedikit kakinya yang sakit. Ia juga melihat anak kecil itu yang selalu menempel dengan gea dimanapun mereka berada.
"Kamu kenapa?? Kamu baik baik saja??". Tanya Yuda dihadapan Gea dengan wajah khawatir.
__ADS_1
"Kaki aku cuma terkilir kak, , ". Balas Gea lalu. "Awww kakak sakit". Teriak Gea yang kakinya tiba tiba di sentuh Yuda pas bagian yang sakit.
"Maaf maaf aku gak senagaja. Ayok aku bantu bawa ke klinik biar cepat diobati".
Yuda membalikan tubuhnya membelakangi Gea agar bisa naik ke atas punggungnya untuk dibawa ke klinik. Akan tetapi Gea terlihat ragu untuk naik karena pakaian bagian bawahnya basah.
"Ayo".
"Tapi kak pakaian aku basah semua nanti baju kakak ikut basah". Ucap Gea.
"Gak papa, ayo cepat naik".
Akhirnya Gea setuju dengan bantuan Yuda untuk naik ke atas punggungnya. Celana Gea yang basah membuat pakaian Yuda ikut basah.
Saat Yuda ingin berjalan Gea dengan cepat memberhentikannya saat ia melihat ke belakang.
"Tunggu". Pinta Gea menepuk pundak Yuda pelan. "Alvin kenapa diam saja. Ayo pulang kakak baik baik aja kok". Ucap Gea kepada Alvin dengan lembut.
"Untuk sekarang Alvin biarkan kakak cantik buat dekat sama Abang jelek tapi kalau Alvin udah dewasa. Alvin sendiri yang akan jagain kakak cantik". Kata Alvin dengan tegas membuat semua orang yang ada disana menatap ke arah anak kecil itu.
Gimana reaksi Alvin saat Gea pulang ke kota lagi. Karena mereka disana hanya seminggu tidak lebih.
Sesampainya di klinik, Gea diturunkan di atas tempat tidur agar dokter disana langsung memeriksa kaki Gea yang terkilir.
Alvin yang sedari tadi terus mengikutinya dari belakang langsung mendorong Yuda menjauh dan berusaha duduk di ranjang itu agar bersebelahan dengan Gea.
Akan tetapi karena ranjang yang tinggi membuatnya kesusahan dan kesal sendiri.
"Ck kakak jelek bantuin Napa sih malah lihatin aja". Keluh Alvin marah marah menatap ke arah Yuda.
"Alvin jangan seperti itu sama orang yang lebih tua sama kamu. Yang sopan. Kalau minta tolong pakai kata tolong didepannya kepada siapapun itu". Nasehat Gea dengan lembut.
Mendengar kakak cantiknya yang mengomeli nya langsung menatap ke arah Yuda dengan tatapan tajam. "Aish, ya udah kakak jelek maafin Alvin. Sekarang Alvin minta tolong buat naik ke atas". Ucap Alvin tapi suaranya masih dengan cemberut.
"Sekarang kamu butuh bantuan".
"Kakak cantik tuh kan kakak jelek seperti itu". Rengek Alvin dengan menginjak injakan kakinya dengan lucu. "Abang dokter??".
"Ishh".
"Ah oke kakak Yuda bantuin tapi janji kamu harus berbuat baik sama kakak selama disini oke". Ucap Yuda memberikan kesepakatan.
Alvin berpikir sesuatu. Dia gak tahu biasa baik apa nggak sama Yuda karena kakak satu itu sangat membuatnya kesal selalu dekat dekat sama kakak cantiknya.
"Ah oke tapi Alvin gak janji karena kakak jelek nyebelin orangnya".
"Terserah". Celetuk Yuda mengangkat tubuh Alvin duduk di tempat tidur sebelah Gea yang sedang diobati.
Tapi, , ,.
"Selesai.. saya harap kamu gak terlalu banyak gerak atau menggerakkan kakinya untuk hari ini. Tapi sesekali menggerakkannya menggunakan tangan". Ucap sang dokter itu setelah membalut kaki Gea menggunakan perban.
"Baik dok, ya udah yuk sekarang kita pulang yang lain pasti khawatir di rumah". Ajak Gea.
Tanpa mereka sadari ternyata anak kecil disampingnya sedang cemberut mendengar ucapannya itu.
Tidak mendengar suara Alvin, Gea melirik ke samping dan merasa heran karena Alvin terlihat ngambek.
"Alvin kenapa??".
"Gak papa". Ucap Alvin pelan.
Tapi tidak sampai saja gea yang heran memegang kedua pipi Alvin agar menatap dirinya yang merasa heran. "Bilang sama kakak dengan jujur".
"Alvin baru duduk tapi kakak cantik udah mau pulang aja. . Kakak jelek emang selalu bikin Alvin kesal". Ucap Alvin mengungkapkan isi hatinya lalu menangis menundukkan kepala.
Gea tersenyum dengan apa yang anak itu ucapkan lalu memeluknya dengan erat sementara Yuda dan dokter itu hanya menatap Alvin dengan menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Bukan itu sayang, Abang dokter kan udah selesai obatin kakak jadi kakak harus segera pulang. Makanya kakak ajak pulang". Kata Gea menjelaskan.
"Anak cowok kok cengeng". Celetuk Yuda yang langsung mendapat tatapan tajam dari Gea tapi Yuda hiraukan.
"Nggak,, Alvin gak cengeng, mata Alvin hanya kemasukan debu kok. Ia kan kakak cantik". Ucap Alvin menghapus air mata nya dengan cepat.
"Hehe iya sayang". Ucap Gea sambil tertawa.
"Kakak jelek cepet gendong kakak cantik biar cepat istirahat". Perintah Alvin meloncat turun dari tempat duduknya tadi.
"Dih kamu perintah saya". Ucap Yuda dengan tegas penuh menekankan.
"Kak Yuda". Seru Gea memanggil Yuda dengan menggelengkan kepala.
Melihat kakak cantiknya membela dirinya, Alvin menjulurkan lidahnya berjalan menunggu diluar.
Yuda menggendong Gea untuk pulang karena kata dokter kaki Gea dilarang banyak gerak untuk hari ini agar cideranya tidak tambah parah.
.
.
.
Sore harinya jam sudah menunjukan pukul 4 Waktunya para gadis untuk mandi karena badannya sangat penuh keringat akibat membantu pekerjaan ibu ibu disana membuat makanan khas dari desa gemilang untuk dijual ke kota.
Mereka bekerja di rumah Bu tina di dapur yang membuat udara kurang masuk. Sebab banyak orang yang ada didalam sana.
Al hasil Gea dkk sangat kepanasan dan berkeringat sangat banyak.
"Neng sebaiknya kalian mandi aja ini udah sore nanti keburu banyak yang ngantri loh". Ucap bu Sri.
"Iya neng, ini biar ibu ibu lanjutin ini. Kasihan neng kepanasan disini". Ucap ibu yang lain.
"Ya udah yuk ge gue bantu". Ucap Jesica berdiri ingin membantu Gea berdiri.
"Sebaiknya Lo panggil kak Yuda aja sana biar bawa Gea ke tempat mandi. Gue gak mau ya jatuh di tengah jalan". Ucap Mila yang tahu jalan di kampung itu yang berupa tanah. Kadang tanah itu licin yang membuat semua orang yang melewatinya kadang terpeleset.
"Ck gue biasa sendiri gak usah panggil kak Yuda segala". Tolak Gea.
"Assalamualaikum, ,". Ucap seseorang masuk ke dalam rumah Bu. Tapi suara itu sangat familiar di telinga Gea.
"Waalaikumsalam". Jawab semua orang yang ada di dapur.
Benar saja, Yuda datang bersama dengan Rio membawa daun pisang serta kelapa parut menghampiri mereka yang ada di dapur.
"Bu ini daun dan kelapa parut yang ibu minta". Ucap Yuda memberikan daun dan kelapa itu yang langsung di ambil oleh orang yang dekat mereka.
"Makasih mas. Oh ya kebetulan mas Yuda ada disini". Ucap Bu Sri.
"Kenapa Bu?? Ada yang bisa saya bantu??".
"Ibu minta tolong kamu antar neng Gea ke kamar mandi ga mas Yuda bisa kan".
"Ah bu gak udah Gea bisa sendiri kok". Tolak Gea dengan cepat.
"Biar Yuda bantu Bu gak papa. Kata dokter kaki Gea gak boleh banyak digerakkan agar lebih cepat sembuh".
"Tapi-".
"Neng Gea sebaiknya turuti ucapan Bu Sri saja". Ucap Bu tina.
Gea akhirnya pasrah menerima bantuan Yuda. Dia langsung naik ke gendongan Yuda. Sedangkan untuk pakaian ganti dan alat mandi Mila akan membawakannya dengan segera.
Dia bisa saja berjalan menggunakan tongkat yang dibuatkan oleh salah satu warga. Gea sudah mencobanya tapi saat berjalan tidak senagaja tongkat itu mendarat di tanah yang licin membuatnya terpeleset dan hampir jatuh jika tidak ada Zico yang melihat itu.
Zico yang melihat Gea yang akan jatuh langsung menangkap tubuh Gea sebelum mendarat di tanah yang sedikit becek.
__ADS_1
Jadi, setelah kejadian itu para warga lebih memperhatikan keadaan Gea yang keras kepala.
To be continued, , , , ,